jaga – jaga data hilang (lagi)

27/12/09
senja..kau benar- benar tak muncul dipagi sepi. lalu lalang pejalan kaki yang mencoba menghirup segar pagi kian ramai, tapi kau tak terlalu senang senja. kau taukan udara pagi acapkali dicuri oleh knalpot – knalpot yang jarang lulus emisi. dan pagi sunyi dicuri pula oleh polusi suara
********
26/12/09
senja, aku bingung bagaimana melukis semua ini dikanvas hidup. aku terpaku didepan pondok markas kita.tempat kitaacapkali berdendang, nyanyikan tembang – tembang pengisi jiwa, dan biolamu selalu mengalun menyusup, bilik – bilik bersekat triplek ini. tak ada yg terusik, semua snang senja.apa karena kau memang istimewa.
senja titipkan rinduku buat mereka, ah senja, aku tertawa kecil saat membaca pesan singkatmu, Kamu bilang rindu dengan sipussy, salahmu sendiri mengusirnya, dia memang binatang senja, tapi sama – sama makhluk tuhan juga, kurasa kita tak punya hak mengasarinya.pahamkan senja…
dan lagi – lagi kau membahas makanan yang sama, ah, kau nyaris membuatku ileran, karena disini aku takkan mungkin menemukan makanan enak itu.. senja, aku lupa mengucapkan terimakasih untuk kakak – kakak yang pernah bersama kita dulu, kau masih ingat wajah mereka .

25/12/09
Senja, aku tak kuat lagi menggenggam amarah. Tadi siang , secara sadar, mereka kumaki satu persatu.tidak senja, aku tak ingin seperti ini, senja aku alpa menyebut-Nya hari ini, senja tolong aku.Sebaris pesan singkat diponselku, menggambarkan kembali tragedy 7 purnama yg lalu, saat aku merindukan sosokmu, namun ternyata alam begitu cepat berdendang, dan benar2 alpa kutatap wajahmu.Senja maafkan aku tak pulang merawat balee- balee kita. Aku dicengkram, senja..
7 purnama lalu..
Malam panjang mengurai air mataku.senja aku dihakimi dengan pisau tajam dari lidah mereka, sungguh tajam senja, sampai2 aku rela mengotori ruang hatiku dengan umpatan, perih rasanya saat hatiku mengais kotoran2 itu.kasihan dia senja.
Senja, aku dihakimi karena aku menghindari mereka, padahal kau tau kan senja bagaimana aku sering menangis diatapmu, karena aku tak tahan umpatan mereka untuk saudara2 seiman lainnya, saudara mereka juga., aku juga tak tahan suara keledai yang kerap mereka konserkan, pun pernah kuingat petuah dosen dikampusku, sejelek2nya suara adalah suara keledai dan yg mereka lakukan lebih buruk senja.
Senja, bukan ku tak ingin menegur mereka, namun suaraku tak ada, ada tapi tak mau dianggap ada secuilpun. Senja aku rubuh, kebersamaanku dengan mereka hanya mengirimkan pencuri ingatan, ya, satu persatu ingatanku akan bait2 suci, berjuz – juz kita bangun bersama, ternyata harus pudar – satu persatu.
Senja, aku hanya menjaga jarak, agr kunci ku kesyurga tidak lenyap begitu saja. Senja, kamu dimana? Pulangkah sejenak, liat aku yg kian liar saja.senja, aku rela kalau aku dicibir, asal juz yang kita rekatkan dalam tapak juang kita tak turut mereka kikis. Aku benci diriku sendiri senja.
aku ingat sahabat baruku dari satu jejaring sosial menasihatiku agar aku tidak ikut lebur bersama, kita harus menghindari kebinasaan katanya, dan bersahabat juga harus memilih jangan sampai menjauhkan hati kita dari-Nya.
Senja , tolong aku, telinga ku rusak Karena omongan sapah, alunan sampahh, sengaja kuputar bait2 yang acap kita lantunkan dalm perjumpaan kita, kau tauapa yg mereka lakukan sedetik kemudia? mereka lawan dengan denting alunan dunia mereka aku benci hal ini senja.
Senja aku dimaki dengan kasar, seolah aku tak pernah punya kebaikan,yang kulakukan semuanya salah, tapi senja , aku kenal mereka, bukan hanya aku yang diperakukan sehina itu.saudar2 seperjuangan kita juga diperlakukan sama!
Senja, cepat pulang ya, bantu aku..
Oh ya, dulu kau Tanya kemana sahabat digubuk rindu itu??Mereka sudah pindah senja, tak ada lagi wajah mereka dibangunan kayu teduh itu, taman ilmu diskusi kita, gelar sarjana sudah bertengger, dan sekarang aku sendiri senja, pun kau tak disini. Senja pndasi ini kian roboh senja, aku rindu.
rindu ruang sunyi kita, ruang berisak, sunyi memang, tapi sesungguhnya kita sadar sedang larut dalam rindu untuk-Nya, mencoba menjalin bahasa cinta terindah untuk-Nya.
senja, aku hilang kendali, pulanglah kau…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s