abjad kenangan menjelang penutup tahun,

sembari menunggu siprinter -yang mendadak baik hati- mencetak 5 rangkap hasil penelitian, rasanya perlu sejenak memutar kepala mencoba menjejerkan satu persatu kenangan dalam rentang sayap 2009.

awal tahun 2009
start awal penelitian yang dipenuhi gundah gulana, karena harga bahan yang begitu melangit dan susahnya menerobos pertahanan peminjaman alat dibeberapa lab.namun bahan penelitian selangit diimbangi dengan murahnya harga bahan baku alias free. bahan baku yang digunakan dalam penelitian hanyalah rumput. what rumput?ya, back to nature, menjelajahi kemampuan beragam tanaman dimuka bumi yang sering tak terlihat oleh mata telanjang.
setelah menelaah banyak literatur, sungguh tak disangka rerumputan liar ternyata banyak yang mampu mengatasi penyakit – penyakit kronis, tinggal dieksplor lebih saja, agar bisa bermanfaat bagi manusia. salah satu metoda yang bisa digunakan untuk mendapatkan manfaat dari tanaman liar yang istimewa adalah ekstraksi dengan menggunakan pelarut yang sesuai(ditinjau dari kondisi polar(larut alam air) dan non polar(enggan dekat2 dengan air). hasil ekstrak ini biasanya mengandung senyawa – senyawa yang diperlukan bagi tubuh untuk menetralkan racun…jadi istilahnya selain untuk persyaratan akademis, ada ilmu baru mengenai dunia kesehatan yang bisa saya petik dari perjalanan penelitian.penundaan terjadi Karena panggilan KP.

teknik atau jurusan kesehatan??
hmm sepertinya bukan suatu masalah, teknik kimia tak hanya perakit bom, sebagaimana yang disinyalir oleh segelintir orang yang tidak benar2 mengenal teknik kimia secara mendalam. -dulu saya juga sempat berfikir demikian ketika masih duduk dibangku sma. bahkan seorang sahabat, dengan penuh yakin berharap jika kelak saya sudah mengetahui cara membuat bom agar mau membaginya dengan beliau, ah ada – ada saja.padaha tidak ada satu matakuliahpun yang membahas perakitan bom. riset yang berlangsung digedung tiga lantai inipun tak satupun yang merujuk kearah perakitan bom. lazimnya berkaitan dengan penemuan baru dibidang proses ,eksplorasi suatu bahan menjadi bahan lain dengan menggunakan beraneka bahan kimia bantuan, yang mayoritas berada pada rupiah selangit.

maret – april 2009
masa – masa penuh kenangan
langkah terpatri menuju perusahaan besar dinanggroe aceh darussalam, pabrik LNG dikota lhokseumawe. dua bulan apel pagi jam 7 teng, dan keluar dari gerbang jam 4 15. Keren!! pelajaran disiplin yang sangat – sangat menyenangkan. tempat itu menyimpan berjuta kenangan, ruang petak yang berulang kali dipindahkan,karena satu dua hal. training centre markas apel pagi. 🙂
kontrol room yang sedikit membuatku tak nyaman karena insiden yang menyebabkanku terpaksa mengganti nomor hp selama masa – masa dua bulan,. demi alasan kenyamanan.
rekan – rekan ojt yang tak terlupakan, anak – anak UGM yang mengenalkanku lebih dekat dengan dunia maya, yang disini hobi menulisku yang lama hilang mencuat kembali, terimakasih. adek – adek Smk, peserta OJT n magang, nova, andrea, n hanna yang telah sama – sama membagi lelucon selama disana, anak – anak tomodachi yang telah banyak berkorban , kawan – kawan kampus yang setia menemani kebosanan saat kp melalui fasilitas chat, terimakasih, semua yang telah berperan menyukseskan KP, rumah naunganku selama dilhok… semuanya takkan kulupa..terimakasih kawan (harusnya ini berposisi dikata pengantar laporan, berhubung kondisi formal lebih diutamakan, jadi urung kuletakkan)

dan akupun larut dalam dua pertempuran, berjuang diarena teknik kimia, dan menghasilkan karya tanpa harus mencanangkan “terpajang dimedia”. tempat ini juga media, aku bisa berbagi dengan kalian, kawan – kawanku. tak perduli harus memerah mata karena nyaris separuh waktu berada dilayar kotak. mencari apa – apa yang bisa kubagi dan kuurai dalam bahasaku sendiri.

