Monthly Archives: Januari 2010

antara hidup dan mati

selimut malam masih berhias gemintang, bulan bundarpun pancarkan sinar cemerlang hiasi pekat yang mulai merayap disinggasana bumi.

hari ini adalah hari kedua perjalanan rekan seleting yang selama 4 tahun sulit disatukan pandangannya. hari berikat hari bergebok bulan dan tahun akhirnya mampu menyatukan beberapa kepala bagian yang biasanya kerap lahirkan debat panjang akan satu dua planning.

agenda wajib hari ini adalah takziah kesalah satu rumah sahabat yang sedang berduka dan kamipun meluncur kesana dengan konvoi sepeda motor. alih – alih jam 9 teng meluncur seperti yang diisyaratkan melalui fb, nyatanya jadwal molor hingga hampir satu jam karena menanti penyandang dana yang sudah dikumpulkan sehari sebelumnya hadir dijurusan.

konvoipun dimulai jam 10 kurang lebih, mengambil alur jalan kura – kura yang berhujung disebelah fatih (SMA turki, khusus perempuan didarussalam), tanjakan meniti dijembatan lamnyong tawarkan aliran tenang krueng aceh yang membentang hingga kearah blang bintang. rute singkat diambil melalui lamgugop menembus beberapa jalan kecil hingga akhirnya sampailah kami disimpang surabaya yang padat dengan kendaraan lalulalang.

saya dan rekan saya ika memilih rute yang tak terlalu ramai, sampai akhirnya konvoi yang sempat terbagi sejenak berkumpul kembali. perjalanan bersama pembalap kampus ini sesekali memacu jantung lebih cepat, kecepatan laju yang luar biasa belum lagi tanjakan dan tikungan tajam dengan kecepatan yang urung diturunkan, beberapa kali mengundang teriakan kecil dengan sedikit intonasi tekanan, syukurlah tidak sampai mengganggu pengguna jalan lainnya. sesekali celoteh hiasi lalulalang ini.

yak,…sapanya apa?? nyetir aja trus , hati – hati tu

hahaha, aku tau dari tadi lia pasti pegangan kuat teruskan, sambil nyegir sendirian, udah tau nanya lagi ne anak,.

kalau orang hamil n nenek2 kubonceng, gakan mungkin...
iya tau ka, sambungku cepat, jantungnya bakalan copot duluan..

dan yang bersangkutanpun langsung menambahkan, bukan..bukan itu, mereka ga kan bisa jaga keseimbangan kalau aku yang bawa… hehehe, jadi lebih baik ga usah nebeng…

ya..ya..ya..lanjutkan saja nyetirnya. merasa was2 juga karena beberapakali dia putar kepalanya kebelakang, bisa runyam kalau tiba – tiba ada kendaraan didepan yang mogok mendadak.
dua rekanku yang melewati kami, langsung mendekatkan kendaraan,

eh, ka..hati- hati tu, ingat ada orang dibelakang, ingat – ingat anak orang tu...
walah kirain ada apa…memanglah ne orang harus ekstra diingatkan… sesekali dengan sengaja dia mengolengkan sepeda motor sampai pukulan kecil harus mendarat dipundaknya
geraaaaam saia….

perjalanan berlanjut melewati beberapa sekolah yang alpa saya rekam namanya, hingga akhirnya sampailah kami setelah meliuk – liuk mengikuti alur jalan, mengikuti sang pemandu, mendaratkan kendaraan dirumah duka didaerah mibo…

setelah ramah tamah dengan keluarga yang bersangkutan, kamipun duduk sejenak sambil menunggu beberapa yang nyasar, yah, maklum jalannya terlalu meliuk – liuk seperti gunung selawah, bedanya gunung seulawah hanya sealur, sedangkan ini beralur – alur…

ini daerah apa namanya,
ga tau yak, lhoong raya kayaknya, yang menjawab sama sepertiku, pendatang.
dan pertanyaanpun mengarah kesosok asli banda aceh, lhoong raya kayaknya, eh tapi ga tau juga, tadi ada tulisan lhoong cutnya..walaah ..mereka yang asli saja tak tau apa lagi saya..
sunyi dipecah tangisan bayi kecil, keponaan seleting bayi pertama dari rekan sejawat, keponakan kami semua, disusul kabar gembira dari rekan lainnya yang juga sudah berumah tangga, pantas saja dia tidak kelihatan beberapa hari ini, ternyata lagi masa -masa awal kehamilan..wuih,,teknik kimia 05 bakalan punya ponaan lagi…

kunjungan diakhiri, mengingat kaum adam harus segera menuju mesjid..dan masing – masingpun putar alur kewilayah kekuasaan masing – masing, hanya beberapa yang kembali kedarussalam…

