Monthly Archives: Oktober 2009

nyoret ngasal

kumulai lagi perjalanan ku , dengan kisah klasik “buat TA” yang ga selesai2.. tapi tak apa, aku tetap harus bersyukur, aku masih memiliki sisa nafas disini.

daun2 pisang yang pecah terkoyak angin, masih berjejer sembrono dibagian kiri trotoar kosku, dan sebatang pohon belimbing wuluh masih setia rimbun berbuah dipinggir kamar kosan ku, yang berada diposisi akrab dengan pintu keluar kosan yang langsung tembus kefakultas mipa. jemuran berjejer luar biasa, maklumlah lagi pada off kuliah, jadi ngebut semua kerjaan yang tertinggal..

kabar buruk, sahabatku patah hati..brak,,syok juga, tu cowo agak keterlaluan sih, ngapain ngasih harapan buat kawanku kalau memang ga punya niat,,,

sambil menikmati nasi pagi, berhubung kemaren ga sempat tersentuh silambung dengan makanan, so pagi2 buta harus terpaksa nitip nasi ma kwan qu..

after ngerjain TGA separoh, ternyata banyak hal yang kuperoleh yang benar2 menjadi cambuk bagiku untuk menyelesaikan TGA, sangat perih.. tapi tak apalah, yang penting aku masih bisa mendengarkan lantunan tilawah yang senantiasa menyejukkan panasnya kepala dan hati dari soulmate kesayanganku, silaptop.
sorre hari, garis2 hujan menghiasi pandanganku dari balik gorden kamar, dan setelah ngecek kebeberapa kamar, ternyata penghuni Asik lainnya sedang menyambung mimpinya, bisalah kumaklumi, cuaca dingin,- untuk banda aceh yang biasanya terpanggang- memanglah hal yang sangat menggembirakan untuk merealisasikan agenda tidur.. he..he..

suara tetesan hujan yg tersisa, tik, tik, tik, seolah apa ya, mungkin alunan instrument yang engajak mataku juga ingin terpejam, but, no, saatnya otak atik computer,, walaupun hatiku masih tersayat.. hiks. Kawan2 ku sendiri yang menyaytnya, yah aku tau aku ini hanyalah orang terakhir yang akan disapa jika tak lagi ada sesosok makhlukpun disebelahku.

import dari facebook

5.36 pm in Meureubo A6 “hardvardnya Unsyiah”
Apakabar sohib2ku, sudah lama rasanya jemari ini ga nyentuh tuts2 laptop yang udah jadi solmate qu buat nyorat – nyoret difb, perjuangan yang berat untuk menjaganya, mulai dari batrei , berulangkali diserang virus , harddisk rusak pas dihari seminar kp, yang berhujung “ngebantuin” orang2 yang punya usaha perkomputeran (nah lho, kok gini bhasanya), biar rejeki mereka ngalir layaknya aliran sungai yang bening banget plus kerikil dan bebatuan yang tersapa aliran lembutnya…

Mumpung agenda jjsnya batal, berhubung personel A6 lagi pada sibuk semua, so, muncullah keisengan nyorat nyoret yang semoga bisa berbuah menjadi kado istimewa pelepas penat bagi yang sempat membaca tulisan ini. mencoba menulis yang serius tapi dengan bahasa yang ringan.


Kulayangkan pandangan sembari menyibak gorden biru (hiks, pinginnya hijau, )Lumayan bosan lah bagi diriku yang harus bertahan cukup lama disini sejak pertama kali menghirup aroma banda aceh, dan menginjakkan kakiku ditrotoar banda aceh yang kian hari kian disapa terik matahari.. sketsa yang cukup menghiburku dikosan ini adalah nyanyian daun2 pisang yang juga diajak menari oleh sang angin , hingga merubah wajahnya menjadi mozaik2 yang tak bisa dikaitkan lagi (maklum, sangking kencangnya angin, daun2 pisang pada rusak semua), namun tetap dengan tasbih cinta yang benar2 membahana karena ketundukan dan kepasrahannya terhadap ketentuan Sang Maha Cinta. Juga rumput teki (mantan bahan penelitianku) yang berbaris rapi dan kian lama kian subur terpupuki daun2 kering pohon belimbing yang sujud diatas bumi, atas takdir-Nya juga. Sesekali hujan membasahi tanah, dan juga mendendangkan kebahagian rerumputan dan juga phon2 lainnya yang kehausan yang berbisik pelan kepada Yang Maha Pemberi dengan penuh kelembutan agar sekiranya mau melenyapkan dahaga mereka, yang juga berkah bagi kita..

