Tag Archives: nulis serius

POSTINGAN ATAS KEMBALINYA SAYA :D

Sejak  dari tadi, kemarin , kemarinnya lagi dan hari-hari sebelumnya, sejak saat pertama kali saya kembali ke tanah rantau yang lokasinya sebenarnya tak terlalu menelan ratusan tahun cahaya, tak perlu menelan jarak satu hari satu malam perjalanan, bahkan tak perlu menelan ongkos lebih dari seratus ribu rupiah, sejak itu pula tekad saya berganti bulat. Ibaratnya,  kalau saya katakan adalah ruh rajin saya yang dulu sedia di dalam diri saya hingga kadangkala menjadikan kawan-kawan saya ketakutan mendengar penuturan saya yang kelewat ambisius perihal kampus, baik masalah proposal  yang belum jatah, namun nekat diambil hingga masalah lainnya yang benar- benar telinga saya mendadak tuli dari omongan orang. Baca lebih lanjut

Iklan

catatan lama : Belajar dari sudut lain

ini hanya catatan lama yang saya post di note Fb…

———————————————————————————————————————————–

Baru saja hendak memulai lagi rutinitas yang lama terpending akibat harus berkutat dengan laporan hasil, rancangan pabrik yang ga siap – siap. Tiba- tiba abjad “limbah dan teknik kimia” kembali merajai fikiran. Ya, limbah, ataupun sampah yang bagi sebagian orang dianggap tidak ada gunanya ternyata justru punya banyak peran dalam hidup. Contoh nya saja penelitan pertama saya (semoga ada riset lanjutan yang lebih “wah”), penggunaan rumput teki yang lazim ditemukan di pinggir jalan, sebagai bahan penghambat e.coli

teringat lagi pagi- pagi buta, tahun yang lalu selama hampir dua bulan selalu dihiasi dengan “merumput”, sambil berkejaran dengan dentang waktu , karena lab juga harus disapa meskipun bahan baku penelitian belum cukup untuk ekstraksi (pemisahan zat dengan bantuan pelarut tertentu) rumput teki tersebut. Baca lebih lanjut

renungan singkat : oleh – oleh Rumah sakit

bukan tanpa sebab apa – apa yang telah ada
selami alam fikir , temukan disana berjuta bahkan bermiliar keagungan  dari-Nya


RS Kesdam Banda Aceh 18 di bulan maret 2010

saat menuliskan ini saya sedang duduk di kursi tunggu RS KESDAM BAnda Aceh, menunggu seorang sahabat yang kontrol rutin kesalah satu bagian disini. Aroma rumah sakit yang sama dari hari ke hari ternyata masih hadir disini. meski berulangkali menjelajahi rumah sakit yang berbeda dari pertama kali pecah tangisan ke dunia ini hingga sekarang, ternyata tak ada aroma yang berbeda. satu hal yang bisa saya simpulkan saya bukan orang yang betah berlama – lama di Rumah sakit, merasa kurang cocok dengan aroma dan aura yang tertangkap dari rumah sakit.

mendadak saya merasakan rindu terik yang memanggang kepala di salah satu pabrik LNG di kota lhokseumawe. siang hari mengitari hektaran area bertangki dengan udara bebas hilir mudik tanpa perlu ventilasi, tangki menjulang tegak diantara rerumputan dan kerikil kecil, suara compressor yang memekakkan telinga sampai harus antisipasi dengan earplug.. helm pengaman dan sepatu besi yang harus selalu digunakan, juga asap – asap hitam yang selalu meluncur dari salah satu unit pembakaran..OJT ( On the job training) yang sudah setahun berlalu , ..

HARGAI APA YANG KITA MILIKI


sekedar berbagi apa yang saya temukan pagi ini di inbox salah satu email saya

HARGAI APA YANG KITA MILIKI
Ditulis oleh: Anne Ahira


Shafira,

Pernahkah Shafira mendengar kisah Helen Kehler? Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi buta dan tuli.  Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar.

Nah, dlm  kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya  Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris. Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti  dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah  diucapkan Helen Kehler:

“It would be a blessing if each person
could be blind and deaf for a few days
during his grown-up live. It would make
them see and appreciate their ability to
experience the joy of sound”.


Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah  bila setiap org yang sudah menginjak dewasa  itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja. Dengan demikian, setiap orang akan lebih  menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara!

Sekarang, coba Shafira bayangkan sejenak….

……Shafira menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri Shafira melihat atau mendengar apapun. Selama beberapa hari itu Shafira tidak bisa melihat indahnya dunia, Shafira tidak bisa  melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan Shafira tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!