***********************************************

antara kehidupan dan kematian, semua sudah ada dalam sebuah kitab, kitab rahasia yang sudah merekam segalanya, bahkan hingga sehelai daun hijau yang mendarat diatas tanah, posisi tingginya hingga berapa detik meliuk sejenak sebelum melakukan pendaratan diatas pasir – pasir yang sudah dicatatkan pula..

inilah dunia, naungan sementara kita.. didusun A ada berita kelahiran,tak mustahil pula dibelahan dunia lainnya ada ruh yang lepas kembali menuju-Nya. kematian adalah sebuah rahasia, rahasia yang mengundang usaha untuk bertingkah secantiknya hari ini, karena sungguh tak ada yang tahu kapan jasad ini ditinggalkan kaku oleh ruh…

sudah siapkah kita jika beberapa detik lagi terkirim kembali kemuasal??
adakah hati serta jiwa dan raga ini hadirkan Dia dalam segala sendi hidup, ataukah hanya syair – syair tipuan yang kita lantunkan diseluruh pelosok bumi…

karena kematian adalah pintu selanjutnya….
tak ada yang mampu elakkan hadirnya

LAMARANKU DITERIMA

hari kesekian menjelajahi kampus bersama para lEttu

hari ini perjalanan dimulai dengan berhelai janji bersama sahabat dan rekan lainnya dijurusan tercinta(). berhias agenda yang sama, yaitu mengejar tanda tangan seorang dosen. setelah berjuang beberapa lama, berikat hari, berikat minggu kelar juga urusan sederhana itu, urusan coretan penentu diatas kertas, sembari mengekor beberapa senior yang juga punya tujuan sama, sama – sama pula mengikat harap dalam bulir do’a agar kali ini “lamaran tak ditolak lagi“. saya pun mulai menghubungi beberapa rekan lainnya yang masih diluar jangkauan kampus agar orang penting ini tidak hilang sekilat cahaya.
setengah panik , sms dan telfon dadakan hampir saja mengarah kenomor- nomor salah sasaran.hampir.hampir…

kok lia yang panik?? tanya sahabatku windya, setengah terpingkal , iya juga ya, seharusnya mereka yang masih diluar kampus yang panik dan was – was bakalan batal tanda tangan.

n then… Alhamdulillah peluh – peluh itu akhirnya migrasi menjadi hasil yang diharapkan, LAMARANKU DITERIMA
tak perlu lama, sesabit senyum hiasi wajah – wajah kami, yah meski dua rekan setia urung hasilkan coretan serupa karena tak gegas setor muka kekampus…
, turut berduka ya kawan..seumangat!! kalian pasti bisa.

gorden putih diruang seminar utama lantai dua jurusan sibakkan fenomena alam diluar sana. nyiur kelapa lambaikan begitu banyak kebahagiaan,
fikiranpun menjadi lebih nyaman sambil menatap hijau alam diluar sana, potret bayangan bukit dan aliran krueng aceh beserta hilir mudik kendaraan yang menyemut jika ditatap dari titik ini.

begitu banyak kisah dari rekan sejawat mengalir begitu saja. ide – ide barupun lahir, mengangkat kisah nyata peluh perjuangan mereka diranah yang terlalu hebat, sampai cuatkan pula kehebatan hadapi rintangan menjadi tantangan yang hadirkan kebahagiaan dan kesuksesan masing – masing pribadi.

setelah mengobrak – abrik ingatan, cari sosok yang punya kisah menawan untuk diangkat, demi sebuah tuisan, dan akhirnya pilihan jatuh pada beberapa sosok diruangan ini, sosok hebat yang punya segudang prestasi namun tetap memakai pakaian rendah hati….

kabar duka dari sahabat yang orang tuanya meninggal pagi ini, tak lupa kucatat, semoga dia dan keluarga diberikan ketabahan…kami akan segera kesana kawan..sesegera mungkin..

