Tag Archives: Aceh

POSTINGAN ATAS KEMBALINYA SAYA :D

Sejak  dari tadi, kemarin , kemarinnya lagi dan hari-hari sebelumnya, sejak saat pertama kali saya kembali ke tanah rantau yang lokasinya sebenarnya tak terlalu menelan ratusan tahun cahaya, tak perlu menelan jarak satu hari satu malam perjalanan, bahkan tak perlu menelan ongkos lebih dari seratus ribu rupiah, sejak itu pula tekad saya berganti bulat. Ibaratnya,  kalau saya katakan adalah ruh rajin saya yang dulu sedia di dalam diri saya hingga kadangkala menjadikan kawan-kawan saya ketakutan mendengar penuturan saya yang kelewat ambisius perihal kampus, baik masalah proposal  yang belum jatah, namun nekat diambil hingga masalah lainnya yang benar- benar telinga saya mendadak tuli dari omongan orang. Baca lebih lanjut

Catatan untuk akhir bulan ini

Lagi – lagi disergap bosan. Banyak alamat yang harus dikelarkan, tak hanya alamat email yang harus dikirimi naskah, tapi juga alamat rumah yang harus segera disinggahi. Tak elak, kepala yang sudah terasa dijungkirbalik gara – gara  hitungan neraca yang merupakah salah satu anggota tubuh si Rancangan akhir, akhir – akhir ini mengakibatkan saya semakin bersikap tak jelas. Kerap berjalan sendirian tanpa arah, mencoba melepas penat, bahkan merasa angker dengan gedung teknik kimia tiga tingkat dan juga biro rektorat. Kadangkala dengan sengaja tidak melangkah keluar kosan. Tak ingin tau apa yang terjadi di luar sana. Butuh ketenangan ekstra. Bahkan malam – malam panjangpun yang biasanya di isi pencarian info – info terbaru menjadi lenyap sama sekali. Jika si hitungan tak mampu lagi diterima kepala, otomatis saya akan langsung memejamkan mata. Tak terima rasanya,  jika harus berselancar beberapa jenak, sedangkan misi utama itu -terkesan- terabaikan. Inilah dilemma sang pejuang garis akhir.

Mengisi kekosongan jeda, hal yang saya lakukan adalah menelusuri jejak – jejak kompetisi menulis, dimanapun dan kapanpun. Tak peduli apakah masuk akal jika saya yang sama sekali tak segaris posisinya dengan peserta – peserta yang umumnya nama – namanya sudah tersohor di deretan penulis (papan ataskah atau pendatang baru) yang penting kenekatan itu tetap berjalan. Ada beban mental rasanya jika mengetahui suatu kompetisi ada dan ternyata naskah yang sesuai kelar pengerjaannya, tidak dikirim. Ya , meski dari berpuluh yang diikuti hanya dua atau tiga persen saja yang tertera huruf – huruf penyusun nama saya di dalamnya. Baca lebih lanjut

Reuni meureubo Harvard…..

Salam..

Pagi, siang , sore, malam, tengah malam, de el el..

Huaaaaaaaa… lama ga posting…

10 bab tugas akhir plus lima lampiran yang sekali print total bakalan habisin dua rem kertas itu bener – bener nguras tenaga…but, nguras tenaga bukan berarti jadi kering kerontangkan? Apalagi tiga hari ini Banda Aceh mulai diguyur hujan lagi.  Setelah sekian lama dilanda terik dan tentu saja mati lampu.(musuh utama mahasiswa tugas akhir , laptop ga bisa nyala).

Alhamdulillah sudah ada kemajuan sedikit. (meski dikiiit banget,tapi tetap harus disyukuri, karena Allah punya rencana, yang penting usaha n do’a tetap sepaket).

Sedikit cerita, biar blog ini ga kosong.

Sabtu kemaren saya dan beberapa anak kos lama, anak meureubo Harvard (cieeee)…. Wait, jangan kira ada salah satu diantara kami yang  kuliah di Harvard sana yaaaaa, nooo…. Ini hanya julukan untuk keasrian yang tertangkap oleh bola mata jika melintasi kawasan meureubo. Satu – satunya kawasan di area Darussalam (area kampus) yang terasa dingin, dengan pohon – pohon asam menjulang di kiri kanan jalan, n pokoknya adem lah kalo lagi terik – teriknya (sedikit mengurangi).

