Tag Archives: orat-oret

lahir dari mimpi – mimpi

SALAM.

“kesuksesan  lahir dari mimpi – mimpi kita, maka teruslah bermimpi dan rekatkan ia dengan usaha serta do’a”

anda punya mimpi? saya yakin jawabannya adalah iya, tentu saja, benar sekali dan rekan – rekannya. Lagipula tak ada salahnya dengan bermimpi, toh kebanyakan orang sukses bermula dari mimpi – mimpi mereka di masa lalu. mimpi yang semula hanya mimpi dan dengan usaha serta do’a , ianya menjadi kenyataan yang seakan – akan membawa si pelakon (kita) seolah berada di ruang mimpi saat mimpi itu menyata adanya.

Ini bukanlah tentang lelucon ataupun omong kosong. Yang saya tuliskan hari ini adalah hasil dari mencuatnya mimpi – mimpi kecil saya, mimpi – mimpi yang dulunya hanya bertengger di ruang mimpi . Dan saya, kala itu sama sekali tidak berani mengeluarkannya dari ruang mimpi itu ataupun berteduh di sana terlalu lama. Khawatir akal saya tak berfikir secara sehat lagi. Namun, yang terjadi ternyata saya tetap saja mendobrak ruang mimpi itu, masuk kedalamnya, terlena sejenak, lalu mencoba segala upaya untuk mengeluarkan mimpi itu meski tak sekilat mengedipkan mata. Baca lebih lanjut

Iklan

Repost : kursus Para Koruptor

kursus koruptor ; silakan mendaftar, free….

Debu  debu masih setia menemani perjalananku hari ini. Terik tak luput mengekor setia. Belum lagi lalu lintas padat, tak hanya polusi udara dari knalpot – knalpot yang belum teruji emisinya, tapi juga polusi suara yang takkan kurang menggedor – gedor gendang telingaku.

Ah, kalau bukan karena tugas dari big bos, mana mungkin aku berpeluh – peluh seperti ini. Tugas istimewaku hari ini adalah mewawancarai salah satu tempat kursus terpopuler di kota ini, yang namanya saja tak hanya menggema di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia. Lulusan di kursus ini mayoritas menjadi konglomerat. gila pikirku. Tempat yang keren pastinya.

Dua jam perjalanan dengan motor kesayanganku, tak sulit menemukan tempat kursus ini, tak ada yang tidak tau lokasinya. Di pinggir jalan, dengan warna cat yang sangat mencolok, gedung 4 lantai dan satu – satunya gedung terbesar di deretan komplek kursus ini, – masyarakat menyebutnya begitu karena kursus – kursus lainnya juga berdiri di kiri kanan jalan kolap ini

Dari luar pagar aku sempatkan memotret tulisan besar di dinding pagar , tepat di sebelah kiri gerbang masuk, kulanjutkan dengan area parkir yang penuh dengan mobil – mobil tentor , sebelum benar – benar menerobos ke dalam menemui direktur utama tempat kursus yang paling bergengsi ini.

“Selamat siang pak”, urung ku ucapkan salam yang lazim dalam keseharianku, karena aku sedikit ragu apakah orang  orang di sini adalah muslim. Tak ada atribut muslim yang kulihat pun atribut agama lain. Ah peduli amat, kata orang – orang mereka muslim tapi kebanyakan hanya cetakan ktp. Entahlah, daripada ragu – ragu aku memilih salam umum saja. Baca lebih lanjut

Aceh, 9 mei 2010

Siang tanggal 9 mei 2010 menjadi siang yang cukup mengagetkan. Cuaca tak terlalu panas bahkan terkesan mendung tapi hawa panas seakan – akan menjalar memenuhi setiap  ruangan. Dan langit  berwajah berbeda siang ini. Kami tersentak, terjaga, seolah kami masih tertidur. padahal tidak kawan.

siang tadi lepas azan zuhur berkumandang, sajadah siap saya bentangkan, lalu “kaaak, gempaaa” suara dari kamar di sebelah mengangetkan saya. Lalu pandangan saya beralih ke gallon air minum yang letaknya tak jauh di depan sajadah. Benar. Ternyata bukan keisengan saja. Air gallon bergerak menari – nari, air bak ruah , dan sayapun segera menuju pintu.Belum lengkap langkah saya menuju pintu keluar, goncangan semakin keras. Baca lebih lanjut

pelajaran penting hari ini

Apa kabar sahabat – sahabat blogger sekalian? Semoga sehat – sehat saja ya., bahagia dan juga mampu mensyukuri hidup yang masih kita jalani ini. Karena semakin kita bersyukur, sepelik apapun hidup yang kita lalui semuanya akan terasa begitu indah. Ya, karena hati yang bersyukur senantiasa lapang hingga apa – apa yang ada di dunia ini tak menjadikannya risau.