dosen- dosen yang mondar – mandir, suara celoteh rekan – rekan, beberapa yang sibuk bongkar – bongkar file foto letting, yang sedang nghitung rancangan pabrik…. akhirnya ruang seminar ini jadi basecampe kaum hawa letting 2005 (menjadi penguasa sejenak, berhubung alpa jadwal seminar hari ini)

berhubung wawancara akan dilanjutkan (macam iyaaa kaliiiii ) sambil menunggu nilai terakhir keluar. menanti urus mengurus spp setengah……. catatan tak penting ini diakhirkan sejenak.

masih dalam dingin Ac yang menusuk tulang,,. dalam ruangan yang bersisa beberapa wajah dan lainnya menunggu fordward sms dilantai satu. semoga kelaparan tak hiasi penantian kita dalam rentang satu dua jam kedepan mencegah hilangnya kesempatan Spp setengah…
Let’s seumangat……

ruang seminar jurusan Teknik kimia
28 januari 2010

right man on te right place

aku akan berhenti bicara jika memang akan menjadi selimut hangat kalian.
sungguh tak pernah ingin hadirkan beku diatas trotoar yang kian berhias rumput kecil ini.

Ya, aku sadar hanya dikirim untuk hidup sebagai manusia biasa bukan seorang Rasul ataupun malaikat. aku tidak dipilih menjadi konglomerat ataupun kaum melarat berkelas.

aku hanya manusia yang akan terus hadir dengan catatan hidupku, catatan perjalananku, meski Dia telah utuskan malaikat tuk catat kinerjaku didunia, dan Dia telah pula tuliskan semuanya sebelum aku ada dihadapan kalian.

kalian boleh bungkam mulutku yang mungkin kalian anggap sialan, tapi sungguh karena Dia yang telah memberiku sertifikat istimewa ini, aku takkan berhenti hanya karena serapah kalian atas coretan – coretanku.

bukankah kita bisa hadirkan profesionalisme dalam ruas – ruas hidup? lupakah kalian bahwa hidup punya sekat – sekat yang tak boleh diusik adanya.
ya, hidup punya sekat, ada ruang yang tak boleh dijamah ruang lainnya, sesekali kita memang perlu mengkotak – kotakkan hidup. ada kotak bernama pekerjaan, keluarga, sahabat, negara, dan kotak – kotak lainnya. meski semua jika disusun akan menghasilkan bangunan tinggi, namun tetap ada sekat yang tak boleh dilanggar

kurang bijak rasanya menggotong masalah pekerjaan kerumah yang juga punya episode sendiri, begitu juga raut kusut diistana megah tak pula harus dibawa – bawa kemasyarakat, jika nyatanya sosok yang harus kita bagi masalah ternyata bukanlah orang yang tepat

dan terakhir, kukatakan sekali lagi, sertifikatku ini diberikan oleh-Nya, Ya, Dia yang luluskanku dalam coretan – coretanku, Dia yang setia pompa semangatku lewat sosok – sosok dan tragedi yang hadir silih berganti, berlapis lapis dari menit kemenit.
sosok yang tak pernah kukira begitu tulus hadirkan suplai energi baru disetiap coretanku,

untuk para hantu pengganggu coretanku , cari dan kembangkan apa yang kau suka tak usahlah terlalu picingkan mata membaca coretanku jika memang tak bisa mengeja abjad.

karena sungguh Dia ciptakan manusia dalam beragam rupa, beragam potensi, aku tak peduli lagi dengan celoteh kalian.


hadir manusia adalah rahasia
tak cukup lihai tuk intip celah demi celah
tak cukup akal tuk pecahkan selipan makna
karena rahasia akan terbuka jika Dia yang membukanya

banda Aceh, 27 januari 2010

menunggu :)

menit – menit tulisan ini hadir adalah menit – menit keberadaan saya dikampus, setelah beberapa hari setelah agenda besar foto letting hiasi tapak- tapak kampus.

jurusan teknik kimia terlihat sepi, padahal gambaran halaman parkir didepan yang mengarah kefakultas teknik tumpah ruah dengan mobil para dosen, berbagai merek hadir , cocok rasanya jika dijadikan iklan showroom

lalu sembari menyapa beberapa senior langkahpun akhirnya berakhir dilab sumer daya energi. sebenarnya bukan lab ini tujuan utama menyapa kampus hari ini. tanda tangan seorang dosen sebagai syarat bebas lab dan syarat nilai penelitian yang sudah kelar diseminarkan dengan peluh perjuangan tak terhitung bersama seorang partner yang juga sahabat karib.