berbulan-bulan kemudian, perjuangan makin menanjak, deadline seminar berjejer..dan terus berkejar – kejaran…

RUMAHKU
dua keponakan cilikku yang kian hari kian memberi warna benar2 menjadikanku rindu kota Langsa, meskipun sebulan penuh tanpa keluar sejengkalpun dari rumah, tak apalah..mengobati rindu bertahun – tahun. prestasi tahun ini, lebih banyak kesempatan pulang kerumah karena jarak lokasi kp dan rumah hanya berkisar 3 sampai 4 jam.dan akhirnya tahun ini berada dalam hitungan hari yang lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya berada dikota tercinta.
******************

sisi lain yang tak mampu terganti

sahabat, satu episode sedikit mengusikku, arena harum malaikat itu yang tak jua kutemukan lagi. berulangkali pergantian wajah, berulangkali pergantian pembina utama, berulangkali pergantian “rumah istimewa”,namun ditahun ini yang kurekam hanya satu atau dua kali wajah teduh kalian berhasil menghipnotis fikiranku yang galau.semuanya kita leburkan dalam syahdu bait – bait cinta, surat cinta terindah dari Dia, Yang Memiliki Kekuasaan Tertinggi. ya, aku paham mungkin ini benar – benar cobaan bagi kita, cobaan agar tidak lekas patahkan semangat menegakkan pondasi dien kita, meski tak ada papahan yang tegakkan kaki kita.

sahabat, jauh dari kalian, bukan berarti kulepaskan semua kenangan dan rutinitas perjanjian kita, meski berat, semuanya tetap mengalun, berharap kelak jika tiba saatnya kita benar – benar hadir dalam majelis yang sama, mengeja kembali, hadirkan diskusi – diskusi indah penuh kenyamanan,

sahabat, masih kurekam erat bagaimana lintasan debu menghampiri tikar alas duduk kita diruang kenangan pertama kali kita bersua, ruang sederhana , teduh berhias kalam – kalam-Nya setiap kita bersua.

sahabat, aku rindu menatap kalian, meski kusadar jarak kita terlalu jauh, terhalang desa, kota, bahkan ada yang terhalang benua dan negara. rindu kalian, komunitas yang membangun karakterku, yang selalu mengirimkanku undangan istimewa , tak hanya berisi kalamullah, namun juga dinaungi malaikat. getar halus ini kutangkap saat kenyamanan benar – benar lintasi langit – langit atap kita bersimpuh.

rindu teguran lembut kalian yang kuatkan pondasi ku, rindu bait – bait yang kita jaga bersama, jangan tanya bagaimana kupelihara semuanya tanpa dukungan kalian, tapi tak apa, wajah – wajah baru juga mengalungkanku ilmu – ilmu baru diluar dugaan. pelajaran hidup yang takkan cukup kutuang dalam abjad sejumlah apapun.

sahabat….
berulangkali kita jelajahi rumah – rumah-Nya
masih erat, saat hujan badai dan kita duduk diteras rumah-Nya berpindah kesisi teras lain tanpa rona takut tak bisa pulang, meski petir kian menggelegar, bukankah tanda langit yang begitu tunduk pada-Nya. dan diskusi kita tetap mengalun, mengalunkan tembang rindu, rindu bersama Rasul, bersama Para sahabat, bersama Tabi’in.
ya, buat apa hadirkan takut, jika nyatanya kita memang sedang berada ditempat yang tepat, rumah terindah, Rumah-Nya, rumah berbait cinta yang memang harusnya mampu kita ukir dihati kita sebagai muslim.

sahabat..sepertinya aku lupa mengucapkan terimakasihku atas teguran indah kalian, yang sekali lagi kukatakan kuatkan pondasi imanku, tegakkan pohon ini dengan akar – akar kuat menghujam tanah berpijak, membungakan ranting – rantingku dengan bunga – bunga yang begitu menawan.
terimakasih..jazakillah ya ukhti…

lantunan Al-ghamidi masih iringi tulisan dan episode menunggu printer selesai kerjapun kumatikan
azan magribpun berkumandang dari mushalla kid, dan senjapun lenyap setapak demi setapak…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s