Arsip Tag: renungan

Aceh, 9 mei 2010

Siang tanggal 9 mei 2010 menjadi siang yang cukup mengagetkan. Cuaca tak terlalu panas bahkan terkesan mendung tapi hawa panas seakan – akan menjalar memenuhi setiap  ruangan. Dan langit  berwajah berbeda siang ini. Kami tersentak, terjaga, seolah kami masih tertidur. padahal tidak kawan.

siang tadi lepas azan zuhur berkumandang, sajadah siap saya bentangkan, lalu “kaaak, gempaaa” suara dari kamar di sebelah mengangetkan saya. Lalu pandangan saya beralih ke gallon air minum yang letaknya tak jauh di depan sajadah. Benar. Ternyata bukan keisengan saja. Air gallon bergerak menari – nari, air bak ruah , dan sayapun segera menuju pintu.Belum lengkap langkah saya menuju pintu keluar, goncangan semakin keras. Lanjut membaca

catatan lama : Belajar dari sudut lain

ini hanya catatan lama yang saya post di note Fb…

———————————————————————————————————————————–

Baru saja hendak memulai lagi rutinitas yang lama terpending akibat harus berkutat dengan laporan hasil, rancangan pabrik yang ga siap – siap. Tiba- tiba abjad “limbah dan teknik kimia” kembali merajai fikiran. Ya, limbah, ataupun sampah yang bagi sebagian orang dianggap tidak ada gunanya ternyata justru punya banyak peran dalam hidup. Contoh nya saja penelitan pertama saya (semoga ada riset lanjutan yang lebih “wah”), penggunaan rumput teki yang lazim ditemukan di pinggir jalan, sebagai bahan penghambat e.coli

teringat lagi pagi- pagi buta, tahun yang lalu selama hampir dua bulan selalu dihiasi dengan “merumput”, sambil berkejaran dengan dentang waktu , karena lab juga harus disapa meskipun bahan baku penelitian belum cukup untuk ekstraksi (pemisahan zat dengan bantuan pelarut tertentu) rumput teki tersebut. Lanjut membaca

pelajaran penting hari ini

Apa kabar sahabat – sahabat blogger sekalian? Semoga sehat – sehat saja ya., bahagia dan juga mampu mensyukuri hidup yang masih kita jalani ini. Karena semakin kita bersyukur, sepelik apapun hidup yang kita lalui semuanya akan terasa begitu indah. Ya, karena hati yang bersyukur senantiasa lapang hingga apa – apa yang ada di dunia ini tak menjadikannya risau.

Tadi sore akhirnya setelah genap sebulan saya sebagai mahasiswa semester akhir salah satu unversitas di jantong hatee rakyat aceh yang memborgol saya untuk stand by di depan laptop ahirnya keluar juga, sekedar menikmati angin sore. Perjalanan yang lumayan jauh. Biasanya hanya berkisar antara sector selatan hingga simpang galon saja untuk urusan memberesi si cacing yang sedang demo. Jaraknya kira – kira 15 menit jalan kaki. Dalam seminggu mungkin hanya satu atau dua hari saja saya menggerakkan kaki ini, (keterlaluan sangat) untuk keluar. Selebihnya untuk urusan – urasan kecil biasanya kawan satu kos selalu bisa diandalkan. Lanjut membaca

kematian, cemburu, dan juga bahagia

Membagi dua rasa yang menaungi  tampungan hati di hari ini dan kemarin…berhubung beberapa hari off ngeblog, (ga da ide)… :D

DUKA

Saya tidak mengenal siapa beliau, tidak pernah bertemu langsung, tidak pernah berdiskusi, tidak pernah menolong ataupun ditolong oleh beliau setahu saya beliau adalah orang baik, itu saja. Namanya seringkali disebut oleh aktivis kampus, terlalu sering bahkan. Meskipun sering mendengar, namun tetap saja saya tidak pernah mengenal beliau secara langsung.