Ruang Kuliah Umum jurusan yang lazim digunakan untuk perkuliahan baik mahasiswa S-1 ataupun S-2 hari ini diisi dengan wajah – wajah dosen, bukan untuk mater kuliah , namun ada rapat kerja yang memang sudah lama dikabarkan dilaksanakan hari ini.


dan jadilah hari ini hari menunggu seleting, ( maksudnya mereka yang sama – sama mengejar coretan penentu diatas kertas), sambil memindahkan beberapa file foto leting dari studio yang sudah sampai ditangan beberapa rekan mahasiswa.

dari posisi menunggu ini, terlihat potongan mushala jurusan menyembul dibalik pepohonan akasia dijurusan, juga petak – petak keramik abu – abu bercampur putih, beberapa kursi bulat hitam , meja panjang, yang besar tempat mahasiswa sering berdiskusi ataupun mengerjakan tugas dan laporan – laporan, ditemani suara printer yang mencetak beberapa laporan rekan mahasiswa, serta operasi aliran fluida dilab ini yang hadirkan irama gemericik air.

diskusi lanjutan mengenai riset – riset sebelumnya mengalir bersama seorang alumni, buka wawasan yang sudah beberapa hari distop berfikir jauh…

akhirnya episode menunggu kembali tanda tangan yang sudah berminggu – minggu urung didapat. semoga kita berhasil teman..

Seumangat

lab sumber daya energi, jurusan Teknik Kimia Unsyiah
Banda Aceh
10.42 jam laptop

menit – menit bermakna

kayaknya 24 jam terakhir ini jadi catatan penting yang hadirkan beberapa posting yang ga terlalu penting. efek pusing dengan rancangan pabrik yang ga jelas – jelas nasibnya. padahal cuma mentok dimasalah HE (heat exchanger), tapi malah jadi error kayak gini. walhasil lahirlah tulisan – tulisan aneh yang lebih tepatnya disebut ngasal cuma buat ngilangin penat dan obat stress.mulai dari tulisan yang bahasanya setelah ditulis yang nulis pun rada – rada ga ngerti sampe bahasa kacau kayak gini ne.
alah, ternyata bisa juga ya nulis tulisan semerawut, (yang semerawut tulisan ini apa beberapa dibelakang ya?). ga penting , yang penting aliran darah dikepala ngalir deras lagi, yang penting jantung ga kayak orang diserang penyakit, yang penting, yang peting, Alhamdulillah masih hidup

stres?? masuk ga ya kalau dikatakan stress, ah anggap saja enggak. kalau memang sudah stres tahap tinggi berarti sudah bukan dimeureubo lagi tempatnya. menyoal meureubo setelah beberapakali search ditante google, ternyata ada daerah diaceh barat yang namanya meureubo. , sama dengan nama jalan tempat tinggalku sementara dirumah orang (baca:kos-an). kosan aneh yang membuatku tak cukup geleng – geleng kepala menghabiskan hari berikat bulan dan berikat tahun disini.

penat yang undang hadir denyut – denyut berkonser ria dikepala plus suara jangkrik diluar plus suara musang yang sedang fashion shiw diatas seng sungguh timbulkan pusaran – pusaran aneh. mata tak mampu lagi terpejam, padahal hanya terhitung satu jam mata ini diistirahatkan, duhai mata, maafkan saia, bukan tak ingin memberikan hakmu, tapi apalah daya energi super yang entah darimana dikirim tiba – tiba membuatku mampu terjaga didepan Laptop yang sudah berulangkali dibedah ( semoga ga sakit lagi ya, hana peng le lon).

dan mouse dibawa mengklik area – area note difb, ruar biasa .banyak note menarik tertangkap mata ini. dan jika diingat – ingat penyair – penyair facebook memang beroperasi dijam seginian. beberapa kali bergadang juga kuhiasi dengan melirik note – note mereka, lumayanlah buat nambah kosakata n ngisi kelaparan sastra indonesia (macam iya kali, )
sembari mengklik laik, eh salah like. karena tak bisa dipungkiri karya mereka memang patut diacungi jempol
.

kalau boleh kusebut, jam segini memang masa emas melahirkan tulisan, buktinya tulisan ngawur ini bisa hadir tanpa perlu fikir panjang. penyair – penyair facebook kebanyakan sengaja diadd dengan pertimbangan karya – karya tulisan gemilangnya, tak sedikit yang sudah menerbitkan buku (berharap begitu juga), meski belum satupun antologi puisi mereka kubaca. Namun apa yang mereka tulis dalam note – note mereka sungguh menunjukkan kekayaan khasanah bahasa mereka..