Gemericik air yang melalui keran2 ditiap2 kamar juga bisa menjadi alunan merdu, juga tabrakan air diatas genteng saat hujan mengguyur, karena semua ini adalah keindahan yang bisa terlihat dengan batin yang diindahkan-Nya, lewat syukur yang lirih terucap atau pun tersembunyi dibilik hati terdalam.

Kita adalah manusia (yah jelaslah ,kalau ada yang merasa bukan, sudah bisa mendarat dikakap, perlu bantuan? ), yang kerapkali berdusta pada diri kita sendiri. Acapkali, tanpa kita sadari saat sebuah prestasi berada digenggaman kita, kita sering luput dari satu fakta, bahwa semua_Nya karena Dia. Kita juga sering mengalungi dan menghiasi diri kita dengan rantai kesombongan dan keangkuhan, atau sering bangga akan prestasi dan kekayaan yang dalam “konteks pikiran sesaat” kita adalah karena kerja keras kita. Memang benar, ikhtiar dan do’a itu sejalan, tapi tak bisa kita pungkiri bahwasanya segala sesuatu itu, kebahagiaankah,petaka, bahkan hingga sehelai daun yang mendarat dipermukaan tanah , telah tertulis rapi dalam sebuah kitab kehidupan jauh sebelum peristiwa dan episode itu terjadi, maklum kita memiliki sutradara terhebat yang tiada tandingannya dijagat raya ini, yang alam inipun tak segan2 tunduk pada scenario2 nya, Dialah Allah, Sang sutradara hidup kita.

Sohib2ku, pernah mencoba berbincang2 dengan hati????
pernah gak sih kita merenung sejenak, mengambil nafas dalam2 dan membersihkan fikiran kita dari ambisi2 liar yang sering membutakan mata hati kita, pernah gak kita merenungi nasib diri yang gak pernah kenal dengan Sang Khalik, yang hanya mampu mengeja nama_Nya saja, tanpa sedikitpun meresap dalam pilar2 hati, pernah ga kita merenungi diri yang hanya dihiasi kecintaan dan obsesi menggebu terhadap dunia fana ini, yang tanpa kita sadari telah menggores beningnya hati dan perlahan kehilangan bahasa lembutnya, karena luput dari mengingat_Nya.

pernah gak kita hitung berapa menit dalam sehari hati kita merasa nyaman karena lantunan dzikir yang mampu menembus keangkuhan, pernah gak kita intip dalam ruang kecil yang “tersisa” dari setiap kesibukan kita berapa banyak amalan berselendang keikhlasan atau tumpukan dosa yang sedianya terselip dan berdebu disana, tanpa sehelai istighfarpun. Dan apakah pernah hati merasa hari2 kita begitu indah karena kekuatan dzikir dan cinta untuk_Nya yang menjadikan setiap tindak tanduk tertuju kepada_Nya. menghidupkan batin dengan kecintaan yang teramat special untk_Nya tanpa sedikitpun tercemar ambisi “gila” kita mengejar dunia?.

