Tag Archives: renungan

Aceh, 9 mei 2010

Siang tanggal 9 mei 2010 menjadi siang yang cukup mengagetkan. Cuaca tak terlalu panas bahkan terkesan mendung tapi hawa panas seakan – akan menjalar memenuhi setiap  ruangan. Dan langit  berwajah berbeda siang ini. Kami tersentak, terjaga, seolah kami masih tertidur. padahal tidak kawan.

siang tadi lepas azan zuhur berkumandang, sajadah siap saya bentangkan, lalu “kaaak, gempaaa” suara dari kamar di sebelah mengangetkan saya. Lalu pandangan saya beralih ke gallon air minum yang letaknya tak jauh di depan sajadah. Benar. Ternyata bukan keisengan saja. Air gallon bergerak menari – nari, air bak ruah , dan sayapun segera menuju pintu.Belum lengkap langkah saya menuju pintu keluar, goncangan semakin keras. Baca lebih lanjut

Iklan

catatan lama : Belajar dari sudut lain

ini hanya catatan lama yang saya post di note Fb…

———————————————————————————————————————————–

Baru saja hendak memulai lagi rutinitas yang lama terpending akibat harus berkutat dengan laporan hasil, rancangan pabrik yang ga siap – siap. Tiba- tiba abjad “limbah dan teknik kimia” kembali merajai fikiran. Ya, limbah, ataupun sampah yang bagi sebagian orang dianggap tidak ada gunanya ternyata justru punya banyak peran dalam hidup. Contoh nya saja penelitan pertama saya (semoga ada riset lanjutan yang lebih “wah”), penggunaan rumput teki yang lazim ditemukan di pinggir jalan, sebagai bahan penghambat e.coli

teringat lagi pagi- pagi buta, tahun yang lalu selama hampir dua bulan selalu dihiasi dengan “merumput”, sambil berkejaran dengan dentang waktu , karena lab juga harus disapa meskipun bahan baku penelitian belum cukup untuk ekstraksi (pemisahan zat dengan bantuan pelarut tertentu) rumput teki tersebut. Baca lebih lanjut

pelajaran penting hari ini

Apa kabar sahabat – sahabat blogger sekalian? Semoga sehat – sehat saja ya., bahagia dan juga mampu mensyukuri hidup yang masih kita jalani ini. Karena semakin kita bersyukur, sepelik apapun hidup yang kita lalui semuanya akan terasa begitu indah. Ya, karena hati yang bersyukur senantiasa lapang hingga apa – apa yang ada di dunia ini tak menjadikannya risau.

Tadi sore akhirnya setelah genap sebulan saya sebagai mahasiswa semester akhir salah satu unversitas di jantong hatee rakyat aceh yang memborgol saya untuk stand by di depan laptop ahirnya keluar juga, sekedar menikmati angin sore. Perjalanan yang lumayan jauh. Biasanya hanya berkisar antara sector selatan hingga simpang galon saja untuk urusan memberesi si cacing yang sedang demo. Jaraknya kira – kira 15 menit jalan kaki. Dalam seminggu mungkin hanya satu atau dua hari saja saya menggerakkan kaki ini, (keterlaluan sangat) untuk keluar. Selebihnya untuk urusan – urasan kecil biasanya kawan satu kos selalu bisa diandalkan. Baca lebih lanjut

kematian, cemburu, dan juga bahagia

Membagi dua rasa yang menaungi  tampungan hati di hari ini dan kemarin…berhubung beberapa hari off ngeblog, (ga da ide)… 😀

DUKA

Saya tidak mengenal siapa beliau, tidak pernah bertemu langsung, tidak pernah berdiskusi, tidak pernah menolong ataupun ditolong oleh beliau setahu saya beliau adalah orang baik, itu saja. Namanya seringkali disebut oleh aktivis kampus, terlalu sering bahkan. Meskipun sering mendengar, namun tetap saja saya tidak pernah mengenal beliau secara langsung.