Setelah dua tahun berpisah dengan senior – senior di kos, beberapa tamat kuliah n pindah kosan akhirnya kami sua kembali di ayam lepas kawasan lamprit, tepatnya di depan SMU n 3 Banda Aceh.. Yah begitulah kebiasaan di kos saya, kalau sudah tamat memang harus keluar karena kosan ini memang diperuntukkan bagi anak – anak mahasiswa..

menu utama ayam lepas, lucu ya namanya, minumnya  teh dingin (hujan lebat lho…hehehe),  plus perbincangan yang merambah keseluruh pelosok masalah hidup. (sayang file foto makanan n personelnya masih belum ditangan, jadi ga bisa di upload )

Mulai dari masalah pekerjaan sang senior, tugas akhir beberapa kepala yang berkumpul, sampai masalah kesehatan dan ekonomi syariah.. hahai… pertemuan yang sungguh merangkul diskusi dan tambahan informasi.

Yah, memang  jika kumpul – kumpul itu diniatkan untuk hal – hal yang baik, akan ada manfaat di dalamnya. Banyaaaaaak banget ilmu dari mereka. Terimakasih kakak – kakakku ….semoga kalian makin sukses, apalagi buat yang udah bayarin . (padahal enggak serius minta di bayarin, tau – tau beneran)

——————–

Mengutip puisi lama

sungguh rasa ini kian hadir
dalam desah nafas yang kian menepi
tak rasa jua satukan fikir
remuk semua dalam bait – bait sunyi
bait – bait rindu

duhai ibu
lantunan qira’ah mu kurindu
tegur kemalasanku kudamba
dan kisah klasikmu dari tanah suci kerap curi lelap malamku

ibu
hitungan purnama masih kuabsen
agar hadir sehelai penentu pulang
tak mau larut dalam dimensi usang
karena sungguh inginku bangun peradaban baru
tak lagi berbatas status pun dimensi

ibu
tak hitung lagi peluh dan tangis sama kita tawan
kais rindu agar tak benam karakter
agar kian sambangi ruang bahagia

ya, rindu yang baitkan pinta pada-Nya
terjaga dari segala hantaman
dan juga cicil cinta agar sungguh lepas hiasi angkasa
cicil ayat yang kita jadikan kunci

ibu
ulang detik tanyakan serupa
rindu ada atau terselip?
dan abjad papar semua dalam suara
ada rindu disini dan disana
terhias serupa dalam pura
ya, pura – pura tak rasa

ibu , tak kuundang cemas
namun terlalu gegas merembes
cemas tak kupunya sisa detak tuk tatap wajahmu
cemas sama tak punya waktu tuk saling bicara

ibu, anakmu rindu… 😦

—–

maaaaaaf sekali lagi..kalo balasan kunjungannya lamaaaaa.. lagi semangat – semangatnya nyusun tugas akhir..

terimakasih sudah berkunjung

Banda Aceh, 7 juni 2010

Buku, rak dan Ayah

malam ini, rindu lama itu lindap lagi.

beberapa menit lalu saya mencoba mengganti layout sebuah account, dan tiba – tiba plilihan jatuh pada gambar perpustakaan, lebih tepatnya rak buku yang muatannya penuh. gambar itu lebih tepatnya disebut lukisan, warnanya coklat, buku – bukunya juga demikian.
————————–

———————————————————————————–

haru itu muncul lagi, kenangan lama. beberapa buku diatas meja, dengan kaca mata minusnya, selonjoran ia menikmati siang yang bagi sebagian kalangan seumur beliau kebanyakan di isi dengan tidur siang.

si kecil yang selalu iseng menghampiri beliau, menggeliat manja, mengintip bacaan beliau juga menyerakkan buku – buku di atas meja. sesekali melirik kerak buku yang penuh dengan buku – buku yang terasa asing dan sepertinya kurang menarik kala itu. maklum, si kecil yang masih balita ini lebih tertarik dengan buku – buku bergambar menarik dan berwarna – warni.

hingga akhirnya, beberapa tahun kemudian, saat si kecil tak lagi kecil, tapi tetap menjadi si kecil kesayangan sang ayah, saat usianya beranjak remaja, sosok yang mengenalkan bagaimana nikmatnya membaca, sosok yang menyediakan rak buku kaca di ruang bacanya yang sekarang disulap menjadi ruang tamu kedua-mengingat lebih efektifnya ruang baca merangkap ruang keluarga- akhirnya pulang kembali ke muasal.

tak harta melimpah ditinggalkan untuk si kecil ataupun kakak – kakaknya, tapi rak buku itu menjadi kenangan yang tak terlupakan. “ada beberapa buku bagus yang raib, entah siapa peminjamnya, ibu lupa” ucap sang ibu sambil menerobos kaca penutup Rak buku. Baca lebih lanjut

Aceh, 9 mei 2010

Siang tanggal 9 mei 2010 menjadi siang yang cukup mengagetkan. Cuaca tak terlalu panas bahkan terkesan mendung tapi hawa panas seakan – akan menjalar memenuhi setiap  ruangan. Dan langit  berwajah berbeda siang ini. Kami tersentak, terjaga, seolah kami masih tertidur. padahal tidak kawan.