Bagaimana Shafira? Apakah beberapa hari cukup berat?  Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah  keluhan demi keluhan…. Hingga tidak pernah
menghargai apa yang sudah kita miliki. Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan  kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain.  Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Shafira renungkan, bagaimana orang yang  tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya.Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia
diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk  membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akanbisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.

http://www.asianbrainnewsletter.com/

Banda Aceh, 19 maret 2010

agendakan langkahmu

menyia- nyiakan waktu merupakan kejahatan bunuh diri secara perlahan – lahan. Siapa yang membunuh waktu maka sesungguhnya ia telah membunuh diri sendiri ( Dr. Yusuf Al-Qardhawi).

sore ini, masih dalam agenda yang full dengan menulis. setelah melirik lagi mading kecil diruang rehat saya ternyata banyak lomba menulis yang deadline nya bulan ini. Dan ini berarti saya harus lebih giat lagi dan gencar menyelesaikan artikel – artikel yang akan dilombakan. setidaknya ada 3 lomba utama dibulan ini dengan deadline yang saling sambung menyambung satu sama lain.  tak boleh ada istilah menunda lagi. dan tiba – tiba saat saya mencoba mencari referensi tulisan, mencoba mencari beberapa ide yang bis aditambakan dalam artikel – artikel yang sudah didraftkan beberapa minggu yang lalu, akhirnya saya temukan lontaran seorang Yusuf Qardhawi yang sungguh menyentakkan dan benar – benar terbaca disaat yang tepat.

waktu memang tak boleh disia-siakan, dimubazirkan begitu saja, rasanya perlu jika kita setiap hari menyediakan beberapa menit untuk mencatat agenda apa saja yang akan kita lakukan, menentukan prioritas, dan tentu saja menjalankan agenda tersebut, bukan hanya planning saja.

beberapa tips yang mungkin berguna

  • buatlah agenda harian. bisa sebelum tidur atau saat fajar menghampiri. evaluasi kerja dan juga mengingat kembali beberapa janji dalam agenda.
  • agenda mingguan juga perlu untuk ditulis, begitu juga agenda bulanan (untuk target- target khusus tentunya)
  • List yang sudah dibuat, bukan hanya untuk dilihat – lihat saja, tapi lakukanlah pekerjaan sesuai yang ada dilist,
  • jika mendadak ada hal – hal tak terduga yang harus dilakukan, segera ditulis dalam daftar agenda
  • harus bawa buku agenda kemana- mana? atau tulis dikertas – kertas?tentu saja tidak, catat saja diHp, (kan sudah menjamur)
  • akan lebih baik,-jika memang mau- printkan agenda besar (apakah target mingguan , bulanan, tahunan) lalu tempel didinding atau pintu kamar, yang penting mudah dilihat dan dibaca.
  • jika mau lebih eksklusif, buat saja mading kecil diruang istirahat, lalu berkreasilah agar target- target pekerjaan anda bisa senantiasa terbaca, terliht menarik dan memacu semangat anda untuk menyelesaikannya tepat waktu.

baiklah semoga bermanfaat

banda aceh, 8 maret 2010

seharusnya kemarin sore dipost, berhubung agenda pemadaman masih berlanjut, jadi ditunda  😀

lihatlah sekitar, dan bersyukurlah…

angin masih hadir tipis- tipis, tak cukup usir peluh hari ini. panas diluar sana turut uapkan suhu ruangan ini. aku masih bisa mendengar desau diluar sana, bertemu dan bercengkrama dengan para dedaunan, daun – daun pisang yang pecah terkoyak dan juga beberapa lembar daun belimbing yang mendarat diatas coklat tanah.

inilah hidup teman… kita tak pernah benar – benar sendiri, jika tak ada manusia disekelilingmu detik ini, lihatlah diluar sana, makhluk – makhluk-Nya yang lain masih setia disekeliling, hadirkan celoteh yang lebih indah dari pada manusia sendiri, lihatlah mereka yang senantiasa tasbihkan keagungan Yang Maha Kuasa, sedangkan kita para manusia? ah, kurasa tak lupa ceracau sendiri mengeja keburukan orang lain yang sama artinya eja keburukan diri sendiri.

masih ada denting kebaikan yang bisa kita ikuti bersama, larutkan diri dalam melodi indahnya, melodi yang tertunai dari sebuah tutur baik, bukan sebuah umpatan. lihat lagi diluar sana, perang air dan batu disepanjang kali percikkan satu satu sisa air dan hasilkan padanan musik alam yang kian menawan. obat penegar hati yang cukup setia, lihat pula disekitarnya dedaunan hijau masih meliuk bersama nyiur, juga harum melati dan mawar yang usik indera penciuman…

masuklah kemimpiku teman, aku berjalan mengelilingi rimba, coba temukan zamrud, tapi  kusandarkan kepalaku pada batang – batang ilalang, . ahai, mengapa sedemikian jauh zamrud yang terambil?

