cathar (mengenang mereka yang telah lenyap)

langit banda aceh hari ini hadirkan terik berkilau – kilau,  pecahkan peluh dari pejalan kaki yang umumnya mahasiswa.

hari ini kembali agenda rancangan pabrikku mengalami penundaan jadwal, parnerku masih harus beristirahat total akibat kelelahan yang dibawanya serta dari kerja kerasnya seminggu lebih dilab mikrobiologi dengan partner yang berbeda. dan akhirnya aku alihkan kesibukan sejenak dengan mengobrak – abrik blog diwordpress ini, sebagai catatan sudah terlalu banyak blog yang kubuat ,namun terlalu sering terabaikan,hanya satu dua yang benar – benar terisi.

setelah beberapa kali menemukan postingan cantik diwordpress, akhirnya kuputuskan mengsketsa rumah baru disini, meski belum mahir, namun ternyata efek dari blog – blog sebelumnya memudahkanku menata rumah baru ini.

sesekali sambil mengotak – atik blog ini,kusapa sahabat2 lamaku diaccount facebook yang sudah jarang kuurus. entah mengapa disaat orang -orang beralih dari blog menuju facebook, justru aku lebih tertarik berlarian dipadang blogger…

ya, aku menemui ruang hijau dalam rumah – rumahku didunia maya, meski tak kupungkiri sahabat – sahabta difb sudah terlalu baik, terlalu dekat, namun jenuh tak mampu kuusir, karena nyatanya alasanku berfb ria adalah aagr bisa memposting tulisan sebanyak mungkin dan melihat kritik dan saran dari rekan difb agar tulisanku bisa lebih bermakna lagi. terimakasih untuk kalian.

bulan januari bisa kukatakan berlalu sedikit kelabu, padahal pada bulan itu aku dilahirkan, namun ternyata aku harus merengganggkan hubungan dengan sahabat lamaku. sungguh tak pernh kusanggka akan dikadokan tragedi ini oleh Yang Maha Kuasa.

sudah kutata sebaik mungkin tingkah lakuku,namun ternyata ada goresan kecil hadir dihati mereka.  ada beberapa yang menyindirku secara tajam melalui tulisan, padahal langkah – langkah yang diajarkan oleh agama sudah kutempuh untuk meluluhkan bongkahan keras hati mereka. semua media sudah di gunakan, bahkan bertandang langsung pun sudah, namun ternyata kerak amarah itu tak jua lenyap. dan terakhir saat puncak tangisku tak sanggup lagi kubendung,benar – benar sudah membanjir, kutemui seorang yang jauh lebih bijak dariku , dan potongan nasehatnya sungguh hadirkan sejuk, seka air mataku, dan benar – benar hanyutkanku dalam ruang tenang

“jika memang begitu adanya, dan hanya karena kesalahan kecil itu yang justru saya nyaris tertawa mendengarnya, saya kira masalah sebesar apa sampaimereka begitu emosi, maka sudahlah duhai sahabat, tak usah kau ekori mereka kemanapun lagi, kau sudah coba segala cara,do’akan saja dia terbuka hatinya…., bukankah kau punya begitu banyak sahabat, aku dengar keaktifanmu dalam beberapa accountdan kurasa kau mampu hapus luka ini, aku yakin,”

tapi mereka sahabatku, dan sudah kuanggap saudara sendiri,

“ya, tapi apakah mereka masih menganggapmu saudara? hanya kesalahan sekecil itu, kesalahan yang mengarah urusan duniawi yang tak seberapa itu,sudahlah wahai dinda, tak usah kau ratapi lagi kejadian ini, ambil saja hikmahnya, hati – hatilah berkawan, aku juga dengar dia tak sefaham, benar bukan?”

iya, mereka  memang berbeda, tapi mereka saudara kita, meski mereka mengucilkanku

“kamu benar wahai saudaraku, tapi sunggug, Allah menilai usaha kita, bukan hasil yang kita dapatkan, usahamu sudah kelewat maksimal, jangan sampai kau harus merendahkan diri dihadapan manusia, Allah yang benar2 kita butuhkan, dan satu lagi saranku, carilah kawan dekat yang berakhlak baik, boleh kau berkawan dengan segenap sosok, tapi ingat yang terdekat denganmu carilah yang paling baik akhlaknya, kau punya kan?”

“jalan hidup memang begini duhai sahabatku, tak semua kebaikan kita mampu dibaca teliti oelh manusia, tak semua, sungguh, bahkan seorang rasulpun mengalami penghinaan, dan beliau tetap sabar…meski sekarang kau dihina, dikucilkan karena kesalahan yang sudah kau pintakan maaf ribuan kali, tetaplah sabar, seorang pahlawan sering dianggap sampah diawal perjuangan, jangan takut duhai saudariku, berjuanglah terus, sapa mereka sewajarnya, dan jika tak ada sautan, semoga malaikat yang menyaut salammu”

iya, terimakasih, Allah memang kadokan ku begitu banyak hikmah, akan kuhindari mereka namun takkan kutinggalkan karena aku tak mau dianggap kelak dihadapan Hakim Agung sebagai orang yang sombong, yang enggan bahu – membahu dalam kebaikan, justru ditengah pukulan ini tawaran baru itu hadir, mereka yang begitu tulus pahamiku, ya, aku masuk kedunia baru…...”

meureubo Hardvard, banda aceh

sembari menyicil rancangan tugas akhir

Iklan

2 responses to “cathar (mengenang mereka yang telah lenyap)

  1. tetap semangat. walau tak ada yang mau mengerti tentang kita!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s