at meuruebo

untuk kesekian kalinya, tak ada satupun makanan yang mampu meluncur melewati kerongkonganku, tak atu pun sanggup digiling oleh kedua sisi gerahamku, yang benar2 belum sembuh total. kelaparan memang mengerutkan dinding2 lambungku, bukan karena tak ada sisa makanan yang bisa kutelan, tapi apalah daya sebuah bukti cinta-Nya sedang menghiasi hari -hariku disini.
sebuah ide gemilang yang terlalu , oh tidak, tidak terlambat, hanya saja kau yang tak sempat berpikir kearah itu. dengan sepotong roti bantal yang empuk, akhirnya rongga kosong lambungku sedikit membaik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s