ruas teguran *untuk diri sendiri*

jerit malam pun terdengar kicau pipit kecil dikala fajar
luputlah kantuk tergelar
lalu eja garis – garis dalam panjang kelakar
: kelakar bernyawa harus segera kelar

lalu sang waktupun kisahkan beberapa nasihat
urung pula sibodoh ini baca dan rajut
lalu kecap beberapa pahit
menawan diri dalam penyakit

ahai, duhai diri
lupakah kau ada hak atas raga yang masih tegak berdiri
pada beberapa yag telah terjanji
dan kini kau ciciplah semua duri
bawa saja kealam mimpi
biar seragam rasa terbeli

banda aceh, 4 maret 2010
* menegur diri sendiri*

Iklan

14 responses to “ruas teguran *untuk diri sendiri*

  1. Subhanallah..teruslah berkarya

  2. menegur diri
    menuturkannya dalam puisi
    indah sekali…

    Salam kenal

  3. indah, menyejukan.. ayo kita selalu bersyukur. masih diberikan nikmat yg tak terhingga.

    salam.. πŸ˜‰

  4. mhm…keren puisinya..
    mantap mbak…

  5. Senang bertemu teman sesama penyuka puisi dan bersajak.

    Puisi yang indah, πŸ˜€

  6. Pun ini menegurku thanks

  7. Setiap saya ketemu puisi, kadang saya kesulitan mencari maknanya. Kalau ini apa kita harus memenuhi hak-hak tubuh, ex : haknya mata, yaitu tidur ketika ngantuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s