karena ini yang kubutuhkan, ya, karena kita sering lupa mengeja syukur atas segala genggaman, genggaman yang nyatanya kita butuhkan , bukan sekedar permintaan hasil rapal berulang yang tak juga lahir didepan jendela.

ingatlah baik – baik duhai teman, aku bukan seorang hebat berkuasa ataupun adikuasa, aku hanya tak ingin terlalu larut dalam adonan keinginan yang bercampur bisikan setan, lihat dan syukuri saja rezeki yang hadir padamu, karean sungguh dia yang mampu membaca kebutuhan kita sesungguhnya, bukan kita sendiri yang sering buta terhadap dunia..

lihat dibawahmu teman, masih banyak yang jauh dari tangga teratas hidupmu..

dan aku akan menebas senja ini, baringkan kepala disisi ilalang, biar saja aneh, tapi aku butuh rehat sejenak, dan sekarang aku akan melangkah kepadang ilalang, hilangkan penatku..

banda Aceh, setelah ashar, 26 februari 2010

kaya hati atau kaya “gila”

nyaris hilang abjad pencatat tragedi yang terekam beberapa jeda


saya terbangun dengan oleh – oleh diskusi mimpi akibat beberapa tragedi dan buku yang terbaca sebagai pengantar jeda lelah. baru sadar ternyata banyak pondasi yang bisa dipinjam dari sosok diluar sana, mereka yang selama ini tertindas namun tetap tegar jalani hidup. dan jika saya hadirkan perbandingan diantara mereka, maka sungguh apa yang saya jalani jauh lebih kecil dibandingkan perjuangan mereka dalam menegakkan pondasi hidup.

diluar sana, pekat telah selimuti trotoar, dan gemintang masih terserak diangkasa raya, malampun tasbihkan berjuta syukur atas rotasi yang masih setia dihadirkan, yang akhirnya undang sang malam penutup siang, pelepas lelah.

baru saja selesai membaca beberapa artike ltambahan menarik, sontak saja kerut – kerut didahi hadir satu persatu, bagaimana sebuah kesederhanaan mampu hadirkan bahagia, mampu tegakkan pondasi, dan juga mampu tepis segala sakit atas nama hadiah dari penghinaan.

orang- orang kecil yang memiliki jasa luar biasa, namun sering tak pernah dianggap ada oleh orang besar ternyata memiliki kekayaan hati yang lebih tinggi diatas mereka yang terlelap dengan kekayaan harta. mereka yang berjuang dengan keikhlasan, meski hanya dengan nominal gaji yang sangat kecil, namun pengelolaan yang cerdas justru mampu hadirkan kekayaan yang sebenarnya. kekayaan hati.

hati yang kaya akan lahirkan kenyamanan tak terkira, sekalipun tidak bisa mengecap makanan mahal yang justru kadangkala menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan, misalnya fast food, ataupun tak perlu repot dengan tagihan listrik yang kian membumbung, meski cadangan biaya sudah dimilik sang kondektur(baca: orang kaya).

mereka yang acap kali dikucilkan karena pekerjaan mulia yang tak sepadan dimata masyarakat atas, lebih sering menabur keikhlasan dalam setiap rutinitas, sedangkan sebagian lain (tanpa maksud mengeneralisasi) justru bangga dengan kebijaksanaan penyelundupan angka nominal yang ujung – ujung mendaratkannya keruang berjeruji yang ‘indah’. kontras sekali, kekayaan naik dalam range yang cukup menakjubkan dan harga diripun menurun dalam range yang luar biasa.

sumberfoto

titik kesinambungan hadir setelah mendengar penuturan seseorang  yang menolak pembelian harga dirinya (dalam sebuah pekerjaan)oleh orang berkelas dengan alasan tidak ingin menjadi serendah mereka yang berkelas. nah lho berkelas tapi rendah,? tentu saja, mereka dengan mudah membuka lebar peluang mencoreng nama sendiri dengan mencoba membeli harga diri orang lain yang strata ekonominya jauh berada dibawah mereka. kasus nyata yang baru beberapa hari terbaca dimata, padahal sudah lama mereka gentayangan disekitar saya, tapi ya, tirai kejujuran baru saja terbuka dan semua terbaca dengan lancar.

semakin aneh saja, kekayaan harta jika tak dibarengi dengan kekayaan hati ternyata benar – benar bisa membuat gila, malupun lenyap… kasihan mereka,,,,

SUMBER foto

banda aceh, 13 februari 2010