pelenyap penat

sajak malam 12 januari benar hangatkan gelisah yang sudah nol derajat celcius.

bukan hanya sejumput gusar yang lingkupi lorong – lorong jiwa, penat, nyaris gersang, dan abjad – abjad aneh lainnya sudah pantas rasanya disandingkan diatas galau yang kian hadir seiring detik – detik yang kian merambat kedepan.

dan sebuah ricuh terdengar samar – samar dari ruang sebelah, kurasa ada bincang – bincang ringan disana. dan kubawa kakiku yang hampir putus uratnya karena terlalu lama tapaki aspal panas, berpendar beberapakali lintasi debu – debu yang sama, tak hanya hari ini tapi sejak beberapa hari lalu demi sebuah kotak memori yang sungguh tak rela jika harus dimakamkan selamanya, tak punya daya lahirkan generasi baru, nyata yang kubaca, aku masih mengemis dari banyak tangan.

pintu kubuka dan akupun duduk ditepian meja, melirik tingkah aneh beberapa penghuni, sepasang mata masih terpaku didepan layar kotak, menatap erat akunnya seolah akan lenyap jika tak ditatap. tiga lagi masih bercengkrama, dan sesekali muncu celoteh gelakkan tawa. beberapa bagian lelahku terhempas, penat kepalakupun terkelupas satu persatu.

sambil meneruskan perang dengan lemotnya jaringan, sesekali lontaran menggelikan pecahkan lagi penatku, benar – benar terkelupas satu persatu. obrolanpun alunkan memori keluarga seorang personel, dan lagi – lagi ledakan kecil terlepas, pecahkan penatku.

aksi narsismepun lahir dari tiga sosok didepanku, dengan bermodal sepetak kecil ponsel pemilik ruang, muncullah beberapa jiplakan wajah dengan ekspresi yang membuatku naris terpingkal tanpa rem, dan satu sosok yang sedari tadi tak alpa tatap layar kotak masih berkutat dengan akunnya tanpa tergubris sedikitpun dengan aksi para penyandang gelar narsisme malam ini.

aku sendiri, masih setia diam, terlalu berat jika harus lahirkan beberapa diksi, lelahku tak hasilkan energi level tinggi lagi, sisa level tlah terkuras satu satu dalam riang diruang ini..dan akhirnya level setingkat yang tersisa benar – benar menyedot beberapa energi dari luar sana, entah dari dimensi mana yang membukakan mataku tuk teruskan beberapa bagian dalam hidupku yang harus kusiapkan.

langit meureubo tawarkan kerlip pecahkan pekat, satu – satu bintangpun senyumkan sajak yang lahir malam 12 ini, ada bahagia lepas pancarkan cahaya tambahan, ya, aku mengerti sekarang,
sungguh tak perlu cemas dengan kemelut berjudul apapun, karena segala sesuatu akan indah pada saatnya..

spesial thanks 3 personel narsis (K’san, rin, oeja) n rieka…

syukurku padamu Ya Rabb,
meski tak ada yang sefikrah disini, tapi ada beberapa ruang mereka yang benar hadirkan bahagiaku, karena kita sama- sama makhluknya, tak ada yang tau siapa terbaik

meureubo hardvard, pagi 13 januari
mengenang kado senyum semalam….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s