Monthly Archives: Maret 2010

surat terakhir dari si penyakitan (hanya sebuah cerita)

Aku kembali merenung, menarik nafas dalam dan mencoba mengaitkan koordinat – koordinat yang terus melintas di depanku, koordinat masa depan yang entah akan menemui puncaknya dan sketsa bayangan masa lalu yang kian menusuk – nusuk lembar – lembar ingatanku, ahh,,, percuma rasanya. Kuubek – ubek memoriku, tapi terlalu kecil kecepatan yang tersisa untuk menjalankan fungsi otakku.

Siluet yang tak pernah lupa mengunjungi ku di senja – senja terakhirku, benar – benar melegakan sedikit, yah walaupun hanya sedikit, tapi setidaknya, aku merasakan kehidupan masih bisa berpihak padaku.

Saat dukaku menjadi kilasan – kilasan yang tak berarti bagi orang lain, bahkan tak bisa terbaca karena kediamanku, aku masih memiliki Dia, ya, hanya Dia, tempatku melabuhkan segala perasaanku, yang takkan pernah membocorkan rahasiaku, tidak seperti segelintir orang yang sempat menyebutku sahabatnya, namun kemudian tanpa segan – segan melemparku kejalanan setelah mendapatkan keinginan – keinginan mereka.. aku kembali disini, seperti awal – awalku injakkan kaki di trotoar yang tak sanggup kulalui tanpa izin_Nya

Hari ini hari kesekian dalam hidupku, berada di ruang putih beraroma anastesi , hah, ruang favoritku beberapa bulan terakhir… selesai terapi kembaliku lanjutkan tulisanku, tapi kali ini bukan tulisan motivasi ataupun novel – novel bersetting negeri – negeri yang luar biasa indahnya, karena tulisanku telah selesai dan besok akan diterbitkan,tulisan ketigaku, buku ketigaku, dan semoga kali ini kembali best seller seperti yang sudah – sudah dan telah kalian baca beberapa kali. Penulis favorit kalian yang memakai nama pena archima, itulah aku, ARCHIMA, kuambil dari nama kalian… Baca lebih lanjut

Iklan

renungan singkat : oleh – oleh Rumah sakit

bukan tanpa sebab apa – apa yang telah ada
selami alam fikir , temukan disana berjuta bahkan bermiliar keagungan  dari-Nya


RS Kesdam Banda Aceh 18 di bulan maret 2010

saat menuliskan ini saya sedang duduk di kursi tunggu RS KESDAM BAnda Aceh, menunggu seorang sahabat yang kontrol rutin kesalah satu bagian disini. Aroma rumah sakit yang sama dari hari ke hari ternyata masih hadir disini. meski berulangkali menjelajahi rumah sakit yang berbeda dari pertama kali pecah tangisan ke dunia ini hingga sekarang, ternyata tak ada aroma yang berbeda. satu hal yang bisa saya simpulkan saya bukan orang yang betah berlama – lama di Rumah sakit, merasa kurang cocok dengan aroma dan aura yang tertangkap dari rumah sakit.

mendadak saya merasakan rindu terik yang memanggang kepala di salah satu pabrik LNG di kota lhokseumawe. siang hari mengitari hektaran area bertangki dengan udara bebas hilir mudik tanpa perlu ventilasi, tangki menjulang tegak diantara rerumputan dan kerikil kecil, suara compressor yang memekakkan telinga sampai harus antisipasi dengan earplug.. helm pengaman dan sepatu besi yang harus selalu digunakan, juga asap – asap hitam yang selalu meluncur dari salah satu unit pembakaran..OJT ( On the job training) yang sudah setahun berlalu , ..

Earth Hour ala pejabat kosan

Berhubung hari ini Earth Hour 2010, so sepertinya kali ini saya akan mengulas beberapa rutinitas simple disepanjang jalan mati lampu. Dimulai dengan kebiasaan di daerah saya yang masih rutin terjadi pemadaman bergilir, berikut ini saya paparkan apa – apa yang lazim terjadi dikalangan pejabat – pejabat kos alias anak kos (halah, biar keren dikit   ).

