sajak untuk kota lahirku : Langsa

rindupun kian terulur
lahir ber-ikut sajak lapar
dan berabjad namapun lahir tanpa terbawa semilir

jejak bala – bala jedakan mimpi
pungut potongan tersisa dalam alunan melodi
lalu susun berikat temali
: temali sepi

tersisa pula
se-bambu runcing monumen
ceritakan bait – bait lampau bernama kenangan
tersisir begitu rapi lalu jatuh dalam cangkir harapan
: berharap segera gelar terangkat dan kado pulangpun terhimpun

kilas masa papan kapur jemput beberapa bintang singgah dikoridor
bagi sama rindu berantai jujur
dan sama kita icip masa – masa silam
biarkan bayangnya gegas pacu semangat…

lalu sajak lahir dari sisa lapar
tak mampu hadirkan bala- bala
hingga demo cacingpun kelar

oh, alpa, hampir saja
beberapa rumah sejarah, potret jalanan, serta tawa yang turut ambil andil

BAnda Aceh
19 februari 2010
saat – saat lapar menjerat, dan yang terfikir hanya bala – bala saja..
lalu lahir diskusi pendek beberapa sahabat…
yang sama nafaskan kenangan dikota langsa..
terimakasih : suri, juli, tata, k era, n zaki

Iklan

6 responses to “sajak untuk kota lahirku : Langsa

  1. Namanya juga sajak…perlu dibaca berulang-ulang agar bisa mengerti isinya.

  2. emm isnpirasi ada dimana-mana..
    bagus

    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

  3. waduh jauh banget dari tempat kelahiran saya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s