memori disenja2 terakhir

13 Ramadhan yang benar2 mengajarkanku lebih berhati2 bersikap, berhati2 memilih orang2 terdekat, sahabat2 terdekat…. Karena semua hanya milik-Nya..

tak ada kata, tak ada bait, tak ada lagi juntaian pujian yang sedianya dulu kuhadiahkan untuk sosok- sosok yang TELAH SALAH kuposisikan sebagai helaian2 sayap yang bisa menerbangkanku melintasi jagad raya ini, bahkan hinggap ke’arasyi.

Terakhir kali, episode yang kita lalui adalah perdebatan panjang yang sebenarnya bukan perdebatan, tapi sebuah paksaan yang keluar perlahan tapi menusuk dan jelas2 melepaskan seluruh sayap kepercayaan. Kulihat jelas ego yang tercermin dari bola mata kalian yang tak sedikitpun peka dengan langit dunia yang berembun. Terukir jelas dengan tinta emas penghianatan terbesar dalam bulan mulia yang tak pernah kusangka akan dikadokan-Nya untukku.

Semilir duka yang melintasi pori2 beku takkan berbisik lagi, BENAR2 TAKKAN BERBISIK LAGI, untuk setia menatap hingga kontrak selesai. Tinta2 yang kusimpan dan kujaga agar tidak mengeras, ternyata benar2 harus kutumpahkan seluruhnya agar sekiranya kalian bisa membaca isyarat jiwa yang kalian tindas,

Jangan pernah tanyakan apapun..jangan keluhkan semua titah yang kalian keluarkan dan menghancurkan kerikil2 harapku.. tak pernahkah mencoba meraba hati kalian sendiri yang benar2 terkontaminasi dengan omongan sampah, tabiat sampah, bahkan suara2 keledai .
Terakhir kali, yang kusesali adalah karena kalian tak lagi dan tak akan pernah bisa menjadi mentari2 yang kuharapkan menyinari hidupku, yang mengantarku kenisan ku,
Karena selama ini kutelah memakai kacamata yang salah, hingga pandangan jiwaku kabur dan tak melihat mutiara yang begitu mulia yang sedia menopang sisa2 hidupku diarah mata angin lainnya.
Tak usah kalian tanyakan lagi kemana kuterbang, karena sayap kepercayaan yang berabad menghiasi episode ini tak lagi tersisir rapi untuk kalian. Tak usah tanyakan kediamanku dalam setiap celoteh kalian karena sudah lama sayap2 kalian ingin kulepas. Karena sudah menuaku dalam lingkaran yang tak pernah kuimpikan,
Tak sampai satu dasawarsa semua memori harus perlahan terkelupas,

satu demi satu..dan berikutnya

biarkan memoriku yang lenyap selamanya, memori tentang kalian, dan memori ku dalam jiwa kalian

Karena kalian bukan yang aku cari, orang2 yang tak pernah mengenal siapa aku sebenarnya
dan karena trauma itu kembali hadir saat aku bersama kalian!!!!!

Biarkan kusendiri menunggu jemputan kerenda dan kafan dari syurga, karena itu tujuan hidupku, dan kutegaskan sekali lagi bukan bersama kalian…..

Terimakasih…… semoga Allah membalas kebaikan kalian selama menjadikan aku bayangan kalian…..
Selamat tinggal

~“({[_ _ _ _ _ _ _ _ _ ]})”~

Dedicate untuk segelintir orang yang terlalu murah menilai harga sebuah persahabatan, untuk mereka yang tak pernah mengenal sahabat mereka dengan jiwa mereka… untuk orang2 yang lebih mementingkan egonya, untuk mereka yang tak pernah sadar akan keberadaan sahabat2nya,… yang selalu memberikan titah untuk sahabat2nya , bukan suatu diskusi yang menawan…
untuk
<<<>>>
semoga kalian segera mengerti!!!!!!!!!!!!!!!!!!

!!!
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s