Nah, bagi para pejabat kos mati lampu adalah hal yang menjengkelkan (sedikit maksudnya, harus bersyukur masih punya cadangan listrik) apalagi jika deadline tugas harus kelar besok dan kesempatan mengerjakan tugasnya baru ada hari ini alias baru dapat bahan yang mau dikerjakan. ataupun kalau besoknya adalah jadwal final dan malamnya mati lampu tanpa pemberitahuan sebelumnya (peristiwa bersejarah ini mencuat kepermukaan  lebih dari dua tahun yang lalu hingga sekarang) wah.,wah..wah,…  kacau balau semua agenda. Baca lebih lanjut

Dan keanehan lama lahir kembali

kucemas lagu lama itu berdendang, kututup rapat kedua telinga, lari menentang angin, membelah rimba yang kian tak terurus.

aku masih menjadi kerikil, tak cadas, tak lembut, tak pula rapuh, sebut saja tak jelas struktur penyusunnya

aku masih mampu menatap ilalang senja yang menari dibawah jingga, juga guguran bunga kuning yang meluncur dari batang – batang hijau dimula persimpangan jalan menuju ruang rehatku.

kuning jingga bertabur menutupi coklat tanah, mengikat erat debu – debu, hingga dengan lembutnya membaringkan debu – debu dibawah selimutnya, menabur indah warna kuning beraroma harum, menyelinap melalui indera, lalu menelisik memecah sel – sel saraf yang sudah kaku.

matahari masih sama lembutnya, sama kerasnya, sama ramahnya. sesekali tegas bertapa gugurkan bulir bening, selayaknya kuning pengikat coklat tanah. lalu hijau yang sama menyapa dari seberang jalan, seberang jalan yang sengaja tak ingin kutoleh.

satu persatu lembar lama muncul memecah fokus di trotoar yang juga tersapa kuning jingga, semerbakpun tak mampu layarkan beberapa perahu ingatan agar lari menjauh…menjauh..dan menjauh….

senja yang sama seperti dulu, saat perih ternyata masih ada. aku hanya ingin mereka bahagia, bukan menjadi benalu penyiksa.

lalu, kupalingkan wajah mencoba meredam segala rasa tertikam, mencoba mencari wajah – wajah lugu penyedia senyum tulus nan riang. kutemukan!!!!. lalu aku lari, lari meringis, membiarkan angin menyapu sisa kelopak, kutemukan pahit,,pahit..pahit….

senyum tulus mereka justru lemparkanku kedimensi yang kupura – purakan lupa, dimensi dimana ada beberapa poin penting yang kusengajakan kuabaikan, sengaja agar tak perlu lama kelopak mata berair.

lalu??

sudahlah, aku masih bisa berbincang dengan rumput kecil disepanjang trotoar tersisa, membagi rasa yang telah lama kucekal, membagi kenangan bersama mereka………..

aku rindu mereka…..

anginpun memainkan kertas – kertas kenangan, gambar kenangan,,,,,, berharap kafan tak harus terbeli dalam waktu dekat, aku ingin pulang bersama jasad dan ruh…….

itu saja..itu saja…..
melodi sendu masih meluncur disela – sela tarian rerumputan, mencacah perasaan…..bahkan jejak kisah…..

