antara hidup dan mati

selimut malam masih berhias gemintang, bulan bundarpun pancarkan sinar cemerlang hiasi pekat yang mulai merayap disinggasana bumi.

hari ini adalah hari kedua perjalanan rekan seleting yang selama 4 tahun sulit disatukan pandangannya. hari berikat hari bergebok bulan dan tahun akhirnya mampu menyatukan beberapa kepala bagian yang biasanya kerap lahirkan debat panjang akan satu dua planning.

agenda wajib hari ini adalah takziah kesalah satu rumah sahabat yang sedang berduka dan kamipun meluncur kesana dengan konvoi sepeda motor. alih – alih jam 9 teng meluncur seperti yang diisyaratkan melalui fb, nyatanya jadwal molor hingga hampir satu jam karena menanti penyandang dana yang sudah dikumpulkan sehari sebelumnya hadir dijurusan.

konvoipun dimulai jam 10 kurang lebih, mengambil alur jalan kura – kura yang berhujung disebelah fatih (SMA turki, khusus perempuan didarussalam), tanjakan meniti dijembatan lamnyong tawarkan aliran tenang krueng aceh yang membentang hingga kearah blang bintang. rute singkat diambil melalui lamgugop menembus beberapa jalan kecil hingga akhirnya sampailah kami disimpang surabaya yang padat dengan kendaraan lalulalang.

saya dan rekan saya ika memilih rute yang tak terlalu ramai, sampai akhirnya konvoi yang sempat terbagi sejenak berkumpul kembali. perjalanan bersama pembalap kampus ini sesekali memacu jantung lebih cepat, kecepatan laju yang luar biasa belum lagi tanjakan dan tikungan tajam dengan kecepatan yang urung diturunkan, beberapa kali mengundang teriakan kecil dengan sedikit intonasi tekanan, syukurlah tidak sampai mengganggu pengguna jalan lainnya. sesekali celoteh hiasi lalulalang ini.

yak,…sapanya apa?? nyetir aja trus , hati – hati tu

hahaha, aku tau dari tadi lia pasti pegangan kuat teruskan, sambil nyegir sendirian, udah tau nanya lagi ne anak,.

kalau orang hamil n nenek2 kubonceng, gakan mungkin...
iya tau ka, sambungku cepat, jantungnya bakalan copot duluan..

dan yang bersangkutanpun langsung menambahkan, bukan..bukan itu, mereka ga kan bisa jaga keseimbangan kalau aku yang bawa… hehehe, jadi lebih baik ga usah nebeng…

ya..ya..ya..lanjutkan saja nyetirnya. merasa was2 juga karena beberapakali dia putar kepalanya kebelakang, bisa runyam kalau tiba – tiba ada kendaraan didepan yang mogok mendadak.
dua rekanku yang melewati kami, langsung mendekatkan kendaraan,

eh, ka..hati- hati tu, ingat ada orang dibelakang, ingat – ingat anak orang tu...
walah kirain ada apa…memanglah ne orang harus ekstra diingatkan… sesekali dengan sengaja dia mengolengkan sepeda motor sampai pukulan kecil harus mendarat dipundaknya
geraaaaam saia….

perjalanan berlanjut melewati beberapa sekolah yang alpa saya rekam namanya, hingga akhirnya sampailah kami setelah meliuk – liuk mengikuti alur jalan, mengikuti sang pemandu, mendaratkan kendaraan dirumah duka didaerah mibo…

setelah ramah tamah dengan keluarga yang bersangkutan, kamipun duduk sejenak sambil menunggu beberapa yang nyasar, yah, maklum jalannya terlalu meliuk – liuk seperti gunung selawah, bedanya gunung seulawah hanya sealur, sedangkan ini beralur – alur…

ini daerah apa namanya,
ga tau yak, lhoong raya kayaknya, yang menjawab sama sepertiku, pendatang.
dan pertanyaanpun mengarah kesosok asli banda aceh, lhoong raya kayaknya, eh tapi ga tau juga, tadi ada tulisan lhoong cutnya..walaah ..mereka yang asli saja tak tau apa lagi saya..
sunyi dipecah tangisan bayi kecil, keponaan seleting bayi pertama dari rekan sejawat, keponakan kami semua, disusul kabar gembira dari rekan lainnya yang juga sudah berumah tangga, pantas saja dia tidak kelihatan beberapa hari ini, ternyata lagi masa -masa awal kehamilan..wuih,,teknik kimia 05 bakalan punya ponaan lagi…

kunjungan diakhiri, mengingat kaum adam harus segera menuju mesjid..dan masing – masingpun putar alur kewilayah kekuasaan masing – masing, hanya beberapa yang kembali kedarussalam…

***********************************************

antara kehidupan dan kematian, semua sudah ada dalam sebuah kitab, kitab rahasia yang sudah merekam segalanya, bahkan hingga sehelai daun hijau yang mendarat diatas tanah, posisi tingginya hingga berapa detik meliuk sejenak sebelum melakukan pendaratan diatas pasir – pasir yang sudah dicatatkan pula..

inilah dunia, naungan sementara kita.. didusun A ada berita kelahiran,tak mustahil pula dibelahan dunia lainnya ada ruh yang lepas kembali menuju-Nya. kematian adalah sebuah rahasia, rahasia yang mengundang usaha untuk bertingkah secantiknya hari ini, karena sungguh tak ada yang tahu kapan jasad ini ditinggalkan kaku oleh ruh…

sudah siapkah kita jika beberapa detik lagi terkirim kembali kemuasal??
adakah hati serta jiwa dan raga ini hadirkan Dia dalam segala sendi hidup, ataukah hanya syair – syair tipuan yang kita lantunkan diseluruh pelosok bumi…

karena kematian adalah pintu selanjutnya….
tak ada yang mampu elakkan hadirnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s