jalan hidup

Sabtu sore yang membingungkan ,dengan agenda yang tak tertata rapi

Aktifitasku, kuhentikan sejenak, azan sudah bergema dimushala kid, mushala dihujung lorong kecil ini, meureubo .meskipun berukuran mini, namun bukan berarti sepi tersapa. Jama’ah yang mayoritas mahasiswa kerap hadir menunaikan sehelai kewajibannya, zhuhurkah atau ashar, namun jika magrib bertamu, maka jama’ah yang hadir bergaris – garis wajah, tanda usia sudah mulai senja.

Ba’da ashar, JJS (jalan – jalan sendiri) yang sudah kurancang dari sebelum ashar menyapa,rontok perlahan , bingung dan beragai pertimbangan lainnya menari –nari dialam fikiran ku, TA ku belum siap, novel, puisi, cerpen, ah..semuanya berkelebat dan menawarkan kebingungan yang begitu menggunung, sekedar mencatat bahwa kelas fikiranku sedang mengacau adanya.

Kubawa kakiku bergerak mengitari pintu demi pintu kosan sederhana ini, dan langkahku terheti didepan kamar rame, yang hari ini tidak tertutup, tumben dia tidak tidur sore ini. Layar computer yang disetting TV tunner masih menyala dan dia masih larut dalam asharnya, tak kutunggu lama, kuberanikan diri menerobos masuk, eits bukan tanpa izin ya, beginilah kebiasaan dikosan ini, semua penghuni sudah seperti kakak adik jadi tak perlu basa basi lagi jika ingin sekedar rehat dikamar penghuni lainnya.

Tak lama, setelah asharnya lepas, dia pun beranjak merapikan diri, dan iseng kutanya tujuannya,mau keluar kak, yah kira2 begitulah maksud dari perkataannya. Gegas kukembali kekamar, mengingat laptop yang masih tercas, khawatir harus mengganti batrei lagi jika overload… bisa dua kali bangkrut ne… dan juga tak enak jika harus berada disini terus menerus

Lirik kiri kanan, tak ada riuh melapisi ruangan manapun , yang bermakna penghuni kos hilang satu persatu, ririn, rika, oja kuadrat juga lenyap. Dan putusku ambil jalan keluar sejenak, hirup bebas knalpot sore didarussalam, wilayah kecil dibadan banda aceh.

Kuikuti rentak aspal jalan meureubo ini, melewati beberapa polisi tidur, lalu lalang pengendara motor yang sedikit tercegat, dan bangunan magister ekonomi yang belum rampung, tepat dihujung jalan bersebrangan dengan tegak kokoh fakultas teknik.

Labi – labi menjadi pilihanku melewati hari ini, angkutan umum ini sepertinya akan mengambil rute memutar melewati jurusan teknik kimia, mipa kimia , gedung kedokteran pertanian, FKH, FKIP, HUkUM, dan berhenti sejenak dimesjid jami; , menurunkan beberapa penumpang, yang sepertinya mahasiswa baru, karena kulihat tentengan sertifikat UP3Ai.

Aroma gorengan disisi kanan mesjidd begitu menggodaku, hampir saja langkahku turun kesana, namun mengingat tujuan awalku bukanlah kemari, maka dengan berat hati, mengunci aroma lezat tersebut erat2, laju pun berlanjut.

Dan pandanganku kembali tertuju kesisi lain hidup yang selama ini kubutakan sendiri, :orang orang kecil yang benar – benar berjuang menghadirkan peluh. Berjejer rapi penjual makanan disepanjang trotoar dari depan masjid jami hingga perpustakaan unsyiah. Yang tak luput dari pengusiran MENWA (resimen mahasiswa) yang acapkali bertugas menggusur para pedagang yang rutin berjejer dipinggir trotoar.

Perjalanan pun berlanjut , namun jeda kembali sesaat,padahal waktu yang kutempuh sudah melebihi batas maksimal perjalanan dengan jalan kaki menuju lokasi yang sama namun tidak berbelok – belok seperti ini.

Sejenak kemudian timbul lintasan diruang fikirku, analogi perjalananku ini dengan perjalanan hidup sesungguhnya. Acapkali kita memilih jalan yang menurut kita lebih aman dan cepat namun ternyata hidup menawarkan hentakn hentakan yang entah apa judulnya. Godaan – godaan pun tak luput menghadang, dan semuanya hadir sebagai warna warni hidup, agar hidup tidak dijalankan dengan egois. Sesekali kita peru berhenti sejenak melihat dunia diluar diri kita, jangan sampai rutinitas harian menjadikan kita sosok – sosok yang hanya melihat dan berputar dilingkungan itu – itu saja. Banyak hal diluar sana yang perlu kita perhatikan, karena sesungguhnya alam ini diciptakan bukan hanya untuk ditempati tapi juga dibaca dan dipelajari.

Salam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s