segudang bahagia diangka 22

sekedar mengenang milad yang paling bermakna selama bernafas dibundaran bumi ini

sabtu malam, saat masih berdiskusi ria dengan manusia – manusia dilayar kotak, saya pun terhenyak dengan sebuah pesan masuk dari sang kakak, sungguh gelakkan diamku. 75 tahun..hei..hei..saia masih dikisaran kepala dua hai kakak, oh ya, saya faham sekarang, anda hanya sebutkan tahun lahir anda. nice, ternyata masih ingat jug atahun lahir sendiri 😛

berlanjutlah beberapa pesan singkat yang menggedor mata untuk terbuka, dan akhirnya saat lelap menjadi pilihan tuk lepaskan penat menanti dosen sabtu sorenya, denting 12 malampun kejutan serupa terjadi, hp yang alpa dimodus silentkanpun mengepakkkan arwah kembali kejasad, beberapa sms serupa.. dengan mata yang masih berkabut, kubaca abjad – abjad berjuntai do’a, dan jemari pun kugerak paksa menekan tombol – tombol hp. namun gagal, letihku belum lenyap perlu satu atau dua jam lagi untuk uapkan segala letih. biarlah besok saja kubalas satu persatu.

nyaris, abjad- abjad itu lupa kujawab, beberapa memori lintas saat dunia web kujelajah, ingin mengamini do’a – do’a yang dikalungkan. kukira tak seorangpun sadar kalau aku butuh do’a , dan ternyata diluar dugaan,aku harus rela duduk sekitar satu jam untuk mengamini do’a para sahabat, terimakasih.

mulanya, bosan menyergapku dari segala arah, ditambah semilir tipis yang sungguh menembus tulang, syukurlah tak lagi simata ingin terpejam karena udara yang begitu menantang untuk melawan kantuk ini. dan akhirnya akupun mulai mengenang masa – masa bertamu pertama kalinya kemuka bumi ini. masa – masa dimana tangis bahagia bercampur peluh hadir ditengah keluarga besarku. terimakasih.

dua jam kulintasi dunia maya, lalu gegas langkahkan diri menuju pade hotel, meureubo belum beraktifitas total , namun tersentak beberapa menit sebelum kepergianku. sang komandan menyerukan acara ringan dadakan. what ?? gimana ne, saia harus pergi sejenak, seikat janji yang tak mungkin dibatalkan begitu saja. lalu dengan bijaknya personil meureubo pun ujarkan sebaris izin, karena faham keadaan yang sebenarnya.

lalu kisah menunggu beberapa menit terjadi didepan kfc, dan datanglah sesosok tomodachi dengan maticnya plus helm cadangan-berhubung razia rutin sudah lumayan aktif- dan lalu bertempurlah kami menantang angin yang mengoyak daun – daun, terbang bersama debu -d ebu dan deru knalpot jalanan.

jam 10 kurang lebih, kami tiba digerbang pade, sembari tanya sepetak parkir pada sang satpam, karena tak terlihat adanya sepeda motor berdiri diluaran hotel. dan turunlah kami melalui prosotan kecil menuju parkiran, jejerkan kendaraan sebaris lainnya.

lalu masuklah kami kedalam Pade, meski sempat diintrogasi sedikit oleh sang penjaga, ya, maklumlah, sudah tugasnya.

memasuki pade, kesan awal yang tertangkap adalah “keren”, arsitekturnya bau – bau timur tengah, ya, ukiran dinding yang tunjukkan dimensi benua lain, sejenak saya merasa tidak berpijak diindonesia. beberapa kursi tamu tersusun rapi dilobi hotel, disejukkan dengan desir angin yang membelai lembut permukaan kolam selebar kira – kira 1 atau 1,5 meter ditengah kursi tamu, dan mengarah ketangga turun ketaman belakang. hamparan pematang hijau dan bayang pegunungan lengkapkan nyaman penuhi pori – pori hati. nyaman. ya, sejenak bermimpi bisa membangun rumah idaman kelak seperti ini.

teringat acara beberapa tahun silam, sebuah pelatihan manajemen organisasi, dimana sang presentator membagikan kertas dan meminta kami menggambarkan rumah idaman, hampir sama nuansanya dengan yang kulihat sekarang, hamparan hijau, lembut sang angin dan sunyi serta jauh dari keramaian. yah ,nyaris sama , gunung yang juga mengintip dari halaman, walah, kenapa malah hanyut lagi ya…

akhirnya , pertemuan dengan kak rien yang sudah dijadwalkan seminggu sebelumnya tergelar, dan lucunya kami menunggu disofa yang bertolak belakang, sama – sama tidak tau posisi orang yang hendak ditemui dimana. 🙂

lalu, langkah dibawa melewati koridor dan hembusan angin masih bisa dirasakan dibalkon kamar. sembari tatap hamparan hijau dan sketsa alam yang begitu menawan, dan bincang – bincang ringan, episode jepret menjepretpun terjadi, dan siuli pun mendadak beralih profesi dari seorang chemical engineeirng menjadi fotografer. :).tq sist… sekejap panggilan dari rumahpun hampiri layar ponselku, dan bincang ringan dengan kakak, ibu dan ponakan kecilku sungguh raup haru dan rindu bersua.meski tak ada sajak dibacakan, namun aku bahagia, ya, inilah kado spesial dari-Nya, mendengar suara orang – orang terkasih.

