duka lagi,,hiks… mellow habis…

Yah, aku benar2 mampu meresapi

aPa itu sebuah perasaan

mungkin selama ini aku adalah sesosok wanita tanpa perasaan dan kepekaan tinggi tehadap sesama. Bagaimana mungkin aku mampu mengejar ketakwaan seorang khadijah, ataupun wanita2 shalih lainnya, sedangkan untuk membantu orang terdekatku saja aku butuh “sebuah permintaan dari mereka”

Padahal tadi siang air mataku benar2 melaut, basah dalam sesegukanku yang kuhapus sesegera mungkin agar tak seorangpun menyaksikan luapan penyesalanku. Tapi semuanya hanyalah tangisan sampah, tak ada perubahan, bahkan saat seseorang yang begitu berpengarh disini, aku hanya mampu mengintip , dan hanya dengan mata terpicing dari balik gordenku tanpa sedikitpun beringsut keluar untuk mengulurkan tanganku yang Alhamdulillah masih sehat ini.

Yah, sungguh benar, akulah sosok egois yang disebutkan salah satu teman kosku, malam minggu yang lalu, saat aku harus menerima penghakiman mereka tanpa sedikitpun pembelaanku diterima, sang terdakwa mati yang tak bisa berurai apapun… aku tahu mereka baik, tapi bukankah jika seseorang bertamu namun setelah tiga kali mengetuk, seharusnya segera kembali. Apa mereka hanya bisa membaca abjad tanpa bisa membaca suasana yang mengurai begitu banyak makna.

Aku tak ingin diganggu, benar2 tak ingin diusik oleh tawa2 keras yang hanya akan membutakan hatiku, dan juga omongan2 yang sama sekali tak ada faedah pun seatom.

Dan dalam setiap sujudku, masih kutemukan seberkas luka atas penghakiman kalian yang menurutku kalian lakukan didepan umum. Maaf jika aku benar2 harus menjaga jarak dari kalian, tak ingin luka itu kembali hadir, ataupun sesekali kusediakan sedikit ruang untuk bertampang penipu; pura2 nyaman, namun hati bergemuruh karena hanya lisan2 yang tak seharusnya ada dalam konteks keyakinan kita…

Aku ingin tamat, ingin tamat agar aku tak perlu lagi bersama kalian..

Sudah terlalu dalam perasaan ini kupendam, rasa ketidaknyamananku disini semenjak dia hadir disini, ah, betapa bodohnya aku.. seorang sahabta yang merampas semua kebahagiaanku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s