Tag Archives: catatan rancangan akhirku

Catatan untuk akhir bulan ini

Lagi – lagi disergap bosan. Banyak alamat yang harus dikelarkan, tak hanya alamat email yang harus dikirimi naskah, tapi juga alamat rumah yang harus segera disinggahi. Tak elak, kepala yang sudah terasa dijungkirbalik gara – gara  hitungan neraca yang merupakah salah satu anggota tubuh si Rancangan akhir, akhir – akhir ini mengakibatkan saya semakin bersikap tak jelas. Kerap berjalan sendirian tanpa arah, mencoba melepas penat, bahkan merasa angker dengan gedung teknik kimia tiga tingkat dan juga biro rektorat. Kadangkala dengan sengaja tidak melangkah keluar kosan. Tak ingin tau apa yang terjadi di luar sana. Butuh ketenangan ekstra. Bahkan malam – malam panjangpun yang biasanya di isi pencarian info – info terbaru menjadi lenyap sama sekali. Jika si hitungan tak mampu lagi diterima kepala, otomatis saya akan langsung memejamkan mata. Tak terima rasanya,  jika harus berselancar beberapa jenak, sedangkan misi utama itu -terkesan- terabaikan. Inilah dilemma sang pejuang garis akhir.

Mengisi kekosongan jeda, hal yang saya lakukan adalah menelusuri jejak – jejak kompetisi menulis, dimanapun dan kapanpun. Tak peduli apakah masuk akal jika saya yang sama sekali tak segaris posisinya dengan peserta – peserta yang umumnya nama – namanya sudah tersohor di deretan penulis (papan ataskah atau pendatang baru) yang penting kenekatan itu tetap berjalan. Ada beban mental rasanya jika mengetahui suatu kompetisi ada dan ternyata naskah yang sesuai kelar pengerjaannya, tidak dikirim. Ya , meski dari berpuluh yang diikuti hanya dua atau tiga persen saja yang tertera huruf – huruf penyusun nama saya di dalamnya. Baca lebih lanjut

RAncangan oh rancangan……

saat menuliskan ini saya sedang rehat sejenak, ya hanya sejenak saja. Rehat dari menggerakkan tikus laptop dari garis – garis dan tangki – tangki di Visio. sembari mengotak – atik beberapa gambar baru hasil searching di mister google, gambar hammer Mill. 4 TGA orang  disebelah kanan yang tebalnya lumayan buat mukul orang jahat., plus diktat tebal laennya yang sejenak terlihat seperti perpustakaan, belum lagi buku – buku diluar bidang yang masih setengah – setengah dibaca bulan ini. (kebanyaan beli, jadinya bingung melahap yang mana duluan)—–> seseorang perlu membaca minimal dua buku di luar bidangnya dalam sebulan ( lupa siapa cetusin)

mengingat si hammer mill ini, mengingatkan lagi rentang jam yang terangkum dalam kata ‘tahun’. tepat setahun lalu judul rancangan pabrik tertawarkan kehadapan petinggi kampus. tanpa menunggu hari berikat har, bahkan hanya hitungan menit saja, judul besar tersebut mendapat anggukan para petinggi dengan argumen kuat yang hadir beserta deretan jurnal yang tertebar diatas meja redaksi.

setahun ,,,Ya setahun tanpa agenda yang jelas, akibat tiga proyek besar menghantui. masa – masa Kp yang bermula seminggu setelah umur judul dilahirkan dan disambut baik kurung beberapa ide yang harus dituntaskan. mengingat tahap demi tahap berat harus diambil dalam mengarungi layar disebuah pabrik LNG di Nanggroe Aceh Darussalam. dua bulan dalam agenda, sembari menyicil beberapa tambahan referensi untuk sebuah desain pabrik berbahan baku metil ester yang sudah ditabung judulnya dari hari kehari.

