Pindah Rumah

TEman- teman..

readers sekalian… saya resmi pindah rumah ya, berhubung blog ini sering nge-spam, meski sudah berulang kali disetting…

jadi saya  mulai semuanya dari nol, ngeblog ulang dari awal

di sini

htttp://coffeecrispy.blogspot.com

terimakasih masih berkunjung…

🙂

Waktumu terbatas!!!!

Waktumu terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjadi orang lain. Jangan terjebak dengan dogma, yakni hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan riuhnya opini orang lain menenggelamkan suara hatimu (Steve Jobs)

Mengawali tulisan kali ini, sebagai pembuka, setelah setahun menghilang, saya sengaja mengutip kata-kata pendiri apel yang dikabarkan sudah meninggal sebagai pelajaran penting bagi kita yang masih bernafas.

Kalau saya boleh sebut, seratus persen pernyataan beliau adalah sangat akurat kebenarannya. Bukan hal yang harus ditutupi lagi bahwasanya setiap mimpi yang dimiliki oleh manusia yang bergerak di muka bumi ini tidak sepenuhnya akan bisa diterima oleh orang lain, sedekat apapun hubungan sosial si pemilik mimpi dengan orang-orang yang menyalahkan atau meremehkan mimpi-mimpinya tersebut. Sebagai contoh nyata, saya ingin berbagi kisah saya sendiri, supaya tidak dianggap menuliskan kabar HOAX.

Ceritanya begini, pada suatu hari (gaya anak SD bercerita),  selama dua tahun belakangan ini saya seperti diingatkan akan mimpi lama saya, mimpi lama yang saya tanam sejak SMA, yaitu terjun di bidang tulis menulis. Awalnya, sejak SMA, saya ini sudah keranjingan menulis, di setiap jam istirahat, dimana lazimnya siswa-siswa keluar ruangan untuk sekedar mengisi perut, saya malah lebih sering berada di kelas, menggerakkan pulpen yang saya punya dan baru akan berhenti ketika bel masuk berbunyi. Pertama kali yang saya tulis adalah puisi, lalu lambat laun merambah ke cerpen hingga akhirnya, hari ini dua naskah panjang seratusan halaman lebih yang sedang saya rancang selesai. Namun, selesai dalam tanda kutip alias perlu revisi panjang, hehe, mohon do’anya ya, agar ada penerbit yang berminat.

Nah, jadi , sewaktu mulai nulis kembali, banyak opini orang yang saya dapati menjatuhkan. Bahkan, kalau boleh menyebut kasar, memang ingin mematikan apa yang sedang saya jalani. Tak sedikit orang-orang yang meremehkan mimpi saya terjun ke dunia tulis menulis sebelum menyelesaikan S-1. Saya, yang memang terkenal cuek dengan kekuatan beberapa orang didekat saya yang mendukung sepenuhnya apa yang saya kerjakan, memilih tetap berjalan ke depan, tanpa mau melirik kiri dan kanan, memasang kacamata kuda, pasang sumbat telinga. Karena dalam sebuah mimpi yang kita yakini keberadaannya menjadi nyata, saya percya tumpang tindih cobaan memang akan hadir. Bisa saja sebagai jawaban dari langit, sejauh mana kamu bertahan dengan keyakinan yang kamu punya. Jika hanya dengan badai kecil seperti ini (hujatan, makian, ejekan, dll) kamu tidak mampu bertahan, bagaimana nantinya, saat kamu berada di posisi yang ingin kamu raih. Jangan-jangan begitu naik podium, kita langsung terguling, menggelinding, digilas, lalu mati. Percayalah, bahwasanya di setiap deras dan guntur yang membadai akan ada pelangi kebahagian di ujungnya, yang sabar yaaa.

