hari kedua diwordpress

sisa penat lepas sehelai demi sehelai

rasa nyaman kembali menjalari diri, ikuti rentak aliran darah yang berpacu bersama denyut kehidupan yang tersisa.

tak terasa sudah memasuki 48 jam berada dirumah baru, meski belum ditata serapi mungkin, setidaknya galau yang beberapa purnama lalu sedikit berkurang disini. ya, jejakku belum terendus oleh mereka yang menjitak kepalaku untuk berhenti menuangkan abjad dalam rentetan diksi yang dalam pikiran mereka terlalu aneh. biarlah.

meski belum merantaikan keberanian secara utuh untuk mengundurkan diri dari rumah lama, masih ada beberapa perih karena merasa tertipu dengan beberapa abjad,  merasa dikhianati tetangga – tetangga sendiri secara halus, bukan dengan godam, namun dengan sejarum hasutan yang nyalakan amarah, padamkan sinyal – sinyal bahagia beberapa sahabat, tapi akan kuhitung hari untuk tak benar – benar mengangkut seluruh perkakas rumahku kemari, kupilih yang benar – benar hadirkan kenangan, lainnya? biar saja menetap dirumah lama agar jika para tetanggaku berkunjung, ada beberapa jamuan otomatis yang hibur mereka.

aku masih menanti senja dipadang ilalang hijau,

padang dimana kita berlari mengejar rama  rama,

lalu sesekali tersandung jatuh, dan gelakkan tawa….

lewati pematang, usik padi – padi yang bunting,

cerabut satu persatu dan kejar pula beberapa capung kecil, gelakkan lagi tawa…..


senja, jangan tanyakan lagi potret hidup diruang kita dulu. sudah tak kutemui rindang disana, hijau berganti suram, tak lagi kerikil sama hadirkan tasbih, sungguh aku kecewa. sesekali kuintip sambil berjaga agar tak hadir mata – mata diruang kita, aku tak mau ruang kita ternoda dengan omongan sampah, terakhir kusapa hanya satu dua wajah lafazkan baityang sama, rapal janji yang sama, beberapa lainnya? nihil, bahkan ada pil pahit yang harus kita cecap… beberapa padanya berguguran layaknya tarian daun kala musim gugur sambangi alam…


ya, senja, kita kehilangan beberapa, beberapa terkokoh, lalu hitam balut semuanya, ada sendu mengalun ari gesekan biola digubuk lama kita…

sudahlah, lanjutkan saja perjuanganmu disana, semoga rapal rabithahku mampu lepaskan benteng – benteng negara dan benua…  mampu melewati sekat – sekat tertipis sekalipun..

sembari menanti sepotong senja dibanda Aceh, karena aku lahir bersama senja…

Banda Aceh, menjelang azan ashar

3 februari 2010

Iklan

8 responses to “hari kedua diwordpress

  1. kunjungan malam hari… ingin minta follownya dari sobat blogger yang sudah top ini… terimakasih atas partisipasinya.. biar gak paki L silahkan Klik di sini aja program 1001 komentar, berprtisipasilah

  2. tambah dewasa di hari ke dua

  3. prasaan malam bukan hanya hari ini
    dan pagi bukan hanya hari ini
    berbolak balik gelap terang
    layaknya foto hitam putih ijazah.
    ada merah ada putih
    itulah indonesia dan isinya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s