Banda Aceh, 25 maret 2010
suatu ketika diantara gugus rasa yang entah bagaimana dimaknai, cemas, harap, rindu mati, rindu pulang, merangkum po Baca lebih lanjut

RAncangan oh rancangan……

saat menuliskan ini saya sedang rehat sejenak, ya hanya sejenak saja. Rehat dari menggerakkan tikus laptop dari garis – garis dan tangki – tangki di Visio. sembari mengotak – atik beberapa gambar baru hasil searching di mister google, gambar hammer Mill. 4 TGA orang  disebelah kanan yang tebalnya lumayan buat mukul orang jahat., plus diktat tebal laennya yang sejenak terlihat seperti perpustakaan, belum lagi buku – buku diluar bidang yang masih setengah – setengah dibaca bulan ini. (kebanyaan beli, jadinya bingung melahap yang mana duluan)—–> seseorang perlu membaca minimal dua buku di luar bidangnya dalam sebulan ( lupa siapa cetusin)

mengingat si hammer mill ini, mengingatkan lagi rentang jam yang terangkum dalam kata ‘tahun’. tepat setahun lalu judul rancangan pabrik tertawarkan kehadapan petinggi kampus. tanpa menunggu hari berikat har, bahkan hanya hitungan menit saja, judul besar tersebut mendapat anggukan para petinggi dengan argumen kuat yang hadir beserta deretan jurnal yang tertebar diatas meja redaksi.

setahun ,,,Ya setahun tanpa agenda yang jelas, akibat tiga proyek besar menghantui. masa – masa Kp yang bermula seminggu setelah umur judul dilahirkan dan disambut baik kurung beberapa ide yang harus dituntaskan. mengingat tahap demi tahap berat harus diambil dalam mengarungi layar disebuah pabrik LNG di Nanggroe Aceh Darussalam. dua bulan dalam agenda, sembari menyicil beberapa tambahan referensi untuk sebuah desain pabrik berbahan baku metil ester yang sudah ditabung judulnya dari hari kehari.

Banda Aceh ternyata masih menagih satu proyek besar berwujud riset yang kala itu belum muncul ujungnya. ya, masih berupa riset awal alias uji coba saja. lalu kepulangan dari lhokseumawe- setelah liburan dua minggu, mencuri jeda dilangsa- menggegerkan lagi kepala yang sudah senewen dengan data – data pabrik LNG hasil kerja praktek. kejar mengejar jadwal tak elak lagi. satu bulan konsultasi lalu seminarpun digelar. Perbaikan, dan segala macam urusan pemesanan bahan kimia di Medan melahirkan jeda beberapa bulan lagi, oh tida kurang lebih dua bulan sebelum riset kembali di gelar.  lepas riset, hanya pertanggungjawaban dalam rupa seminar biasa saja yang boleh di gelar bukan  SIDANG PENENTU KELULUSAN. yah, inilah yang menjadikan aneuk teknik lamaaaa tamaaatnya. Sidang penentu akan digelar setelah rancangan pabrik yang tebalnya minimal dua rem, trus dicetak tujuh , plus gambar flowsheet panjang…….

lalu rancangan pabrikpun dimulai lagi , saat itu umurnya pasca pengajuan kelahiran judul berkisar 10 bulan, dengan partner yang akhirnya muncul juga setelah menglistkan orang – orang yang bisa direkrut dalam proyek besar penentu kelulusan.

akhirnya genap setahun simetil ester yang diolah jadi surfaktan  n then menjadi deterjen cair, setelah rancangan gambar alat – alat komplit tersketsa dan sudah mendapat ragam masukan dari pembimbing harus mengalami perombakan TOTAL..TOTAL sodara – sodara…(syukur juga sih belum selesai hitungan neraca massa, energi ataupun neraca ekonominya, bisa error kelas hiu kepala saya,,,..)

seminggu yang lalu jurnal baru itu sudah tersave rapi disalah satu folder rancangan, namun urung , urung, dan selalu urung dibuka. Alasannya : judul file ga nyambung sangat dengan apa yang sedang saya rancang. n saat  file tersebut tak sengaja terklik oleh tikus laptop, ternyataaaa…..proses dan bahan baku untuk surfaktan yang saya butuhkan tertawar begitu murah dan proses yang sangat – sangat sederhana..AllahuAkbar…… rezeki ..rezeki..Alhamdulillah, kepusingan  yang terlalu lama mendera akhirnya bisa diusaikan. flowsheet sebelumnya yang ukurannya sepanjang rel kereta api plus bahan kimia yang harus mengalami treatmen awal dan segala kerumitannya yang menjadikan kepala nyaris diantuk – antuk kedinding, bisa diringkas sekitar 60 %. Alhamdulillah…sungguh sesudah kesulitan ada kemudahan…..

