Tag Archives: Ramadhan

meugang, tradisi masyarakat aceh yang tak lekang digerus zaman

kali ini saya akan bercerita mengenai kebiasaan yang selalu jelma menjelang gerbang ramadhan terbuka. Ini adalah tentang periode dan masa – masa yang katanya bagi mereka yang sudah merantau sulit ditemukan di luar aceh.  Tradisi yang sudah mengakar begitu lama hingga akhirnya subur dan kian menjulang meski zaman kian tergerus ke arah kemodernan. Tak soal sebenarnya, karena jelas tradisi ini tak luput sejenakpun. Meski kantong menipis tapi tradisi ini sudah sangat melekat dan rasanya tidak lumrah menyambut ramadhan tanpa tradisi ini. dia adalah meugang. Meugang ini adalah tradisi yag sudaa turun temurun berlangsung di aceh. Tradisi ini  terkait erat dengan jual beli daging di pasaran. Hari meugang pun biasanya  berlangsung selama dua hari berturut – turut sebelum ramadhan menjelang. Dan menjelang lebaran , baik idul fitri maupun idu adha, meugang serupa juga di gelar.  Kalau sudah tiba hari meugang, maka aroma masakan benar – benar menyeruak dari setiap penjuru, dari setiap rumah, meskipun bukan orang – orang kaya. Ada yang berbaik hati memberikan beberapa atau mungkin Cuma sekilo daging untuk mereka yang papa.

Kemarin saya terpaksa keluar melewati pasar yang penuh. Padahal kawasan saya tempati adalah kawasan yang lokasinya adalah pusat mahasiswa. Dan ternyata sama seperti tahun –  tahun sebelumnya. Di sepanjang jalan dari gerbang Darussalam, berjejerlah pedagang – pedagang daging lembu (lembu apa sapi ya?? Bingung saia @_@) . sehari sebelumnya , lapak – lapak penjual daging memang  sudah didirikan dan kemarin mulailah pembeli berkerumun membeli satu hingga beberapa kiloo daging untuk bekal puasa nantinya.(sahur pertama, dan beberapa hari)

Pasar lamnyong yang jaraknya tak jauh dari lapak  penjual dagingpun terlihat ramai. Jalanan macet, dan segala riuh sempurna bercampur. Dan rindu ramadhan itu kian jelma, terlihat jelas dari semangat yang menggebu baik dari pembeli maupun penjual. Perjalann saya akhirnya smapai juga di pusat kota dengan tujuan mengabil kiriman paket ( hahaa iniah naseb anak kos)  di salah satu loket mobil yang jaraknya searah dengan mesjid raya baiturrahman, paket ramadahn yang berisi rendang dan stok makanan laiinya, meskipun tak pulang untuk yang keenam kalinya, bukan berarti tradisi meugang hilang begitu saja. Saya juga tetap merasakannya kok, hanya saja, bedanya saya tak turut langsung terjun ke dapur, melainkan langsung nerima jadi.

Apapun itu, yang jelas saya tetap bersyukur, aroma ramadhan kian terasa di sini dengan adanya tradisi meugang. Jadi ingat sahabat saya di porsea,  pertama kalinya ga merasakan meugang.. turut berduka ya kawan, tapi teteeeeep.. Ramadhan harus disambut dengan riang gembira..

Marhaban Ya Ramadhan..

Wahai bulan yang selalu dirindu

Kami disini sama menanti gerbangmu terbuka lebar

Sama ingin segera melangkah

membenam diri dengan segala perbaikan diri

Merindumu Ramadhan

CEPATLAH TARAWIIIIH
😦

penghujung sya’ban (masih di banda aceh)

Meureubo Harvard, 10 agustus 2010

MARHABAN YA RAMADHAN

peue haba (apa kabar)narablog sekalian?? sekedar mengabarkan saat blog ini sedang dalam pikir – pikir mau di isi apa, ternyata gempa kembali melanda wilayah aceh, hampir selalu begini di awal bulna. anggap saja Allah sedang menegur kita yang menggenggam uang dalam jumlah gepokan agar tidak terlena dengan harta titipannya. ya, beberapa bulan ini selalu saja gempa datang tanpa salam di awal bulan. seolah memang untuk kembali mengingatkan.

kondisi terakhir? wallahu’alam. yang jelas di banda aceh , Alhamdulillah belum terdengar desas desus yang aneh – aneh, semoga saja tidak ada problem serius.

postingan kali ini cuma buat ngucapin -sekali lagi- Marhaban Ya Ramadhan..

aroma dan suasananya sudah mendekat, saatnya prepare sebaik mungkin.

saya mengutip salah satu hadist dari Rasulullah SAW

Abu Hurairah ra meriwayatkan  bahwa Rasulullah SAW bersabda

“puasa merupakan perisai. oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan bersikap tidak ramah. jika ada yang mengajaknya bertengkar, atau mencacinya, maka hendaklah dia berkata “aku sedang puasa.” (sebanyak dua kali). demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa di mata Allah lebih baik dari wangi kasturi. karena dia tidak makan , minum, dan meredam nafsunya karena mengharap keridhaanku. Puasa untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasan atasnya.(dan ketahuilah bahwa) satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan.” (HR. Bukhari – muslim)”

oklah..singkat saja ya, lagi diserang deadline, mari kita siapkan hati dan jiwa, perbaiki hubungan antar sesama, sebarkan kebaikan, baca kembali literatur yang berkaitan dengan puasa (untuk yang satu ini saya sudah hunting dua buku baru, hahai.. :P, senang sekali menemukan buku yang sangat renyah di baca), dan terakhir yang hendaknya dilakukan agar RAmadhan semakin semarak adalah menghias rumah dengan pernak – pernik yang akan enjadikan ramadhan semakin berkilau.

ok..saya permisi dulu,  mau mengotak – atik ruangan yang sudah hijau, menjadi lebih hijau lagi 😀

meureubo Harvard, 3 agustus 2010

masih di BAnda Aceh 🙂