Cambukan semangat

dari beberapa  lintas lalu

tak terasa sudah hampir setahun sebuah rancangan besar penentu kelulusan di-pendingkan, hari bergulir tanpa sediktpun tanggal – tanggal penentu itu hadir. begitu luas samudra yang harus diarungi, mengapung dari satu titik ketitik lainnya, dan saat sebuah perjuangan bergerak dari pangkalnya, semuanya menjadi begitu menawan. penundaan yang bukan tanpa sebab, penundaan yang bermula dari beberapa agenda mukadimah yang harus dikelarkan terlebih dahulu. agenda – agenda yang harus dirapalkan dalam hitungan bulan jauh sebelum sebuah rancangan pabrik dikelarkan

jurusan yang saya pilih memang menguras peluh (sepertinya semua ya..  ), namun bukan peluh sekedar peluh, sang waktupun harus berani diuraikan dalam benang – benang panjang, tak cukup hitungan 4 tahun lazimnya  hitungan strata 1, dan sumbang yang akan terdengar adalah “biasa tu,anak teknik, “..ya, beginilah yang harus terus dirapal, dirapal, dirapal, meski bukanlah suatu kepastian hukum hidup.

kemarin sore, setelah jeda mengerjakan tugas akhir, saya coba beredar sejenak menatap langit banda aceh yang cuacanya bergonta – ganti, sekejap mendung, sekejap “terbakar”. efek alpa hadirkan suapan nutrisi sedari paginya karena terlalu fokus, (mengusahakan fokus-red), sampai – sampai tak satupun nutrisi, pun air terjun kelambung yang mendadak perih ( kebiasaan anak kos ), hadirkan langkah yang tak jelas kemana akhirnya, yang penting keluar dan cari makan.

tiba – tiba salah satu kamar kosan terbuka, dan langsung saja penghuninya terbirit kearah saya yang masih berdiri didepan pintu sambil menimang – nimang kunci, dengan hiasan heran diraut masing – masing ” pakon dek?'(kenapa dek?)

“ga tau kak, ne baru terbangun , tiba – tiba langsung lari kemari” walah,kenapa lagi ne anak.

.”kakak mau kemana?”

“keluar, mau nyari makan”,

“hmm..nitip ya, ne ngerasa aneh juga, kok bisa lari kemari tiba – tiba. “

kontak batin, ucapku dalam hati , ya kontak batin sosok – sosok yang sama kelaparannya 

perjalanan dimulai dari depan fakultas teknik, sembari menunggu labi – labi, lalu berputarlah saya sejenak mengikuti knalpot ini melewati jurusan tercinta yang masih ramai dengan para dosen. ada agenda khusus sepertinya. lalu berputar melewati pertanian, hingga berujung dimesjid kampus dan berputar lagi kearah IAIN Ar- raniri yang masuk dalam tahap pemugaran.

lalu tiba – tiba niat yang lebih sering plin – plan ga jelas ini mengarahkan saya kesalah satu toko buku dilamnyong, entah dari mana muasalnya, dorongan itu semakin kuat, dan akhirnya saya ikuti kata hati, menimbang beberapa kali bisikan yang sama hadir,dan ternyata memanglah hadir “sesuatu” ditempat yang mendadak ingin saya kunjungi. ya, suara hati kadang kala-bahkan memang sering- mengarahkan kita pada kondisi – kondisi yang ternyata memang kita butuhkan disaat tersebut.

dengan sedikit mengantongi kebingungan, karena stok dana untuk beli buku juga tidak terbawa, yang ada hanyalah sisa – sisa perjuangan akhirnya 3 buku baru berpindah dari rak toko ketangan saya. salah satu yang terakhir judulnya tertangkap mata adalah buku karangan salim A fillah, begitu membaca bagian belakang buku ini, urung rasanya meletakkan kembalia,da sesuatu yang lindap dihati saya, sesuatu yang sukar diberikan judul.sesuatu yang menjalar,membakar semangat,seperti api yang disiram bensin. saya batalkan sebuah buku yang membahas tentang tafsir mimpi, lain kali sajalah, mudah – mudahan ada rezeki.

berikut catatan yang kembali hadirkan ruang rindu bersama mereka orang – orang diruang hijau, orang – orang dipelataran oman, orang – orang khusus yang telah begitu berarti, entah dimana mereka berjejak sekarang.

Jalan cinta Para pejuang

di sana, ada cita dan tujuan

yang membuatmu menatap jauh ke depan

di kala malam begitu pekat

dan mata sebaiknya dipejam saja

cintamu masih lincah melesat

jauh melampaui ruang dan massa

kelananya menjejakkan mimpi – mimpi


lalu di sepertiga malam terakhir

engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu

melanjutkan mimpi indah yang belum selesai

dengan cita yang besar, tinggi, dan bening

dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja

dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali

dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati


teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang

menebar kebaikan, menghentikan kebiadaban,

menyeru pada iman

walau duri merantaskan kaki,

walau kerikil mencacah telapak

sampai engkau lelah, sampai engkau payah

sampai keringat dan darah tumpah


tetap yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum

di jalan cinta para pejuang

Salim A fillah


serasa tercambuk untuk terus meneruskan perjuangan…..

semoga Allah merahmati… karena Allah menilai Usaha kita

meureubo Hardvard, Banda Aceh,

3 februari 2010

4.50 Am


Iklan

4 responses to “Cambukan semangat

  1. pannjang kang,,hehehe…
    blogwalking nih pagi2….

    http://www.terpalindonesia.com

  2. berjuang tak harus dg angkat senjata!
    dg kata
    dg laku
    dg sebuah kesederhanaan

    SABUDI “sastra budaya indonesia”
    mari kita jaga bersama!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s