Siapakah kita sebenarnya, hamba Allahkah atau hamba dunia??

helai benci

Hari ini kembali air mataku merembes dipipi,

walau hanya sebulir, aku kecewa, benar2 kecewa,

tapi kejahatan itu tak bisa kubiarkan, aku rapuh, redam,

dan tenggelam dalam lumpur,

aku terseok,

tak sehelai daunpun kutemukan,

tak sepasir tanahpun terjejal

Larut semuanya dalam sebuah kebencian untuk dia..yah aku benci dia,,

dua rasa

Aku bahagia, karena bahagia mereka adalah bahagiaku, walaupun aku harus tersungkur sendirian..

Biar pahit kurasa, tapi tak sedikitpun

Kuingin merobek selendang bahagia mereka

Biarlah kuterbang melawan arah angin ini, agar air mataku lenyap tersapu

Hingga mereka tak pernah tau , bahwa aku kembali terluka

Cukup sudah rasanya menjadi orang2 terakhir,

Walaupun lisanku tak lagi mengikir kata

Sajak – sajak ini, kan mengantarkan ku

Menjemput senyumku sendiri,

Yang lenyap disenja lalu

Barisan anggrek yang menggelayut, ternyata benar2 mengusikku

Tak cukup lagi air mata ini kutuangkan dalam cawan derita

Karena keluhanku takkan pernah tersapa angin, juga mentari

Hanya tersudut disisa2 malam

Allahurabbi,

Kuatkan hamba, tuk melalui kembali jalan ini

Jalan pahit, tapi tetap karena_Mu

Jangan biarkan hamba rapuh

Biarkan saja, kamboja itu yang berbicara

5.06 pm

Dikamar kos ku yang kuharap tak menjadi neraka

bisu,menyeringai

terimakasih, meski harus kuucapkan dengan perih, meski aku harus terluka untukkesekian kalinya. namun, lengkungan senyum itu, benar2 kado dari mereka, sekalipun aku terluka. antara percaya dantidak, tapi kukatakan dengan jujur aku tidak suka dengan sikap acuh jika dunia mereka terhias bersama, kasihan orang lain yang harus hidup bersama mereka, dalam lingkungan mereka, ah, andai saja dimensi dapat kusebrangi, aku tak ingin berada diposisi seperti ini, posisi dinomortigakan, tapi biarlah yang penting aku tetap hidup meski harus hidup didunia ketiga, tapi aku tau , aku masih memiliki Dia, Dia yang takkan pernah meninggalkanku sendirian, meski harus hidup sebatang kara,

kerinduanku benar2 melangit, jika ada mereka, rasanya aku benar2 hidup.. sudahlah, hanya tangisan diam yang bisa kubungkuskan untuk menghibur diri sendiri, meski menahan perih, tapi aku harap mereka semua bisa bahagia , meski tanpa disadari AKU TERTINDAS

kicau pagi

selamat pagi dunia
sudahkah sebait syukur lepas membentang dijagat raya?
semilir tetap menyelinap malu – malu melalui kawat nyamuk
dan menggelitik rona2 yang masih belum terbuka lebar matanya

reruputan hijau sesekali diterpa angin lembut
terbuai dalm simfoni alam yang berhias tasbih untuk_Nya

apa kabar sebuah bahagia
sudahkah sketsanya tergambar jelas, atau masih buram dan tak rapi

disini, aku masih melihat sisa duka,
yang kan kami tunggu penutupnya, BAHAGIA
yah hanya setitik harap yang mampuu menjadikan kami tetap tegar…

sajak diujung mata

malam memang telah larut, tapi mata ini belum mampu terpejam
tak kuasa bila harus menjelajah dalam dimensi mimpi
dan harus kembali melihat sosok2 yang selalu menantikan kepulanganku..
agenda utama malam ini adalah flowsheet, tapi entahlah, beberapa cadas tetap setia menghiasiku
seuntai bisik
dipenghujung harap, agar esok, kumasih bisa menatap putaran dunia, meski harus menangis seorang diri

Allahurabbi, bagaimana harus kukisahkan hati yang berselimut galau
bagaimana lagi harus kucuri cinta_Mu..
sejauh mataku mencari2
hanya engkau ..hanya engkau…