Banda Aceh ternyata masih menagih satu proyek besar berwujud riset yang kala itu belum muncul ujungnya. ya, masih berupa riset awal alias uji coba saja. lalu kepulangan dari lhokseumawe- setelah liburan dua minggu, mencuri jeda dilangsa- menggegerkan lagi kepala yang sudah senewen dengan data – data pabrik LNG hasil kerja praktek. kejar mengejar jadwal tak elak lagi. satu bulan konsultasi lalu seminarpun digelar. Perbaikan, dan segala macam urusan pemesanan bahan kimia di Medan melahirkan jeda beberapa bulan lagi, oh tida kurang lebih dua bulan sebelum riset kembali di gelar.  lepas riset, hanya pertanggungjawaban dalam rupa seminar biasa saja yang boleh di gelar bukan  SIDANG PENENTU KELULUSAN. yah, inilah yang menjadikan aneuk teknik lamaaaa tamaaatnya. Sidang penentu akan digelar setelah rancangan pabrik yang tebalnya minimal dua rem, trus dicetak tujuh , plus gambar flowsheet panjang…….

lalu rancangan pabrikpun dimulai lagi , saat itu umurnya pasca pengajuan kelahiran judul berkisar 10 bulan, dengan partner yang akhirnya muncul juga setelah menglistkan orang – orang yang bisa direkrut dalam proyek besar penentu kelulusan.

akhirnya genap setahun simetil ester yang diolah jadi surfaktan  n then menjadi deterjen cair, setelah rancangan gambar alat – alat komplit tersketsa dan sudah mendapat ragam masukan dari pembimbing harus mengalami perombakan TOTAL..TOTAL sodara – sodara…(syukur juga sih belum selesai hitungan neraca massa, energi ataupun neraca ekonominya, bisa error kelas hiu kepala saya,,,..)

seminggu yang lalu jurnal baru itu sudah tersave rapi disalah satu folder rancangan, namun urung , urung, dan selalu urung dibuka. Alasannya : judul file ga nyambung sangat dengan apa yang sedang saya rancang. n saat  file tersebut tak sengaja terklik oleh tikus laptop, ternyataaaa…..proses dan bahan baku untuk surfaktan yang saya butuhkan tertawar begitu murah dan proses yang sangat – sangat sederhana..AllahuAkbar…… rezeki ..rezeki..Alhamdulillah, kepusingan  yang terlalu lama mendera akhirnya bisa diusaikan. flowsheet sebelumnya yang ukurannya sepanjang rel kereta api plus bahan kimia yang harus mengalami treatmen awal dan segala kerumitannya yang menjadikan kepala nyaris diantuk – antuk kedinding, bisa diringkas sekitar 60 %. Alhamdulillah…sungguh sesudah kesulitan ada kemudahan…..

bahan baku yang murahpun muncul, bandingkan saja harga metil ester yang merupakan bahan biodiesel, dimana untuk mendirikan pabrik deterjen saya ini berarti harus bersaing dengan pasokan bahan bakar nabati yangs edang gencar – gencarnya dikampanyekan oleh kalangan industri dan energi, bisa digantikan hanya dengan menggunakan bahan yang sangat alami, dan mudah didapatkan diAceh. jadi ga perlu repot – repot nyari lokasi pendirian pabrik diluar aceh….TEMPURUNG KELAPA , mohon kerjasamanya ( halah, aneh !!!!!)

oklah…. yang penting usaha alias ikhtiar harus selalu diiringkan hadirnya dengan karib setia ;Do’a….
coz Allah always with us.. hanya Dia yang tau apa yang terbaik dan kapan saatnya….

*ternyata firasat itu benar adanya
beberapa kali bisikan mengganti judul hadir, tapi aneh, bagaimana mungkin setahun ditabung lalu harus rela dilepas….n now , saya mengerti.sungguh paham,,,, satu ton kerumitan dijudul lama itulah yang mengakibatkan bisikan dan mimpi – mimpi tersebut dihadirkan-Nya…

Alhamdulillah, drop yang dulu sempat menghajar habis alur hidup, kini lenyap terkubur..semoga tidak bangkit lagi dari alam kuburnya..

*let’s nyambung gambar,,,,,,,,,,,, ….manfaatkan waktu sebaik mungkin
*ingat pulang, ingat ur mom, 3 sister cerewet yang selalu menikamkan rindu, meski umur kita jaoh2, juga dua ponaan yang sampai sekarang lupa dikirimkan kado ultah, berhubung belum sempat keloket…, kalo keloket bakalan ingat pulaaang….

dan si maher zain,zain bikha n ahmad bukhatirpun setia menjerit – jerit, semarakkan malam kesekian mengejar rancangan..(hampir lupa pR tulisan..). semoga malam ini beberapa agenda rancangan ini kelar…….
ingat ingat SIDANG = PULANG