Hari kamis, 8 april,menjadi hari pertama dan terakhir saya mengenal beliau, mengenal dalam artian mengetahui siapa beliau sebenarnya. Walaupun tetap tidak bertemu langsung, berdiskusi ataupun sekedar menyapa saudara seiman ini. Saya mengenal beliau dari orang – orang yang tidak pernah saya kenal, mereka adalah sahabt – sahabat terbaik, yang memiliki sahabat spektakuler seperti beliau. Sosok yang sangat baik, suka menolong dan juga motivator bagi orang – orang yang mengenalnya. Saya baru tahu kalau beliau ternyata penulis buku terbitan PRO- U media, 2008 nyala satu tumbuh seribu, Penulis muda yang berbakat MARTONIS TONY ,..  Orang yang hebatlah pokoknya…dan semua ini saya ketahui melalui abjad – abjad yang hadir di wall fb beliau, kata – kata manis dari sahabat – sahabat beliau, yang  semuanya merangkum kebaikan beliau selama hidup didunia. Baca lebih lanjut

sebuah perjalanan..ya..sebuah perjalanan

.:。✿*゚゚・✿.。.:*.:。✿*゚゚・✿.。.:*.:。✿*゚゚・✿.。.:*.:。✿*゚゚・✿.。.:*.:。✿*゚゚・✿.:**.:。✿*
kau akan terus berjalan sama sepertiku sesekali lurus

sesekali melingkung

sesekali mendongak

sesekali menunduk

tapi tetap harus berjalan

berjalan hingga akhirnya kita tahu jalan pulang

jangan lupa bahwasanya kita masih di bumi

dan rumah kita ada di ruang lain

ada di dimensi lain

Baca lebih lanjut

alpakan saja semua lara

ya, ditikam lalu dibuang
sudahlah lupakan saja

beberapa lintas telah genap terbaca, masih lagu lama yang terdengar, akhirnya ear plug yang sedianya ada hanya untuk berjaga – jaga nyatanya harus dialih fungsikan menjadi senjata utama.

kita memang harus menipu telinga sendiri, pura – pura tuli lalu palingkan pandangan menatap padang dan taman hijau yang begitu menyejukkan. lagipula kita sama membaca gelagat yang tak seharusnya hadir dihamparan kerikil, kerikil nan cadas. Baca lebih lanjut

surat terakhir dari si penyakitan (hanya sebuah cerita)

Aku kembali merenung, menarik nafas dalam dan mencoba mengaitkan koordinat – koordinat yang terus melintas di depanku, koordinat masa depan yang entah akan menemui puncaknya dan sketsa bayangan masa lalu yang kian menusuk – nusuk lembar – lembar ingatanku, ahh,,, percuma rasanya. Kuubek – ubek memoriku, tapi terlalu kecil kecepatan yang tersisa untuk menjalankan fungsi otakku.

Siluet yang tak pernah lupa mengunjungi ku di senja – senja terakhirku, benar – benar melegakan sedikit, yah walaupun hanya sedikit, tapi setidaknya, aku merasakan kehidupan masih bisa berpihak padaku.

Saat dukaku menjadi kilasan – kilasan yang tak berarti bagi orang lain, bahkan tak bisa terbaca karena kediamanku, aku masih memiliki Dia, ya, hanya Dia, tempatku melabuhkan segala perasaanku, yang takkan pernah membocorkan rahasiaku, tidak seperti segelintir orang yang sempat menyebutku sahabatnya, namun kemudian tanpa segan – segan melemparku kejalanan setelah mendapatkan keinginan – keinginan mereka.. aku kembali disini, seperti awal – awalku injakkan kaki di trotoar yang tak sanggup kulalui tanpa izin_Nya

Hari ini hari kesekian dalam hidupku, berada di ruang putih beraroma anastesi , hah, ruang favoritku beberapa bulan terakhir… selesai terapi kembaliku lanjutkan tulisanku, tapi kali ini bukan tulisan motivasi ataupun novel – novel bersetting negeri – negeri yang luar biasa indahnya, karena tulisanku telah selesai dan besok akan diterbitkan,tulisan ketigaku, buku ketigaku, dan semoga kali ini kembali best seller seperti yang sudah – sudah dan telah kalian baca beberapa kali. Penulis favorit kalian yang memakai nama pena archima, itulah aku, ARCHIMA, kuambil dari nama kalian… Baca lebih lanjut