Dan keanehan lama lahir kembali

kucemas lagu lama itu berdendang, kututup rapat kedua telinga, lari menentang angin, membelah rimba yang kian tak terurus.

aku masih menjadi kerikil, tak cadas, tak lembut, tak pula rapuh, sebut saja tak jelas struktur penyusunnya

aku masih mampu menatap ilalang senja yang menari dibawah jingga, juga guguran bunga kuning yang meluncur dari batang – batang hijau dimula persimpangan jalan menuju ruang rehatku.

kuning jingga bertabur menutupi coklat tanah, mengikat erat debu – debu, hingga dengan lembutnya membaringkan debu – debu dibawah selimutnya, menabur indah warna kuning beraroma harum, menyelinap melalui indera, lalu menelisik memecah sel – sel saraf yang sudah kaku.

matahari masih sama lembutnya, sama kerasnya, sama ramahnya. sesekali tegas bertapa gugurkan bulir bening, selayaknya kuning pengikat coklat tanah. lalu hijau yang sama menyapa dari seberang jalan, seberang jalan yang sengaja tak ingin kutoleh.

satu persatu lembar lama muncul memecah fokus di trotoar yang juga tersapa kuning jingga, semerbakpun tak mampu layarkan beberapa perahu ingatan agar lari menjauh…menjauh..dan menjauh….

senja yang sama seperti dulu, saat perih ternyata masih ada. aku hanya ingin mereka bahagia, bukan menjadi benalu penyiksa.

lalu, kupalingkan wajah mencoba meredam segala rasa tertikam, mencoba mencari wajah – wajah lugu penyedia senyum tulus nan riang. kutemukan!!!!. lalu aku lari, lari meringis, membiarkan angin menyapu sisa kelopak, kutemukan pahit,,pahit..pahit….

senyum tulus mereka justru lemparkanku kedimensi yang kupura – purakan lupa, dimensi dimana ada beberapa poin penting yang kusengajakan kuabaikan, sengaja agar tak perlu lama kelopak mata berair.

lalu??

sudahlah, aku masih bisa berbincang dengan rumput kecil disepanjang trotoar tersisa, membagi rasa yang telah lama kucekal, membagi kenangan bersama mereka………..

aku rindu mereka…..

anginpun memainkan kertas – kertas kenangan, gambar kenangan,,,,,, berharap kafan tak harus terbeli dalam waktu dekat, aku ingin pulang bersama jasad dan ruh…….

itu saja..itu saja…..
melodi sendu masih meluncur disela – sela tarian rerumputan, mencacah perasaan…..bahkan jejak kisah…..

Banda Aceh, 25 maret 2010
suatu ketika diantara gugus rasa yang entah bagaimana dimaknai, cemas, harap, rindu mati, rindu pulang, merangkum point penting

Ya, Aku memang Aneh,,,,,,,,

Iklan

10 responses to “Dan keanehan lama lahir kembali

  1. satu kata.. Mantap !
    Pemilihan katanya bagus 🙂

  2. undanngan untuk anda untuk berpartisipasi lagi berkomentar di blog jelek kami di tips kita dan sebbelumnya saya hanya ingin katakan bahwa blog anda ini sangat luarrr biasa….

  3. waaaah……
    bahasanya simpel tapi gregetnya pas…
    kayaknya kakak cucok banget ketemu sama maestro andi…
    heheheh
    kkunjungan baliknya ku tunggu yah

  4. kereeeeennn… 🙂 bagus rangkaian kata”nya kawan 🙂

    HIDUP!!! ^_^

  5. Rindu..resapilah karena dia buah dari cinta….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s