siang tadi lepas azan zuhur berkumandang, sajadah siap saya bentangkan, lalu “kaaak, gempaaa” suara dari kamar di sebelah mengangetkan saya. Lalu pandangan saya beralih ke gallon air minum yang letaknya tak jauh di depan sajadah. Benar. Ternyata bukan keisengan saja. Air gallon bergerak menari – nari, air bak ruah , dan sayapun segera menuju pintu.Belum lengkap langkah saya menuju pintu keluar, goncangan semakin keras. Baca lebih lanjut

pelajaran penting hari ini

Apa kabar sahabat – sahabat blogger sekalian? Semoga sehat – sehat saja ya., bahagia dan juga mampu mensyukuri hidup yang masih kita jalani ini. Karena semakin kita bersyukur, sepelik apapun hidup yang kita lalui semuanya akan terasa begitu indah. Ya, karena hati yang bersyukur senantiasa lapang hingga apa – apa yang ada di dunia ini tak menjadikannya risau.

Tadi sore akhirnya setelah genap sebulan saya sebagai mahasiswa semester akhir salah satu unversitas di jantong hatee rakyat aceh yang memborgol saya untuk stand by di depan laptop ahirnya keluar juga, sekedar menikmati angin sore. Perjalanan yang lumayan jauh. Biasanya hanya berkisar antara sector selatan hingga simpang galon saja untuk urusan memberesi si cacing yang sedang demo. Jaraknya kira – kira 15 menit jalan kaki. Dalam seminggu mungkin hanya satu atau dua hari saja saya menggerakkan kaki ini, (keterlaluan sangat) untuk keluar. Selebihnya untuk urusan – urasan kecil biasanya kawan satu kos selalu bisa diandalkan. Baca lebih lanjut

agendakan langkahmu

menyia- nyiakan waktu merupakan kejahatan bunuh diri secara perlahan – lahan. Siapa yang membunuh waktu maka sesungguhnya ia telah membunuh diri sendiri ( Dr. Yusuf Al-Qardhawi).

sore ini, masih dalam agenda yang full dengan menulis. setelah melirik lagi mading kecil diruang rehat saya ternyata banyak lomba menulis yang deadline nya bulan ini. Dan ini berarti saya harus lebih giat lagi dan gencar menyelesaikan artikel – artikel yang akan dilombakan. setidaknya ada 3 lomba utama dibulan ini dengan deadline yang saling sambung menyambung satu sama lain.  tak boleh ada istilah menunda lagi. dan tiba – tiba saat saya mencoba mencari referensi tulisan, mencoba mencari beberapa ide yang bis aditambakan dalam artikel – artikel yang sudah didraftkan beberapa minggu yang lalu, akhirnya saya temukan lontaran seorang Yusuf Qardhawi yang sungguh menyentakkan dan benar – benar terbaca disaat yang tepat.

waktu memang tak boleh disia-siakan, dimubazirkan begitu saja, rasanya perlu jika kita setiap hari menyediakan beberapa menit untuk mencatat agenda apa saja yang akan kita lakukan, menentukan prioritas, dan tentu saja menjalankan agenda tersebut, bukan hanya planning saja.

beberapa tips yang mungkin berguna

  • buatlah agenda harian. bisa sebelum tidur atau saat fajar menghampiri. evaluasi kerja dan juga mengingat kembali beberapa janji dalam agenda.
  • agenda mingguan juga perlu untuk ditulis, begitu juga agenda bulanan (untuk target- target khusus tentunya)
  • List yang sudah dibuat, bukan hanya untuk dilihat – lihat saja, tapi lakukanlah pekerjaan sesuai yang ada dilist,
  • jika mendadak ada hal – hal tak terduga yang harus dilakukan, segera ditulis dalam daftar agenda
  • harus bawa buku agenda kemana- mana? atau tulis dikertas – kertas?tentu saja tidak, catat saja diHp, (kan sudah menjamur)
  • akan lebih baik,-jika memang mau- printkan agenda besar (apakah target mingguan , bulanan, tahunan) lalu tempel didinding atau pintu kamar, yang penting mudah dilihat dan dibaca.
  • jika mau lebih eksklusif, buat saja mading kecil diruang istirahat, lalu berkreasilah agar target- target pekerjaan anda bisa senantiasa terbaca, terliht menarik dan memacu semangat anda untuk menyelesaikannya tepat waktu.

baiklah semoga bermanfaat

banda aceh, 8 maret 2010

seharusnya kemarin sore dipost, berhubung agenda pemadaman masih berlanjut, jadi ditunda  😀