untuk bunda (II)

bunda
kerut – kerut wajahmu lukiskan cinta genapmu
mata beningmu kerap belinang
dalam sepenggal do’a untukku

bunda
maafkan ku
tak mampu membayar tiap tetes asimu
menampung berliter – liter tangismu
menyeka peluhmu
yang merengut saat pintaku tak kau beri

bunda
air matamu juga air mataku
tak jarang kulongor dalam gagal
dan kaupun hadir tegakkan pondasiku yang hancur

bunda
sajak – sajak rindumu
dikirimkan angin
dan ku hanya mampu meremasnya dengan perih
berkelebat garis wajahmu, mata kantukmu menantiku, pudar rambutmu

Bunda
aku rindu
rindu qira’ahmu selepas magrib
rindu masakanmu
sesabit senyummu

bunda
aku masih disini
membingkai mimpiku
yang juga bahagiamu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s