Perguruan Tinggi Idaman, dalam catatan definisi seorang pemimpi

Mendefinisikan Perguruan tinggi idaman? Beberapa waktu lalu, berkali – kali saya menemukan keyword ini yang berhubungan dengan Lomba Blog UII di dunia web. Mulanya saya enggan terlibat dalam lomba tersebut , bukan apa- apa , karena masih merasa sangat baru di dunia blog. Namun, setelah membaca ketentuan dari web Universitas Islam Indonesia ini akhirnya saya turut serta juga.

Menjadi salah satu mahasiswa di Perguruan Tinggi Favorit Indonesia merupakan mimpi setiap orang, lalu bagaimana kriteria sebuah perguruan tinggi menjadi layak disebut Perguruan Tinggi Terbaik? Baiklah saya akan menjabarkan apa – apa yang ada dalam fikiran saya dalam point – point berikut (murni pendapat sendiri tanpa intimidasi pihak manapun dan ini muncul berdasarkan pengalaman pribadi karena kondisi yang saya temukan tidak sepenuhnya seperti ini)

  • Saya ingin menemukan kampus yang halamannya terlihat sejuk dengan pepohonan rindang di kiri kanan jalan menuju kampus. Hamparan rumput jepang di halaman kampus, juga beberapa bangku kecil di sepanjang taman yang bisa digunakan mahasiswa utuk rehat sejenak sambil menunggu kelas berikutnya sembari menikmati bacaan – bacaan yang nyaman. Juga berharap ada sebuah kolam ataupun sungai buatan ditengah – tegah kampus yang dipinggirnya juga terdapat bangku  dan pepohonan rindang, serta bebas dari tumpuka sampah. Jadi ibaratnya selain menghilangkan lelah mahasiswa bisa menikmati bacaan secara nyaman.
  • Perpustakaan yang saya harapkan hadir dikampus juga bernuansa seperti ini, dikelilingi taman berbunga warna – warni, dan setiap pengunjung diperkenankan membawa buku bacaan keluar dari perpustakaan untuk dibaca di taman. Istilahnya ruang bacanya tidak hanya ada di dalam ruangan, tapi tersedia juga meja di ruang terbuka yang berada  di taman yang dikelilingi oleh rimbun pepohonan dan aneka ragam bunga. Juga bangku – bangku yang tersusun rapi di sepanjang taman perpustakaan. Sedangkan ruang baca di dalam perpstakaan di desain menghadap ke taman, sehingga mahasiswa bisa juga merasakan sejuknya pemandangan dan menghadirkan suasana belajar yang nyaman.
  • Lahan parkir kendaraan letaknya jauh dari pusat belajar kampus, maksudnya hanya digerbang utama saja.  Untuk menuju kampus  masing – masing disediakan mobil berbahan bakar ramah lingkungan yang diproduksi sendiri oleh universitas, selain mengurangi polusi udara juga mengurangi polusi suara karena modifikasi mesin hingga menciptakan suatu kendaraan yang minim menimbulkan keributan. Mobil ini dinaiki oleh para dosen dan mahasiswa. Kondisi kampus yang berdekatan dengan jalan raya menurut saya sendiri tidaklah efektif, karena suara kendaraan sesekali memecah konsentrasi.
  • Setiap mahasiswa hendaknya difasilitasi laptop rakitan kampus untuk menunjang proses belajar, dengan syarat selepas masa pendidikan harus dikembalikan. Alasannya penyelamatan lingkungan. Kalau memang terus menerus mencatat, otomatis kebutuhan kertas menjadi semakin bertambah, dan ujung – ujungnya akan semakin banyak pohon yang ditebang yang akhirnya semakin merusak lingkungan.
  • Setiap mahasiswa diwajibkan memiliki blog pribadi, begitu pula para dosen.  Jadi sehari sebelum matakuliah dimulai, mahasiswa ataupun dosen harus rela megobrak – abrik  web. Dosen menuliskan point – point  penting yang akan diajarkan besok , dan mahasiswa harus membacanya dan mencari referensi yang berkaitan karena selalu diadakan pre test saat matakuliah dimulai. Lalu, setelah mata kuliah selseaimahasiswa diwajibkan menuliskan rangkuman mata kuliahnya dengan bahasa sendiri diblog, untuk selanjutnya dinilai oleh dosen, syarat utama harus bahasa sendiri meski amburadul, karena meminimalisi budaya menyontek  dan diselesakan dalam jangka waktu 24 jam.
  • Saat ujian kiat yang jitu adalah semua mahasiswa akan menerima soal dari para dosen melalui blog sang dosen lalu langsung memposting jawaban diblog dengan pengawasan dari dosen. Pengerjaannya dimana saja. Dosen dengan kreatifitasnya menyediakan pilihan soal acak yang harus dijawab sehingga benar – benar meminimalisir tradisi contek – menyontek. Pada setiap akhir semester, sebagai nilai tambah maka dibuatlah lomba ringkasan semua matakuliah, masing – masing dalam satu alinea yaitu menyebutkan point – point penting selama satu semester, pengerjaannya dadakan. Jadi, benar – benar melatih daya ingat mahasiswa. semua ini tentu saja harus didukung dengan adanya hotspot gratis sehingga mahasiswa tidak perlu pontang – panting mencari warnet hanya untuk menyelesaikan tugas. Universitas juga memiliki web yang menyediakan jurnal –  jurnal terbaru baik dari dalam maupun luar negeri. Dimana kebanyakan jurnal ilimah yang berasal dair luar  tidaklah free alias berbayar.
  • Dosen – dosen terbaiklah yang mengisi mata kuliah , mereka yang benar – benar mampu menproritaskan kampus dibandingkan job – job sampingan sehingga mahasiswa tidak  telantar dalam artian jadwal yang sering molor dan di gonta – ganti seenaknya saja oleh dosen yang sibuk diluar. Tanggung jawabnya sebagai dosen adalah hal yang sangat berpengaruh bagi pola fikir mahasiswa. Kalau dosennya sendiri sering tidak disiplin dan bertanggung jawab bagaimana mencetak generasi yang disiplin?
  • Selain itu fasilitas penelitian bagi mahasiswa juga tersedia lengkap. Sehingga untuk riset menjadi lebih mudah, tidak perlu repot dengan pengiriman sampel penelitian keluar universitas dan harus menunggu berbulan – buan untuk selesai dianalisa hanya karena fasilitas kurang memadai.
  • Selanjutnya kampus harus bebas dari asap rokok, setiap pelangggar diberikan hukuman tak peduli dosenkah, mahasiswakah.
  • Universitas juga menyediakan fasilitas pengembangan bakat bagi mahasiswa misal klub menulis, basket, sepak bola dan lain – lain. Sehingga mahasiswa berbakat bisa semakin berkembang, jadi tidak hanya mendapat asupan ilmu sesuai bidang melainkan juga bisa mengembangkan bakatnya.
  • Dan yang terakhir  yang paling penting adalah biaya  yang tidak terlalu mahal. Serta beasiswa yang rutin diberikan bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Univrsitas juga menyediakan asrama bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah yang lokasinya tiak terlalu jauh dari universitas, serta tersedianya rumah ibadah di asrama dan juga di dalam komplek universitas.

