ada senja disini, senja duka…

kuakhiri episode ku hari ini dengan lafaz syukur, dan sujud cinta untuknya. semoga saja malam ini kau bisa bermunajat dengan-Nya,
pagi tadi , tak sengaja terdengar sebuah berita kematian dari orang yang tak kukenal, namun satu yang kupetik, hatiku bergetar, bukan karena aku kenal baik dengan orang tersebut, namun tiba2 bayangan kematian menghuni pikiranku, seolah klise2 tersebut benar2 akan menghampiriku, bisa saja dalam hitungan detik, menit, ataupun tak sampai aku selesai menuliskan ini semua.

selesai mengurus beberapa administrasi yang kuperlukan demi sebuah “SK” hasil, dan berbincang ringan dengan beberapa rekan mahasiswa yang sebentar lagi akan mengalami pertempuran besar..yups..selamat kuucapkan , walaupun lisanku sedikit kelu, bukannya aku iri, tapi aku merasa kalah dengan kemalasanku sendiri dan membiarkan diriku larut dalam dimensi yang tak berhjung seperti ini. mom, I miss u..
yah aku ingat seminggu terakhir, setiap kali mencoba memejamkan mata, kerinduanku terhadappnya benar2 tak terbendung, setiap kali ia hadir dalam mimpiku, dan bercengkrama denganku dirumah kami, istana kebahagiaanku…

setelah sesaat tiba dikosan asriku, Hardvard unsyiah , sebutan khas kami… ha..ha..entahlah , keren bagi kami anak 2 meureubo A6.
kuluangkan waktuku untuk sekedar facebookan dengan beberapa kenalan, dan saling sharing informasi, dan kalau mengingat kondisi kos, rasanya misi facebookan ku tadi siang benar2 tidaklah solid, aku ingin tahu secara rinci problem apa yang sedang menimpa anak2 kosan ku, kenapa angin yang berhembus disini serasa begitu beku, tak menawarkan sebuah senyuman meski setipis kulit ari…

sebuah masalah yang masih menjadi teka -teki dan juga menari2 setia menghiasi ruang fikirku, ah ,,disaat seperti ini aku merasa menjadi manusia yang tak berguna, tak bermanfaat, bahkan maslah yang sedang menghiasi tempatku bernaung sekarangpun, aku menjadi orang yang dianggap tak penting untuk mengetahuinya..
dan siang tadi, tak sengaja kubaca beberapa note difb dari kawan kampusku, keren , serius , bahasa yg digunkan sang kmentator , menurutku luar biasa, begitu dalam, bahasa hatinya…

dan ternyata, saat mataku tertuju pada bait terakhir, aku terhenyak, sang komentator pergi untuk selamanya, meninggalkan sang penulis yang berderai air mata,, sabar ya say, dia telah menemukan takdirnya, berjumpa dengan bidadari2 diduni barunya… yah walaupun air matamu mengalir, tapi kuharap senyum itu tak kan hilang..

malam ini kuhabiskan dengan diskusi (macam iya,,,,padahal ngobek) dengan anak hardvard A6… sampai sebuah skenario yang tak kuinginkan terjadi…

sudah lelah rasanya kudiam, tapi kelu tak jua lenyap
egoisme yang takkan pernah padamm
aku hanya ingin semua terajut
dala sebuah senyuman, meski hanya sehelai benang..

yah teguran kematian hari ini, benar2 menyesakkan ku, aku hanya ingin pergi dengan hati yang terpaut kpada_Nya, walaupun bagi mereka , aku bukan siapa – siapa..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s