bahan baku yang murahpun muncul, bandingkan saja harga metil ester yang merupakan bahan biodiesel, dimana untuk mendirikan pabrik deterjen saya ini berarti harus bersaing dengan pasokan bahan bakar nabati yangs edang gencar – gencarnya dikampanyekan oleh kalangan industri dan energi, bisa digantikan hanya dengan menggunakan bahan yang sangat alami, dan mudah didapatkan diAceh. jadi ga perlu repot – repot nyari lokasi pendirian pabrik diluar aceh….TEMPURUNG KELAPA , mohon kerjasamanya ( halah, aneh !!!!!)

oklah…. yang penting usaha alias ikhtiar harus selalu diiringkan hadirnya dengan karib setia ;Do’a….
coz Allah always with us.. hanya Dia yang tau apa yang terbaik dan kapan saatnya….

*ternyata firasat itu benar adanya
beberapa kali bisikan mengganti judul hadir, tapi aneh, bagaimana mungkin setahun ditabung lalu harus rela dilepas….n now , saya mengerti.sungguh paham,,,, satu ton kerumitan dijudul lama itulah yang mengakibatkan bisikan dan mimpi – mimpi tersebut dihadirkan-Nya…

Alhamdulillah, drop yang dulu sempat menghajar habis alur hidup, kini lenyap terkubur..semoga tidak bangkit lagi dari alam kuburnya..

*let’s nyambung gambar,,,,,,,,,,,, ….manfaatkan waktu sebaik mungkin
*ingat pulang, ingat ur mom, 3 sister cerewet yang selalu menikamkan rindu, meski umur kita jaoh2, juga dua ponaan yang sampai sekarang lupa dikirimkan kado ultah, berhubung belum sempat keloket…, kalo keloket bakalan ingat pulaaang….

dan si maher zain,zain bikha n ahmad bukhatirpun setia menjerit – jerit, semarakkan malam kesekian mengejar rancangan..(hampir lupa pR tulisan..). semoga malam ini beberapa agenda rancangan ini kelar…….
ingat ingat SIDANG = PULANG

Banda Aceh, 24  maret 2010
saat FB berhasil dideletkan dari agenda  *merasa bebas dari gangguan*

Jangan asal buang kertas

Sebagai seorang mahasiswa kertas adalah salah satu teman akrab yang tak bisa lepas dari hari ke hari, semester ke semester. Semakin bertambah usia di bangku perkuliahan semakin besar jumlah kertas yang harus dikeluarkan , dan sering kali terbuang percuma. contohnya saja saya yang harus mengikuti beberapa lab dari awal kuliah. Dimana masing – masing laboratorium ini menugaskan pratikannya membuat laporan hasil partikum. Dijurusan saya, untuk masalah laporan ini, bukanlah hal yang mudah, tidak dengan sekali print langsung ACC, alias diterima para asisten. Pratikan harus berjuang beberapa kali menawarkan laporan lalu dicorat – coret beberapakali hingga akhirnya acc. Nah kebayangkan berapa kali harus gonta – ganti kertas. Tapi syukurlah kalau untuk masalah ini baik antara pratikan dan asisten seperti sudah saling memahami, bagaimana penghematan terhadap penggunaan kertas . Setelah laporan pertama diterima, maka laporan berikutnya yang merupakan laporan perbaikan diperbolehkan menggunakan kertas serupa , diprint dibelakangnya agar lebih hemat, hal ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun (saya kurang tahu di luar sana diperbolehkan atau tidak).