Banda Aceh, 24  maret 2010
saat FB berhasil dideletkan dari agenda  *merasa bebas dari gangguan*

rancangan pabrik dan rindu dalam satu paket

beberapa yang sudah terlewati ternyata tak cukup menutup pintu – pintu rindu, semua terbuka bahkan tanpa kunci khusus. langit banda aceh masih arak awan rindu ini, yang entah sampai atau tidak kedepan pintu yang selalu kurindukan. rindu pulang, dan akhir – akhir ini selalu saja jika rindu sudah menggedor, meski jadwal rancangan pabrik sedang dalam masa – masa padatnya, hadirlah abjad yang berserak, sekedar menghilangkan beban yang mengganjal agar kepala tak penuh muatannya dengan rasa – rasa yang harus benar – benar sabar dijaga.

rancangan hari ini sudah menginjak kearah perhitungan neraca massa, aneh memang, biasanya jika deadline sudah didepan mata tak peduli apakah asupan gizi cukup atau tidak, tak ada jeda pengerjaan selain untuk ritual – ritual harian. namun kali ini entah mengapa rasanya saya memang harus menuliskan beberapa kenangan ini, sebagai perekam hari – hari yang berpeluh dalam deretan nama tugas akhir.

namun, beberapa kisah yang terekam dalam bunga tidur adalah mimpi – mimpi yang semakin menguras perasaan, kenapa harus melihat mereka yang semakin mengguncang jiwa, lintasan jalan raya kota lahir dan sebagainya. aneh, biasanya jika kepala sudah terperas seperti ini, yang menyelinap keruang mimpi adalah “cari bahan- cari bahan – cari bahan” ya, itu – itu saja. mungkin ini sudah terlalu tinggi, sudah terlalu dalam, sudah hanyut, sudah tak tau lagi bagaimana menghalaunya.

sedikit menghibur diri sendiri, dulu saat masih berstatus mahasiswa penelitian, setiap pagi sudah terjadwal mengumpulkan literatur pendukung menuju perpustakaan induk universitas dimana tersedia hot spot gratis. saat garis – garis pagi masih samar membentang, saat lalu lalang kendaraan masih satu – satu dalam hitungan dan lampu – lampu belum padam total, dengan semangat  tinggi langsung saja saya menuju kesana, meski seringkali hanya saya saja satu – satunya pengunjung yang duduk ditaman perpustakaan, serem juga sih, tapi tekad sudah begitu bundar, jadi rasa takut tersebut mati sendiri. sesekali petugas kebersihan datang lebih awal dari saya, dan syukurlah kami sama – sama tidak terusik dengan keberadaan satu sama lain. saya baru kembali kekosan saat baterai laptop habis, dicharge lagi lalu kembali kelokasi yang sama siang dan sore hari, tak peduli meski matahari diatas sana menjuntaikan manik – manik keringat, kecuali jika langit sedang murah hati menyirami bumi barulah saya enggan keluar. yang terekam baik adalah saat sesekali menuju warnet, nah efek bahan yang urung disimpan kedalam file laptop karena keywords yang kurang klop, sampai – sampai dalam mimpipun  nuansanya selalu warnet – warnet dan warnet..walah..kacau ne..

perjuangan tersebut juga mengunci mati rindu pulang, saat itu semua mahasiswa sedang menikmati liburan semester dikampung halaman masing – masing, bahkan kos-an pun kosong, hanya tersisa mereka yang memang punay pekerjaan sampingan dibanda aceh. beberapa kali tawaran pulang disodorkan mereka, namun tetap saja sosok keras kepala ini enggan menuruti saran mereka. saya punya target dan target itupun harus menjadi nyata, karena terkadang memang ada beberapa bagian dari hidup yang harus sedikit dinomor duakan demi target besar. lagipula keluarga besar juga tidak sadar kalau seseorang ini sedang dalam masa liburan. 🙂

akhirnya setelah liburan semester berakhir, bahan penelitan pun terkumpul dan saya bisa menjadi peserta kedua seminar proposal setelah sebelumnya mahasiswa tertinggi IPKnya memulai start. lalu dilanjutkan kerja praktek setahun yang lalu..dan terakhir tinggal meneruskan langkah menyusun abjad dan garis – garis berwujud reaktor – reaktor demi dua huruf dibelakang nama.

oklah, dengan kerja keras dan do’a (dari para karib juga) semoga perjuangan ini segera lepaskan rindu, selesai = pulang

banda aceh, 3 maret

ruang seminat jurusan teknik kimia, sembari melirik neraca massa

selamat ulang tahun kakak pertamaku…

aku masih menghitung purnama

harap gegas semua tertata

aku tetap ingin pulang, segera