Tag Archives: berita duka

Aceh, 9 mei 2010

Siang tanggal 9 mei 2010 menjadi siang yang cukup mengagetkan. Cuaca tak terlalu panas bahkan terkesan mendung tapi hawa panas seakan – akan menjalar memenuhi setiap  ruangan. Dan langit  berwajah berbeda siang ini. Kami tersentak, terjaga, seolah kami masih tertidur. padahal tidak kawan.

siang tadi lepas azan zuhur berkumandang, sajadah siap saya bentangkan, lalu “kaaak, gempaaa” suara dari kamar di sebelah mengangetkan saya. Lalu pandangan saya beralih ke gallon air minum yang letaknya tak jauh di depan sajadah. Benar. Ternyata bukan keisengan saja. Air gallon bergerak menari – nari, air bak ruah , dan sayapun segera menuju pintu.Belum lengkap langkah saya menuju pintu keluar, goncangan semakin keras. Baca lebih lanjut

Selamat jalan, Allah memilihmu pulang

Pantas aja  akhir – akhir ini perasaanku sering membawa ruang fikir menjelajah hingga kampung halaman. Ruang demi ruang tersapa dalam mimpi, berulangkali adanya. Lalu puncak rindu itupun gugur tepat saat kebingungan dan kesibukan menghiasi hari – hari terakhir ini.

Dari sisi jendela kaca ini, aku hanya diam, diam , dan diam,belum mampu meneruskan kegiatan lazim yang kukerjakan, berdialog dengan rancangan pabrik. Aku masih diam menata perasaanku agar tak terlalu larut dalam duka, karena tangisanku saat ini sudah tidak ada artinya lagi, jadi cukup beberapa tetes dalam sujud sebagai pelepas rasa agar tak sesak nafasku.

Aku benar – benar terlambat pulang. Senja ini benar – benar kelabu. Mimpi yang menghentakkanku di malam penghujung minggu ternyata benar – benar beralasan. Sesosok manusia , sesosok wajah yang sangat kukenal menghampiriku, menangis mencoba merangkulku dan akupun sama. Sama – sama hendak menggenggam, sama – sama pula jemari seolah terlepas sebelum rangkulan hangat menghiasi tangisan kami. Saat itu aku masih mengulas , mencermati dan mengingat – ngingat dengan baik, sosok tersebut wajahnya sangat tidak asing, tapi bukan ibuku, bukan pula kakakku, lalu mengapa dia ada di dalam rumah kami. Meminta dido’akan. ya aku ingat menguatkan sosok yang tak kutau siapa saat itu, menguatkan dengan beberapa potong kalimat. Baca lebih lanjut

kematian, cemburu, dan juga bahagia

Membagi dua rasa yang menaungi  tampungan hati di hari ini dan kemarin…berhubung beberapa hari off ngeblog, (ga da ide)… 😀

DUKA

Saya tidak mengenal siapa beliau, tidak pernah bertemu langsung, tidak pernah berdiskusi, tidak pernah menolong ataupun ditolong oleh beliau setahu saya beliau adalah orang baik, itu saja. Namanya seringkali disebut oleh aktivis kampus, terlalu sering bahkan. Meskipun sering mendengar, namun tetap saja saya tidak pernah mengenal beliau secara langsung.

Hari kamis, 8 april,menjadi hari pertama dan terakhir saya mengenal beliau, mengenal dalam artian mengetahui siapa beliau sebenarnya. Walaupun tetap tidak bertemu langsung, berdiskusi ataupun sekedar menyapa saudara seiman ini. Saya mengenal beliau dari orang – orang yang tidak pernah saya kenal, mereka adalah sahabt – sahabat terbaik, yang memiliki sahabat spektakuler seperti beliau. Sosok yang sangat baik, suka menolong dan juga motivator bagi orang – orang yang mengenalnya. Saya baru tahu kalau beliau ternyata penulis buku terbitan PRO- U media, 2008 nyala satu tumbuh seribu, Penulis muda yang berbakat MARTONIS TONY ,..  Orang yang hebatlah pokoknya…dan semua ini saya ketahui melalui abjad – abjad yang hadir di wall fb beliau, kata – kata manis dari sahabat – sahabat beliau, yang  semuanya merangkum kebaikan beliau selama hidup didunia. Baca lebih lanjut