Setahun yang lalu, saya sama-sama mengejar ketinggalan tugas akhir bersama teman-teman kampus. Saat itu saya merasakan ada perbedaan yang sangat mencolok antara saya dan mereka dalam hal mimpi. Memang apa yang mereka sarankan tidak salah, namun jikalau saja saya menerima mentah-mentah saran mereka untuk fokus saja ke kuliah dulu, OH, tentu saja sekarang saya sudah kehilangan arah berjalan. Dengan tegas, selalu, siapapun yang bertanya, kapn kamu tamat, insyaAllah jika saya sudah punya buku, jawab saya mantap. Berkali-kali kalimat ini saya keluarkan.  Bukankah ucapan adalah sebuah do’a. Nah, jadi tak salahkan mendo’akan yang baik buat diri sendiri.

Lagipula, setahu saya seseorang yang bisa fokus terhadap banyak hal sekaligus semaki sedikit ditemukan. Memilih satu saja hal yang ingin dikerjakan secara serius dalam satu waktu adalah resep sukses yang saya pelajari dari kebanyakan orang di negeri ini, dan juga orang-orang sukses di luar sana. Hingga akhirnya, dengan segala tekanan dan suara, melalui sms, ataupun telepon, saya tetap memilih menyelesaikan apa yang saya pilih saat itu. Menyelesaikan halaman tebal pertama sambil terus menikmati kabar bahwasanya beberapa tulisan saya dimuat dalam sekitar 4 atau  lima antologi. Dan akhirnya, di akhir tahun lalu, halaman panjang pertama tuntas. Lalu dengan segala ketinggalan akan tugas akhir, saya yang akhirnya bisa fokus total, karena sudah punya satu modal untuk mimpi yang saya bangun, akhirnya bisa selesai dalam hitungan bulan saja. Ide-ide segar mengalir setelah blockade perihal mimpi yang saya anggap lebih urgent saat itu selesai saya lewati.  Alhamdulillah ramadhan kemarin setelah menunggu beberapa bulan jadwal wisuda, akhirnya saya resmi menjadi seorang Sarjana teknik.

Setidaknya sekarang setelah ijazah resmi di tangan, tepat seminggu yang lalu, saya tahu kemana saya akan berjalan. Setengah hari di awal nulis, setengah hari bagian kedua kerja kecil-kecilan—ceritanya nambah relasi.

Pesan saya, tanpa maksud menggurui, jika memang anda punya mimpi yang begitu tinggi segera gunakan kapas di telinga, sumbat sedalam mungkin agar suara sumbang di luar sana, tidak merobohkan bangunan mimpi yang sedang anda susun. Teruslah berjalan, percayalah mimpi yang besar yang dikerjakan secara fokus, akan membimbing anda menemukan jalan berbinar dengan orang-orang yang mungkin sebelumnya tidak anda kenal, tiba-tiba muncul merangkul mimpi anda.

 So, lupakan mereka pematah mimpi. Paling-paling cuma ngantar sampai di depan kuburan doang!!!😀

Selamat meraih mimpi teman. Terimakasih sudah berkunjung. Akan segera blogwalking, InsyaAllah

gambar diambil dari hmjmfeunsoed.wordpress.com

Tak Perlu sebar percaya

Biar ga kosong.. (TAPI MAAF , belum sempat blogwalking secara serius) :(  , dikejar target besar..

TAK PERLU SEBAR PERCAYA

Blib

Aku tahu ini perih. Aku tahu ini luka. Tapi jika kupaksa kau bungkam, cemasku semua kebenaran padam. Tapi jika kau bicara, tak elak banyak jiwa harus tergadai. Terutama jiwamu, batinku.