satu sisi alasanku menjaga malam, ada kekayaan didalamnya yang jarang terlihat..

oklah…tulisan aneh ini mudah – mudahan tidak akan mengganggu, kalo mengganggu , ya maaaaaaaf, hanya ingin belajar menuliskan sesuatu secara blak – blakan, kasihan juga kawan – kawan kampus kalau baca note ataupun blog yang lahir dari tipad2 laptop namun bahasanya kalau dalam istilah mereka braaaat thaaat.. hehehe, maaf ya sist n bro… ga da maksud apa2 kok,

ga semua tulisan ditujukan untuk khalayak, ada beberapa yang memang hadir hanya untuk dikenang sang penulis,yah sekedar merekam kenangan lah…

meureubo hardvard, Banda aceh
26 januari 2010
saat mencoba mengistirahatkan mata.
tulisan yg hadir dalam tempo kisaran 5 menit (rekor untuk sebuah tulisan aneh!!!)

bait – bait malam

ku kirimkan selip rindu di sajak terakhirku
yang tak lihai kau baca dikhatulistiwa berbaur magis
gemuruh masih usik sendu yang sama, beranak pilu
sisakan gerimis berpotong tangis


matahari dimana malam ini, dan purnama selip dimana difajar buta nanti ?
aku tenggelam dalam parau, mengais dosa yang kian menghujam dunia
ratapi jejak tak rapi tersusun dipagar usia

haruskah neraka dicelup telaga dan surga dihias percik api?
karena sungguh tak cukup 5 seruan wajib hiasi ragam hati
bukan demi kelam, bukan demi cahaya
ada hati yang butuh santapan istimewa

dan kau tau?
bait – bait indahmu
sungguh pecahkan hening malam ini,
tak tau berapa ton ego hancur dan memuing
tak tau berapa bulir terliterkan didua helai lentik matamu, pun aku

karena sajak tak hanya hadir dalam ruang ini
juga tembus penjuru langit dan bumi
dan hadir dalam ruang saksi
akan sebuah rindu yang entah bagaimana harus dikabarkan

meureubo Hardvard, Banda aceh
26 januari 2010
saat ide rancangan akhir ngadat! 😦

disaat ide sirancangan pabrik mengendap entah berapa centi

mendadak kehilangan ide melanjutkan rancangan pabrik

hari kian diikat dalam bulan dan tahun, dan masa hadir disini harus segegas mungkin diakhiri. Bukan karena tak resap bahagia disini,
namun ada kota lama yang ingin disambangi lagi.

berulangkali hadir tanya menggedor ruang – ruang jeda dalam kesibukan yang nyaris menghadirkan lupa akan sosok – sosok yang ditinggalkan sejenak.. sosok yang genapkan bahagia, genapkan juga haru, sosok yang tak jarang koyak ruang rindu yang sengaja dijahit serapi mungkin agar tak ada yang mampu melihat kusutnya benang yang tertindih dibawh jahitan terakhir. dan benang – benang itu akhirnya menjelma menjadi coretan yang entah bermula dari sajak apa.

berulang sapa bawa serta tanya, kapan agenda disini berakhir, dan jawab yang mampu kususun hanyalah, kirimkan saja aku do’a agar mudah semua langkah. aku juga rindu kalian.

kuintip beberapa sekat hati, dan kutemukan pula ruang – ruang yang tak mampu kuberi titel, ruang bahagia yang undang haru selangit. ruang bersama mereka yang telah dicatatkan kualami disini. orang – orang spektakuler.

mengundang ghaib didepan sana sungguhlah tak layak kulakukan, tapi perpisahan adalah konsekuensi dari sebuah pertemuan, dan pada saatnya memang telah diketukkan, maka hadir merekapun tak lagi bisa kuikat..

antara langsa dan banda aceh, sama kadokan rindu dan bingkis kenangan yang kubawa dalam alur hidup. entah dimana titikku berakhir, dan masih jua kubawa sepotong harap untuk mereka orang – orang terkasih, agar kado bahagia bisa kukirimkan sebelum ruhku lepas dari raga, dan agar saat itu hadir ada kalian genggam tanganku, antarkan talqin dihujung nafas ini…

meureubo Hardvard, Banda Aceh
pojok rinduku untuk mereka
25 januari 2010