Hari kamis, 8 april,menjadi hari pertama dan terakhir saya mengenal beliau, mengenal dalam artian mengetahui siapa beliau sebenarnya. Walaupun tetap tidak bertemu langsung, berdiskusi ataupun sekedar menyapa saudara seiman ini. Saya mengenal beliau dari orang – orang yang tidak pernah saya kenal, mereka adalah sahabt – sahabat terbaik, yang memiliki sahabat spektakuler seperti beliau. Sosok yang sangat baik, suka menolong dan juga motivator bagi orang – orang yang mengenalnya. Saya baru tahu kalau beliau ternyata penulis buku terbitan PRO- U media, 2008 nyala satu tumbuh seribu, Penulis muda yang berbakat MARTONIS TONY ,..  Orang yang hebatlah pokoknya…dan semua ini saya ketahui melalui abjad – abjad yang hadir di wall fb beliau, kata – kata manis dari sahabat – sahabat beliau, yang  semuanya merangkum kebaikan beliau selama hidup didunia. Lanjut membaca

sebuah perjalanan..ya..sebuah perjalanan

.:。✿*゚゚・✿.。.:*.:。✿*゚゚・✿.。.:*.:。✿*゚゚・✿.。.:*.:。✿*゚゚・✿.。.:*.:。✿*゚゚・✿.:**.:。✿*
kau akan terus berjalan sama sepertiku sesekali lurus

sesekali melingkung

sesekali mendongak

sesekali menunduk

tapi tetap harus berjalan

berjalan hingga akhirnya kita tahu jalan pulang

jangan lupa bahwasanya kita masih di bumi

dan rumah kita ada di ruang lain

ada di dimensi lain

Lanjut membaca

alpakan saja semua lara

ya, ditikam lalu dibuang
sudahlah lupakan saja

beberapa lintas telah genap terbaca, masih lagu lama yang terdengar, akhirnya ear plug yang sedianya ada hanya untuk berjaga – jaga nyatanya harus dialih fungsikan menjadi senjata utama.

kita memang harus menipu telinga sendiri, pura – pura tuli lalu palingkan pandangan menatap padang dan taman hijau yang begitu menyejukkan. lagipula kita sama membaca gelagat yang tak seharusnya hadir dihamparan kerikil, kerikil nan cadas. Lanjut membaca

surat terakhir dari si penyakitan (hanya sebuah cerita)

Aku kembali merenung, menarik nafas dalam dan mencoba mengaitkan koordinat – koordinat yang terus melintas di depanku, koordinat masa depan yang entah akan menemui puncaknya dan sketsa bayangan masa lalu yang kian menusuk – nusuk lembar – lembar ingatanku, ahh,,, percuma rasanya. Kuubek – ubek memoriku, tapi terlalu kecil kecepatan yang tersisa untuk menjalankan fungsi otakku.

Siluet yang tak pernah lupa mengunjungi ku di senja – senja terakhirku, benar – benar melegakan sedikit, yah walaupun hanya sedikit, tapi setidaknya, aku merasakan kehidupan masih bisa berpihak padaku.

Saat dukaku menjadi kilasan – kilasan yang tak berarti bagi orang lain, bahkan tak bisa terbaca karena kediamanku, aku masih memiliki Dia, ya, hanya Dia, tempatku melabuhkan segala perasaanku, yang takkan pernah membocorkan rahasiaku, tidak seperti segelintir orang yang sempat menyebutku sahabatnya, namun kemudian tanpa segan – segan melemparku kejalanan setelah mendapatkan keinginan – keinginan mereka.. aku kembali disini, seperti awal – awalku injakkan kaki di trotoar yang tak sanggup kulalui tanpa izin_Nya

Hari ini hari kesekian dalam hidupku, berada di ruang putih beraroma anastesi , hah, ruang favoritku beberapa bulan terakhir… selesai terapi kembaliku lanjutkan tulisanku, tapi kali ini bukan tulisan motivasi ataupun novel – novel bersetting negeri – negeri yang luar biasa indahnya, karena tulisanku telah selesai dan besok akan diterbitkan,tulisan ketigaku, buku ketigaku, dan semoga kali ini kembali best seller seperti yang sudah – sudah dan telah kalian baca beberapa kali. Penulis favorit kalian yang memakai nama pena archima, itulah aku, ARCHIMA, kuambil dari nama kalian… Lanjut membaca

renungan singkat : oleh – oleh Rumah sakit

bukan tanpa sebab apa – apa yang telah ada
selami alam fikir , temukan disana berjuta bahkan bermiliar keagungan  dari-Nya