Kau tahukan apa arti perih? Patah berkeping – keping atas percaya yang tergadai percuma, dan aku tak mau jika mereka merasa sepadan. Sepadan di Baca lebih lanjut

POSTINGAN ATAS KEMBALINYA SAYA :D

Sejak  dari tadi, kemarin , kemarinnya lagi dan hari-hari sebelumnya, sejak saat pertama kali saya kembali ke tanah rantau yang lokasinya sebenarnya tak terlalu menelan ratusan tahun cahaya, tak perlu menelan jarak satu hari satu malam perjalanan, bahkan tak perlu menelan ongkos lebih dari seratus ribu rupiah, sejak itu pula tekad saya berganti bulat. Ibaratnya,  kalau saya katakan adalah ruh rajin saya yang dulu sedia di dalam diri saya hingga kadangkala menjadikan kawan-kawan saya ketakutan mendengar penuturan saya yang kelewat ambisius perihal kampus, baik masalah proposal  yang belum jatah, namun nekat diambil hingga masalah lainnya yang benar- benar telinga saya mendadak tuli dari omongan orang. Baca lebih lanjut

Catatan liburan lebaran

Lebaran tahun ini benar-benar lebaran yang berbeda. Sungguh berbeda. Dan jika benar, ini adalah lebaran terakhirku, maka aku merasa makna fitri itu benar-benar menyebar, menyeluruh, meliputi seluruh sendi, dan aku benar-benar merasa berdetak. Benar-benar berdenyut. 

kisah ini dimulai dari lebaran pertama. ada yang berbeda dengan lebaran kali ini. kerut-kerut wajah nenek tak lagi ada. Ia sudah pulang ke Rahmatullah beberapa bulan yang lalu. Rumah nenek benar-benar sepi. Tak ada jamuan besar seperti biasanya. Paman dan mak cik yang rumahnya jauh pun tak kelihatan batang hidungnya. ada kehampaan di sana, apalagi saat aku melihat gelaran tikar yang sudah berbeda warnanya, juga kue-kue lebaran yang juga tak sama dengan saat keberadaan nenek masih di rumah tersebut. Penghuninya sekarang hanya mak cik yang paling muda, jadi paman dan mak cik lainnya tidak berkumpul di sini. Kami kehilangan markas besar. Baca lebih lanjut

meugang, tradisi masyarakat aceh yang tak lekang digerus zaman

kali ini saya akan bercerita mengenai kebiasaan yang selalu jelma menjelang gerbang ramadhan terbuka. Ini adalah tentang periode dan masa – masa yang katanya bagi mereka yang sudah merantau sulit ditemukan di luar aceh.  Tradisi yang sudah mengakar begitu lama hingga akhirnya subur dan kian menjulang meski zaman kian tergerus ke arah kemodernan. Tak soal sebenarnya, karena jelas tradisi ini tak luput sejenakpun. Meski kantong menipis tapi tradisi ini sudah sangat melekat dan rasanya tidak lumrah menyambut ramadhan tanpa tradisi ini. dia adalah meugang. Meugang ini adalah tradisi yag sudaa turun temurun berlangsung di aceh. Tradisi ini  terkait erat dengan jual beli daging di pasaran. Hari meugang pun biasanya  berlangsung selama dua hari berturut – turut sebelum ramadhan menjelang. Dan menjelang lebaran , baik idul fitri maupun idu adha, meugang serupa juga di gelar.  Kalau sudah tiba hari meugang, maka aroma masakan benar – benar menyeruak dari setiap penjuru, dari setiap rumah, meskipun bukan orang – orang kaya. Ada yang berbaik hati memberikan beberapa atau mungkin Cuma sekilo daging untuk mereka yang papa.

Kemarin saya terpaksa keluar melewati pasar yang penuh. Padahal kawasan saya tempati adalah kawasan yang lokasinya adalah pusat mahasiswa. Dan ternyata sama seperti tahun –  tahun sebelumnya. Di sepanjang jalan dari gerbang Darussalam, berjejerlah pedagang – pedagang daging lembu (lembu apa sapi ya?? Bingung saia @_@) . sehari sebelumnya , lapak – lapak penjual daging memang  sudah didirikan dan kemarin mulailah pembeli berkerumun membeli satu hingga beberapa kiloo daging untuk bekal puasa nantinya.(sahur pertama, dan beberapa hari)

