untuk mereka : wajah – wajah Oman

akhir – akhir ini, semua yang kutulis terasa hambar, benar – benar tak tercecap rasa apapun. seolah aku kehilangan bahasa anehku, entah tercecer di selokan mana, entah di curi siapa.

Tapi Untuk kalian, ku tulis ini, semoga gelar jum’at ini tak terhalang apapun. mengingat setahun genap kita tak sua. lebih beberapa dalam hitungan hari, terangkum dalam ikatan angka – angka bulan, dan hitungan kilometer ataupun strata yang sudah berbeda.

Maaf, jika bahasa ini terlalu sederhana ataupun hambar. Tak ada alasan bagiku menolak takdir. sesekali otak kanankupun perlu direhatkan. Bukan memanggil kemalasan menulis, sungguh bukan. hanya saja sahabat kalian ini sedang mencicil abjad untuk KArya Besar  yang semoga saja mampu lepas memecah langit sebelum gelar sarjana di tangan. Ataupun lebih elok lagi jika beriringan hadirnya. bukan hanya sekedar lepas ikatan dengan almamater, tapi secuil keinginan lama agar mereka diluar sana juga mengenal dan mampu merasa tapak – tapak kami di kancah calon – calon pengelola industri….membelah keilmiahan yang dicicil dalam sajak – sajak kecil, dalam catatan – catatan kecil..

Ditulang rerumputan ini kutulis pesan rindu
Layaknya pasir – pasir dan kerikil di taman rahasia
perekam tapak lama kita
harap pasir debu tak gegas dirayu bayu,lalu lekas alpa cerita
karena adamu ada cerita
dan kutunggu kalian sama di Ruang hijau, : ruang rindu
sembari mengetik kisah sendu dan bahagia yang ingin kubagi


atap rumput ini masih setia bersama embun
dan akupun sesekali mencuri dengar cengkrama mereka
berharap ada kabar tercermin dari sana
: kabar dari kalian

lihat bening itu,
biarkan ia jatuh satu – satu
agar terbaca oleh tanah bagaimana dimensi yang berbedapun tak cukup menghapus persaudaraan ini
kita sama terikat saudara sejak tangisan pecah dari rahim para ibu
sejak kumandang pertama berhasil memecah langit
Atas nama keimanan, beriring ditangga yang sama, bukan untuk mendahului ataupun membelakangi, tapi beriring dengan tegap langkah yang sama agar tak lagi ada yang jatuh lalu terkelupas.


menunggu kalian, wajah – wajah oman, setahun lebih..setahun lebih…
(pake bahasa indonesia saja ya!!!, but kursus bahasa asing beberapa bolehlah..)

disudut sebuah kota yang ingin kutinggalkan segera, kota seribu lilin
18 maret 2010
11.18 di layar kotak
menunggu kurang lebih 29 jam lagi…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s