meureubo hardvard

meureubo ini takkan pernah sepi kisah.
meski saat tulisan ini tersusun, belum ada denyut grasak – grusuk disini.
libur panjang yang berefek lelap ditambah angin menyusup melalui kusen jendela yang dipasang kawat nyamuk, menusuk, padahal matahari sudah mengintip dibalik gumpalan awan.
sesekali kicau burung hadir , konser pagi yang menyenangkan.

keanehan semalam, kembali hadir dalam sel – sel penampung memori. entah apa yang tiba – tiba menggedor pintu, seolah ada sosok hendak berkunjung tanpa salam. secepat kilat kukunci pintu , agar keanehan tidak berlanjut menjadi judul lain.

sunyi malam merayap kesegala penjuu, benar – benar keaneha yang tak lazim muncul. biasanya malam akan pecah dengan obrolan panjang atau teriakan – teriakan penghuni yang berkerumun disalah satu ruangan , benar – benar aneh, tapi saya lebih suka keadaan seperti ini, menikmati tarian hujan diiringi orkestra kodok, dan sesekali saat jeda konser digelar, sunyi pun bernyanyi hadirkan tafakkur dan renugan panjang akan Dia.

ya, saya suka berada diruang sunyi, ruang yang mampu menghadirkan ingatan akan kebesaran-Nya. ruang yang mampu lebih mengeratkan ketajaman fikiran.karena alam ini ada untuk dipelajari dan akan lebih mudah jika ditelaah dalam kondisi bebas hiruk – pikuk.

************************
istilah meureubo harvard dicetuskan oleh seorang sepupu personel A6 ini. dibandigkan kawasan lainnya didarussalam, meureubo memang memiliki keunikan tersendiri, rimbun pohon asam dan pepohonan tinggi lainnya sedikit menjadi daya tarik bagi para peminat kos didaerah ini. tak heran jika siang bertamu, kawasan ini bisa dikatakan lumayan teduh dan menyejukkan.

‘serasa dihardvard ,kak’ bunga – bunga kecil terbang memeluk tanah, jatuh satu satu dari sisi daun, sejenak coklat berganti kuning , sepintas memang mirip kondisi hardvard.
generasi demi generasi telah lahir dari sini, generasi sukses yag sekarag bertapak jang tak lagi dibanda aceh ini.

mulai dari generasi qurani yang kerap membahas persoalan agama setiap kali bertatap, sampai generasi yang lebih condong kehura – hura.komplit!!! semuanya terlebur disini, dalam ruang fikiran yang berbeda.

dan erat ikatan ini , tak lain hadir karena “perbedaan adalah anugrah yang harus disyukuri”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s