RS Kesdam Banda Aceh 18 di bulan maret 2010

saat menuliskan ini saya sedang duduk di kursi tunggu RS KESDAM BAnda Aceh, menunggu seorang sahabat yang kontrol rutin kesalah satu bagian disini. Aroma rumah sakit yang sama dari hari ke hari ternyata masih hadir disini. meski berulangkali menjelajahi rumah sakit yang berbeda dari pertama kali pecah tangisan ke dunia ini hingga sekarang, ternyata tak ada aroma yang berbeda. satu hal yang bisa saya simpulkan saya bukan orang yang betah berlama – lama di Rumah sakit, merasa kurang cocok dengan aroma dan aura yang tertangkap dari rumah sakit.

mendadak saya merasakan rindu terik yang memanggang kepala di salah satu pabrik LNG di kota lhokseumawe. siang hari mengitari hektaran area bertangki dengan udara bebas hilir mudik tanpa perlu ventilasi, tangki menjulang tegak diantara rerumputan dan kerikil kecil, suara compressor yang memekakkan telinga sampai harus antisipasi dengan earplug.. helm pengaman dan sepatu besi yang harus selalu digunakan, juga asap – asap hitam yang selalu meluncur dari salah satu unit pembakaran..OJT ( On the job training) yang sudah setahun berlalu , ..

Dan keanehan lama lahir kembali

kucemas lagu lama itu berdendang, kututup rapat kedua telinga, lari menentang angin, membelah rimba yang kian tak terurus.

aku masih menjadi kerikil, tak cadas, tak lembut, tak pula rapuh, sebut saja tak jelas struktur penyusunnya

aku masih mampu menatap ilalang senja yang menari dibawah jingga, juga guguran bunga kuning yang meluncur dari batang – batang hijau dimula persimpangan jalan menuju ruang rehatku.

kuning jingga bertabur menutupi coklat tanah, mengikat erat debu – debu, hingga dengan lembutnya membaringkan debu – debu dibawah selimutnya, menabur indah warna kuning beraroma harum, menyelinap melalui indera, lalu menelisik memecah sel – sel saraf yang sudah kaku.

matahari masih sama lembutnya, sama kerasnya, sama ramahnya. sesekali tegas bertapa gugurkan bulir bening, selayaknya kuning pengikat coklat tanah. lalu hijau yang sama menyapa dari seberang jalan, seberang jalan yang sengaja tak ingin kutoleh.

satu persatu lembar lama muncul memecah fokus di trotoar yang juga tersapa kuning jingga, semerbakpun tak mampu layarkan beberapa perahu ingatan agar lari menjauh…menjauh..dan menjauh….

senja yang sama seperti dulu, saat perih ternyata masih ada. aku hanya ingin mereka bahagia, bukan menjadi benalu penyiksa.

lalu, kupalingkan wajah mencoba meredam segala rasa tertikam, mencoba mencari wajah – wajah lugu penyedia senyum tulus nan riang. kutemukan!!!!. lalu aku lari, lari meringis, membiarkan angin menyapu sisa kelopak, kutemukan pahit,,pahit..pahit….

senyum tulus mereka justru lemparkanku kedimensi yang kupura – purakan lupa, dimensi dimana ada beberapa poin penting yang kusengajakan kuabaikan, sengaja agar tak perlu lama kelopak mata berair.

lalu??

sudahlah, aku masih bisa berbincang dengan rumput kecil disepanjang trotoar tersisa, membagi rasa yang telah lama kucekal, membagi kenangan bersama mereka………..

aku rindu mereka…..

anginpun memainkan kertas – kertas kenangan, gambar kenangan,,,,,, berharap kafan tak harus terbeli dalam waktu dekat, aku ingin pulang bersama jasad dan ruh…….

itu saja..itu saja…..
melodi sendu masih meluncur disela – sela tarian rerumputan, mencacah perasaan…..bahkan jejak kisah…..