Setelah jadi dan layak cetak barulah laporan harus diprintkan dikertas bagus. Begitu juga dengan   para dosen. Sebagai mahasiswa jurusan Teknik Kimia  Unsyiah  Banda Aceh saya harus melalui 3 seminar dan satu sidang akhir, dimana masing – masing seminar didahului konsultasi dengan dosen pembimbing. Tiap kali konsul bisa ditebak selalu saja ada halaman yang harus diganti, dandemi peghematan , kertas tadi atas  kemakluman dari dosen juga, mengingat biaya kertas juga semakin melambung, maka sama pula dengan kasus di atas, dibenarkan mengeprit  dibagian belakang.

Lalu sisa kertas yang satu sisinya masih bagus ternyata masih bertumpuk dikamar kosan saya, selanjutya saya jadikan bahan untuk mading, yah, berhubung saya sering menulis puisi, maka setelah mengprintkan , kertas tersebut saya potong melekuk- lekuk agar terlihat lebih indah, serta menambahkan tempelab warna – warni dimading hijau saya..( maklum maniak hijau)…so ga perlu tambahan biaya untuk membuat mading lebih hidup. sebagian lagi saya jilid dan dimanfaatkan untuk catatan ataupun digunakan untuk mencorat – coret naskah tulisan.. 🙂

Nah lalu bagaimana kelanjutan setelah kertas yang diprint bolak – balik itu? Yah karena etika juga harus ada, sangat tidak mungkin kami para mahasiwa setelah laporannya diACC mencetak dengan lembaran bolak – balik. Lembar – lembar  tadi kalau saya pribadi lebih sering menggunakan untuk bebrbagai keperluan bahkan  saya sendiri sampai sekarang masih menyimpannya dalam dus – dus did alam kamar, yah meski itu adalah sampah bukan berart tidak berguna, sesekali bisa digunakan untuk menyerap minyak  yang belepotan dikompor , kertas- ketas tadi sering juga digunakan untuk alas meja ataupun rak buku dan lemari.praktiskan?? dan kalau ada sesi bersih2 ketas tadi bisa digunakan untuk mengelap kaca , tinggal basahi sajalalu ditempel deh dikaca. Oya satu lagi yang tak kalah penting setiap kali ada perjalanan jauh yang mengharuskan saya membawa beberapa benda pecah belas, misal cangkir kecil, kertas bekas ini bisa saya manfaatkan terlebih dahulu untuk membalut barang – barang tersebut agar tidak pecah karena goncangan.

Banda Aceh, 21 MAret 2010

HARGAI APA YANG KITA MILIKI


sekedar berbagi apa yang saya temukan pagi ini di inbox salah satu email saya

HARGAI APA YANG KITA MILIKI
Ditulis oleh: Anne Ahira


Shafira,

Pernahkah Shafira mendengar kisah Helen Kehler? Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi buta dan tuli.  Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar.

Nah, dlm  kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya  Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris. Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti  dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah  diucapkan Helen Kehler:

“It would be a blessing if each person
could be blind and deaf for a few days
during his grown-up live. It would make
them see and appreciate their ability to
experience the joy of sound”.


Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah  bila setiap org yang sudah menginjak dewasa  itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja. Dengan demikian, setiap orang akan lebih  menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara!

Sekarang, coba Shafira bayangkan sejenak….

……Shafira menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri Shafira melihat atau mendengar apapun. Selama beberapa hari itu Shafira tidak bisa melihat indahnya dunia, Shafira tidak bisa  melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan Shafira tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!

Bagaimana Shafira? Apakah beberapa hari cukup berat?  Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah  keluhan demi keluhan…. Hingga tidak pernah
menghargai apa yang sudah kita miliki. Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan  kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain.  Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Shafira renungkan, bagaimana orang yang  tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya.Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia
diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk  membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akanbisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.

http://www.asianbrainnewsletter.com/

Banda Aceh, 19 maret 2010