panjang yaa tulisannya…Hanya sekedar menuangkan apa – apa yang menjadi harapan. Bagi anda yang menemukan criteria perguruan tinggi seperti ini, tolong share ke saya sebagai referensi S-2 saya kelak. Terimakasih  (ada ga ya????)

Iklan

22 responses to “Perguruan Tinggi Idaman, dalam catatan definisi seorang pemimpi

  1. susah itu syarat terakhir, kalau mau kualitas bagus, biasanya ya “mahal”…

  2. he’em sekarang bener bener mahal….
    tp oby berharap bisa kuliah di al jazair
    universitas cairo
    kayaknya kerren di sana >,<
    islamnya kuat bangeeett

    salam
    dri blogegr abnormal

  3. Kalo ada yang seperti ini saya juga mau kuliah seumur hidup.

  4. wahhhhhhh kalo seperti diatas.. Lia juga mau.. hehhehe

    salam kenal

  5. mantap.. sesuai juga dengan mimpi saya….

  6. semoga sukse lomba blognya 🙂

  7. wakakaka
    makasaih mbak shafira do’anya
    oby akan berusaha 😀

    satu dua tigaa
    oby tungug postingan selanjutnya

  8. o.o.ooooooohhh <== knapa nih orang XD

    blog dah di pasang di blogroll tho
    hehehe
    makasi yah mbak shafira
    oby pasang balik 🙂

  9. Wah… saat ini konsep perguruan tinggi seperti itu masih sebatas harapan ya. Ada satu-dua yang masuk kriteria, tapi yang lainnya tidak. Tinggal pilih saja, mana yang terbaik menurut kita. Pada akhirnya terserah kita yang menjalani, sih. Kalau dikasih laptop satu-satu, sudah bisa apik merawatnya atau nggak, sudah bisa jamin bakal dikembalikan (dalam keadaan uth dan terawat) nggak di akhir tahun akademik…? Soal blog yang perlu digalakkan, wah… ini juga masih utopia kayaknya ya 😉 Ada nggak dosen yang sudah pakai fasilitas blog untuk menyebarkan poin-poin materi kuilah? Tapi idenya patut dijajagi juga sih. Siapa tahu.. beberapa tahun mendatang… 😉

    • iya sih mba.. nah untuk laptop ini sepertinya lebih bagus produksi kampus sendiri jadi ibaratnya rekan – rekan yang bergelut dibidang rakit merakit komputer bisa dapat job sendiri dari kampus.. so , bisa di reproduksi sendiri, tanpa harus keluar biaya selangit..

      hhehehe..blog??? hanya hitungan jari dosen yang punya…, kampus saya saja tidak ada seorangpun yang punya… padahal blog sendiri merupakan wadah yang paling TOP untuk mengembangkan kreatifitas.. percuma saja baca banyak buku, kalau ternyata hanya mengendap dan berkerak di kepala, kalau penyampaian lisankan sering tak bisa di edit dan belum tentu penyampaiannya bisa di terima oleh sang mahasiswa..

      😀

      mudah – mudahan para dosen segera ambil start untuk buat blog… ( buat para dosen yang baca, ataupun dosen saya sendiri, 😀 maaf ya pak, buk,,, cuma menyampaikan harapan – harapan saja)

      terimakasih sudah membaca

  10. Berkunjung menjalin relasi dan mencari ilmu yang bermanfaat. Sukses yach ^_^ Salam dari teamronggolawe.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s