Pasar lamnyong yang jaraknya tak jauh dari lapak  penjual dagingpun terlihat ramai. Jalanan macet, dan segala riuh sempurna bercampur. Dan rindu ramadhan itu kian jelma, terlihat jelas dari semangat yang menggebu baik dari pembeli maupun penjual. Perjalann saya akhirnya smapai juga di pusat kota dengan tujuan mengabil kiriman paket ( hahaa iniah naseb anak kos)  di salah satu loket mobil yang jaraknya searah dengan mesjid raya baiturrahman, paket ramadahn yang berisi rendang dan stok makanan laiinya, meskipun tak pulang untuk yang keenam kalinya, bukan berarti tradisi meugang hilang begitu saja. Saya juga tetap merasakannya kok, hanya saja, bedanya saya tak turut langsung terjun ke dapur, melainkan langsung nerima jadi.

Apapun itu, yang jelas saya tetap bersyukur, aroma ramadhan kian terasa di sini dengan adanya tradisi meugang. Jadi ingat sahabat saya di porsea,  pertama kalinya ga merasakan meugang.. turut berduka ya kawan, tapi teteeeeep.. Ramadhan harus disambut dengan riang gembira..

Marhaban Ya Ramadhan..

Wahai bulan yang selalu dirindu

Kami disini sama menanti gerbangmu terbuka lebar

Sama ingin segera melangkah

membenam diri dengan segala perbaikan diri

Merindumu Ramadhan

CEPATLAH TARAWIIIIH
😦

penghujung sya’ban (masih di banda aceh)

Meureubo Harvard, 10 agustus 2010

MARHABAN YA RAMADHAN

peue haba (apa kabar)narablog sekalian?? sekedar mengabarkan saat blog ini sedang dalam pikir – pikir mau di isi apa, ternyata gempa kembali melanda wilayah aceh, hampir selalu begini di awal bulna. anggap saja Allah sedang menegur kita yang menggenggam uang dalam jumlah gepokan agar tidak terlena dengan harta titipannya. ya, beberapa bulan ini selalu saja gempa datang tanpa salam di awal bulan. seolah memang untuk kembali mengingatkan.

kondisi terakhir? wallahu’alam. yang jelas di banda aceh , Alhamdulillah belum terdengar desas desus yang aneh – aneh, semoga saja tidak ada problem serius.

postingan kali ini cuma buat ngucapin -sekali lagi- Marhaban Ya Ramadhan..

aroma dan suasananya sudah mendekat, saatnya prepare sebaik mungkin.

saya mengutip salah satu hadist dari Rasulullah SAW

Abu Hurairah ra meriwayatkan  bahwa Rasulullah SAW bersabda

“puasa merupakan perisai. oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan bersikap tidak ramah. jika ada yang mengajaknya bertengkar, atau mencacinya, maka hendaklah dia berkata “aku sedang puasa.” (sebanyak dua kali). demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa di mata Allah lebih baik dari wangi kasturi. karena dia tidak makan , minum, dan meredam nafsunya karena mengharap keridhaanku. Puasa untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasan atasnya.(dan ketahuilah bahwa) satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan.” (HR. Bukhari – muslim)”

oklah..singkat saja ya, lagi diserang deadline, mari kita siapkan hati dan jiwa, perbaiki hubungan antar sesama, sebarkan kebaikan, baca kembali literatur yang berkaitan dengan puasa (untuk yang satu ini saya sudah hunting dua buku baru, hahai..😛, senang sekali menemukan buku yang sangat renyah di baca), dan terakhir yang hendaknya dilakukan agar RAmadhan semakin semarak adalah menghias rumah dengan pernak – pernik yang akan enjadikan ramadhan semakin berkilau.

ok..saya permisi dulu,  mau mengotak – atik ruangan yang sudah hijau, menjadi lebih hijau lagi😀

meureubo Harvard, 3 agustus 2010

masih di BAnda Aceh🙂