pukulan diawal tahun, pekalah kau duhai hati

pagi ini aku benar- benar tersentak tanpa tau berapa power yang membangunkanku. tersentak kembali dengan episode – episode kematian. ternyata memang aku kurang peka, maaf kawan aku tak tau lukamu begitu dalam.

beberapa minggu yang lalu, aku masih sempat berdialog denganmu melalui fasilitas chatting, pun dengan seorang sahabatnya yang telah pergi.

maafkan aku kawan, yang benar-benar tak peka dengan kesedihanmu kala itu. aku hanya menjawab sekenanya, dengan kata-kata sekedar penguat, tak kutau bagaimana perih itu menghujam relung hidupmu dibenua lain itu

kawan, beberapa menit yang lalu tak sengaja kususuri accountmu dan kuikuti jejak nama yang dulu pernah kau ceritakan padaku.dan tragis, tak kusangka begitu dalam sayatan itu hadir, tak hanya untuk mu, tapi juga bagi mereka sahabat – sahabatnya. dan ingatku seseorang pernah juga membicarakan dia, sesosok yang hebat, begitu pandai mencuri cinta rekan – rekannya.

kawan, maafkan aku..maafkan aku, teriring do’a agar kau dibenua lain itu bisa tegar, meski tak mampu tatap wajah terakhirnya. tetap mampu lanjutkan studymu disana, karena kau sosok tegar yang dipilihkan-Nya jalan seperti ini.

kawan, baru ku tahu dia benar benar sosok budiman, kutangkap perih yang sama seperti rasamu, rasa kehilanganmu, sakitmu karena tak tatap dia.ya, kubiarkan bening ini mengalir pecahkan pagi dimeureubo ini, meski diluar sana matahari belum sepenggalan

kecelakaan lalulintas itu pisahkan kau dan dia, dan kau kirimkan tangisan rindu dan do’a dari tempatmu berpijak.tenanglah kawan, lihat disana kawan, dirumahnya yang dibangun rekan- rekannya, begitu banyak simpati dan do’a dikirim untuk dia. kulihat semua, catatan , potret, semua kenangan manis.dan benar – benar tak mampu kukuatkan diriku , -padahal tak pernah kutau siapa dia.

sabarlah kawan, tak hanya kau, aku juga ingin bertemu sosok dia diakhirat kelak, sekedar kenal sosok yang begitu berarti dalam hidupmu, meski dulu alpa kau ceritakan..


Rabb,
sungguh hamba iri dengan senyum syuhada
sedang liar dan nistaku ini
kucemaskan halangi ruhku menuju-Mu
cemas pula tak satupun tangan mengantarku keliang lahat

untuk saudara seimanku dijerman,,, maafkan aku…..semoga Allah memberimu ketabahan…
salam rinduku untukmu, semoga sebelum langkahku pergi dari kota ini, kita bisa bersua kembali dalam rengkuhan OMAN..

kak..maaaf,,,,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s