dua rasa

Aku bahagia, karena bahagia mereka adalah bahagiaku, walaupun aku harus tersungkur sendirian..

Biar pahit kurasa, tapi tak sedikitpun

Kuingin merobek selendang bahagia mereka

Biarlah kuterbang melawan arah angin ini, agar air mataku lenyap tersapu

Hingga mereka tak pernah tau , bahwa aku kembali terluka

Cukup sudah rasanya menjadi orang2 terakhir,

Walaupun lisanku tak lagi mengikir kata

Sajak – sajak ini, kan mengantarkan ku

Menjemput senyumku sendiri,

Yang lenyap disenja lalu

Barisan anggrek yang menggelayut, ternyata benar2 mengusikku

Tak cukup lagi air mata ini kutuangkan dalam cawan derita

Karena keluhanku takkan pernah tersapa angin, juga mentari

Hanya tersudut disisa2 malam

Allahurabbi,

Kuatkan hamba, tuk melalui kembali jalan ini

Jalan pahit, tapi tetap karena_Mu

Jangan biarkan hamba rapuh

Biarkan saja, kamboja itu yang berbicara

5.06 pm

Dikamar kos ku yang kuharap tak menjadi neraka

Iklan

One response to “dua rasa

  1. hmmmmmmmmmmmm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s