acara jepret menjepret berlanjut lagi, kembali lagi kelobi hotel, arsitektur yang cantik itu tetap tawarkan keindahan saat terekam dalam sebuah memori. ya, sungguh seolah ini bukan aceh, bukan indonesia. bincang – bincang pun berlanjut dengan sosok ramah ini ,gelak kecil hiasi selonjoran menangkap angin sembari menunggu satu sosok lagi yang sedang men doorsmeer mobilnya. dan setelah yang ditunggu menampakkan diri juga, kurang dari 10 menit gelak tawa makin menjadi , benar – benar terpingkal.

akhirnya kurang dari jam 1 siang, pertemuan dengan kak rien dan b.yudi pun harus ditutup, masing – masing sama punya agenda yang harus diselesaikan, semoga kita bersua lagi saudara/i ku seiman, ya, semoga, entah didetik keberapa setelah pepisahan itu terjadi, entah ditahun keberapa. semoga.

kala jam sungguh rangkum barisan detik
memori kian tabrak fikiran
rindukan sang titik
hadirkan tak sekedar kenangan
namun rancang pertemuan

bertolak dari pade, perjalanan berlanjut kerumah uli dikawasan batoh, istirahat sejenak sembari menunggu zuhur. dan beberapa menit lelap sapa raga hingga akhirnya lepas lelap bersender makan siangpun terangkum disisi meja makan sebelum acara kembali kedarussalam terlaksana.

***************************************************

meureubo hardvard,

lintasi lagi jalan yang sama, jalan beraspal rapi dengan dua polisi tidur yang terlalu tinggi, dan gerbang A6 mengembangkan senyumku. ingin segera kubagi pengalaman hari ini dengan sahabatku, adik- adikku, dan juga kakakku.

dan senyap ternyata sambut hadirku, aku juga baru sadar belum seorangpun kadokan doa untukku hari ini, ah mungkin sudah melalui account satu lagi. aku coba cek segera. satu persatu do’a kuamini, tak kusangka kado do’a tahun ini begitu banyak,sungguh aku bahagia, semoga benar terijabah. kususuri notifikasi lagi, takut ada yang terlupa dan ternyata hanya satu sosok meureubo yang hantarkan do’a ,kenapa ini, apa mereka marah karena acara ringan dadakan dikos tak kuhadiri. sudahlah kubaringkan sejenak lelahku, dan menghirup nafas dalam – dalam. sungguh siang ini begitu sunyi,

bukankah sunyi yang kau cari? dan kini kau lihat sunyi, itu kado dari-Nya

ba’da ashar, kubulatkan tekad menatap senja. berjalan gontai lewati pengkolan meureubo, tatap sekitar yang penuh dengan hijau

kau terpikat dalam hijau, dan kau temukan dia disekelilingmu, lihat dunia ini..Ya. hijau hiasi duniamu”
sepoi sore terpa kulit wajah, sedikit terik masih bersisa, tapi sungguh senja sedot semuanya dalam ruang bahagia ditaman kecil yang kulewati, taman bermain yang hadirkan bahagia dari wajah mungil, bahagia lahir dari celoteh hangat keluarga.

ah, rinduku kelangsa kian menggedor, lokasi yang berulang kali kulewati ini sungguh hadirkan rindu yang sama.

kutunggu senja tepat denting jam lahirku, dan tekadku bagikan bahagia hari ini bersama meureubo masih hadir, meski mungkin mereka lupa. dua kotak es krim kubawa pulan sebagai oleh – oleh bahagia atas do’a yang terjuntai dari para shabat..

setibanya dikosan, sosok – sosok itu hadirkan senyum yang begitu manis, bergerombol dikamar sembilan dan lalu, muncullah ucapan – ucapan, hadir salam – salaman dan beberapa bait maaf karena memang terlupa bahwa ada yang harus dido’akan lebih hari ini.

dan dua kotak es krimpun hadirkan senyum yang lebih lebar, dan ternyata serangan es krim pun terjadi, beberapa suapan raksasa dari masing – masing personel nyaris menghadirkan episode tersedak, tak menunggu jeda es krim meluncur sempurna, suapan lain langsung diarahkan dan menghadirkan belepotan yang sungguh menggelikan..

bahagia kah kau?
tentu, sunyi dan senja kudapat, do’a hiasi semua, dan juga ..dan juga haru yang semuanya undang hadir tafakkur lebih dalam…

maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? QS Ar-Rahman 55:16

sungguh atas aliran darah yang masih setia hadir, udara yang masih terhirup, gemericik air, lambai nyiur, semua, semuanya yang ada dialam hadirkan cinta, ya , cinta yang hadir dan datang dari keMahaan-Nya.. cinta yang menghambakan diri menuju-Nya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s