SENANDUNG TERAKHIR

Aku tak henti mencarimu

Dari setiap hembusan angin yang menyisakan aroma mu

tak henti meraba setiap sudut kasar jalanan

Tuk sekedar melihat sisa bayanganmu

Mencoba berlari meski tertatih saat dirimu terikat mentari

Tuk lepaskan senar – senar yang beriring dibelakang mentari

Aku lunglai, terjatuh didebu – debu sahara

tanpa mampu berkata

Karena suaraku tak tersisa lagi

Semuanya lenyap, tertelan kepekatan gelap

Hanyut dalam lautan kepedihan

Dan aku biarkan jaring – jaring pasrah menjebakku

Dalam ruang memori yang tersisa

Dan didalam embun pagi yang membasahi rerumputan

Ku baca pesan mu , pesan terindah yang sungguh menerobos sanubariku

: jagalah alam ini,

biarkan ia bernafas seperti nafasmu sekarang

untuk mereka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s