acehku, diusik lagi

entah bagaimana semua ini bermula. pertanda apa lagi ini. tak kunjung selesai rasanya. hari berikat bulan dan tahun lepas MOU yang berkabar akan status damai dinanggroe ini benar terjadi. satu persatu letupan senjata api berkurang, pelan dan lalu lenyap dari genderang telinga yang biasanya harus selalu siaga jika keadaan sedang memanas. jarang lelap bisa dicapai disuatu daerah yang terkenal sebagai basis.

kehidupanpun berlangsung menyenangkan, tak perlu khawatir lagi jika harus berkelana keluar kabupaten dan melintasi jalan raya, aman dan terkendali. :), bahkan malampun tak sepadam beberapa tahun silam. rasa was – was lenyap sehelai demi sehelai, udara pagipun terasa lebih sejuk, tak kaku angin berhembus, tak lagi ada kabar aneh yang terbaca melalui angin yang sesekali hadir, hanya untuk berkabar dalam kebisuan.

lalu beberapa waktu ini, kami sama tersontak, tak ada yang menyangka ada pihak yang memanfaatkan kedamaian yang masih hitungan jari umurnya, mengoyak perjuangan para srikandi perdamaian. Acehbesar menjadi sarang ternyaman mereka yang tak tau alamat. ya, mereka yang tak tau bagaimana menghargai air mata dan tetes peluh kami. entah siapa mereka..entahlah…  akhirnya cemas kembali lahir dari jiwa – jiwa kami.. terucap terimaksih untuk kalian yang hadirkan waspada kami, hadirkan aturan baru lagi disini, meski kami dilarang cemas, dilarang panik, tapi tetap saja bayangan masa – masa kelam hadir lagi..

adakah kalian pernah menghitung air mata kami?

Banda Aceh, 6 maret 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s