Tadi sore akhirnya setelah genap sebulan saya sebagai mahasiswa semester akhir salah satu unversitas di jantong hatee rakyat aceh yang memborgol saya untuk stand by di depan laptop ahirnya keluar juga, sekedar menikmati angin sore. Perjalanan yang lumayan jauh. Biasanya hanya berkisar antara sector selatan hingga simpang galon saja untuk urusan memberesi si cacing yang sedang demo. Jaraknya kira – kira 15 menit jalan kaki. Dalam seminggu mungkin hanya satu atau dua hari saja saya menggerakkan kaki ini, (keterlaluan sangat) untuk keluar. Selebihnya untuk urusan – urasan kecil biasanya kawan satu kos selalu bisa diandalkan. Baca lebih lanjut

masa – masa miskin ide

Ideku lenyap…atau lebih tepatnya otak kanan sedang memilih istirahat. Deadline malam ini batal total. Tak ada tulisan  yang rampung. Yah sebagai  pengobat tulisan inilah yang lahir. Setidaknya saya merasakan apa – apa yang dirasakan beberapa sahabat yang gemar menggerakkan jemari hingga lahir abjad – abjad elok dalam rangkaian kata penuh makna, ataupun gelak tawa yaitu : kehilangan ide. Baca lebih lanjut

sebuah perjalanan..ya..sebuah perjalanan

.:。✿*゚゚・✿.。.:*.:。✿*゚゚・✿.。.:*.:。✿*゚゚・✿.。.:*.:。✿*゚゚・✿.。.:*.:。✿*゚゚・✿.:**.:。✿*
kau akan terus berjalan sama sepertiku sesekali lurus

sesekali melingkung

sesekali mendongak

sesekali menunduk

tapi tetap harus berjalan

berjalan hingga akhirnya kita tahu jalan pulang

jangan lupa bahwasanya kita masih di bumi

dan rumah kita ada di ruang lain

ada di dimensi lain

Baca lebih lanjut

surat terakhir dari si penyakitan (hanya sebuah cerita)

Aku kembali merenung, menarik nafas dalam dan mencoba mengaitkan koordinat – koordinat yang terus melintas di depanku, koordinat masa depan yang entah akan menemui puncaknya dan sketsa bayangan masa lalu yang kian menusuk – nusuk lembar – lembar ingatanku, ahh,,, percuma rasanya. Kuubek – ubek memoriku, tapi terlalu kecil kecepatan yang tersisa untuk menjalankan fungsi otakku.

Siluet yang tak pernah lupa mengunjungi ku di senja – senja terakhirku, benar – benar melegakan sedikit, yah walaupun hanya sedikit, tapi setidaknya, aku merasakan kehidupan masih bisa berpihak padaku.

Saat dukaku menjadi kilasan – kilasan yang tak berarti bagi orang lain, bahkan tak bisa terbaca karena kediamanku, aku masih memiliki Dia, ya, hanya Dia, tempatku melabuhkan segala perasaanku, yang takkan pernah membocorkan rahasiaku, tidak seperti segelintir orang yang sempat menyebutku sahabatnya, namun kemudian tanpa segan – segan melemparku kejalanan setelah mendapatkan keinginan – keinginan mereka.. aku kembali disini, seperti awal – awalku injakkan kaki di trotoar yang tak sanggup kulalui tanpa izin_Nya

Hari ini hari kesekian dalam hidupku, berada di ruang putih beraroma anastesi , hah, ruang favoritku beberapa bulan terakhir… selesai terapi kembaliku lanjutkan tulisanku, tapi kali ini bukan tulisan motivasi ataupun novel – novel bersetting negeri – negeri yang luar biasa indahnya, karena tulisanku telah selesai dan besok akan diterbitkan,tulisan ketigaku, buku ketigaku, dan semoga kali ini kembali best seller seperti yang sudah – sudah dan telah kalian baca beberapa kali. Penulis favorit kalian yang memakai nama pena archima, itulah aku, ARCHIMA, kuambil dari nama kalian… Baca lebih lanjut