Monthly Archives: September 2010

Catatan liburan lebaran

Lebaran tahun ini benar-benar lebaran yang berbeda. Sungguh berbeda. Dan jika benar, ini adalah lebaran terakhirku, maka aku merasa makna fitri itu benar-benar menyebar, menyeluruh, meliputi seluruh sendi, dan aku benar-benar merasa berdetak. Benar-benar berdenyut. 

kisah ini dimulai dari lebaran pertama. ada yang berbeda dengan lebaran kali ini. kerut-kerut wajah nenek tak lagi ada. Ia sudah pulang ke Rahmatullah beberapa bulan yang lalu. Rumah nenek benar-benar sepi. Tak ada jamuan besar seperti biasanya. Paman dan mak cik yang rumahnya jauh pun tak kelihatan batang hidungnya. ada kehampaan di sana, apalagi saat aku melihat gelaran tikar yang sudah berbeda warnanya, juga kue-kue lebaran yang juga tak sama dengan saat keberadaan nenek masih di rumah tersebut. Penghuninya sekarang hanya mak cik yang paling muda, jadi paman dan mak cik lainnya tidak berkumpul di sini. Kami kehilangan markas besar. Baca lebih lanjut