Banda Aceh, 25 maret 2010
suatu ketika diantara gugus rasa yang entah bagaimana dimaknai, cemas, harap, rindu mati, rindu pulang, merangkum po Lanjut membaca

RAncangan oh rancangan……

saat menuliskan ini saya sedang rehat sejenak, ya hanya sejenak saja. Rehat dari menggerakkan tikus laptop dari garis – garis dan tangki – tangki di Visio. sembari mengotak – atik beberapa gambar baru hasil searching di mister google, gambar hammer Mill. 4 TGA orang  disebelah kanan yang tebalnya lumayan buat mukul orang jahat., plus diktat tebal laennya yang sejenak terlihat seperti perpustakaan, belum lagi buku – buku diluar bidang yang masih setengah – setengah dibaca bulan ini. (kebanyaan beli, jadinya bingung melahap yang mana duluan)—–> seseorang perlu membaca minimal dua buku di luar bidangnya dalam sebulan ( lupa siapa cetusin)

mengingat si hammer mill ini, mengingatkan lagi rentang jam yang terangkum dalam kata ‘tahun’. tepat setahun lalu judul rancangan pabrik tertawarkan kehadapan petinggi kampus. tanpa menunggu hari berikat har, bahkan hanya hitungan menit saja, judul besar tersebut mendapat anggukan para petinggi dengan argumen kuat yang hadir beserta deretan jurnal yang tertebar diatas meja redaksi.

setahun ,,,Ya setahun tanpa agenda yang jelas, akibat tiga proyek besar menghantui. masa – masa Kp yang bermula seminggu setelah umur judul dilahirkan dan disambut baik kurung beberapa ide yang harus dituntaskan. mengingat tahap demi tahap berat harus diambil dalam mengarungi layar disebuah pabrik LNG di Nanggroe Aceh Darussalam. dua bulan dalam agenda, sembari menyicil beberapa tambahan referensi untuk sebuah desain pabrik berbahan baku metil ester yang sudah ditabung judulnya dari hari kehari.

Banda Aceh ternyata masih menagih satu proyek besar berwujud riset yang kala itu belum muncul ujungnya. ya, masih berupa riset awal alias uji coba saja. lalu kepulangan dari lhokseumawe- setelah liburan dua minggu, mencuri jeda dilangsa- menggegerkan lagi kepala yang sudah senewen dengan data – data pabrik LNG hasil kerja praktek. kejar mengejar jadwal tak elak lagi. satu bulan konsultasi lalu seminarpun digelar. Perbaikan, dan segala macam urusan pemesanan bahan kimia di Medan melahirkan jeda beberapa bulan lagi, oh tida kurang lebih dua bulan sebelum riset kembali di gelar.  lepas riset, hanya pertanggungjawaban dalam rupa seminar biasa saja yang boleh di gelar bukan  SIDANG PENENTU KELULUSAN. yah, inilah yang menjadikan aneuk teknik lamaaaa tamaaatnya. Sidang penentu akan digelar setelah rancangan pabrik yang tebalnya minimal dua rem, trus dicetak tujuh , plus gambar flowsheet panjang…….

lalu rancangan pabrikpun dimulai lagi , saat itu umurnya pasca pengajuan kelahiran judul berkisar 10 bulan, dengan partner yang akhirnya muncul juga setelah menglistkan orang – orang yang bisa direkrut dalam proyek besar penentu kelulusan.

akhirnya genap setahun simetil ester yang diolah jadi surfaktan  n then menjadi deterjen cair, setelah rancangan gambar alat – alat komplit tersketsa dan sudah mendapat ragam masukan dari pembimbing harus mengalami perombakan TOTAL..TOTAL sodara – sodara…(syukur juga sih belum selesai hitungan neraca massa, energi ataupun neraca ekonominya, bisa error kelas hiu kepala saya,,,..)

seminggu yang lalu jurnal baru itu sudah tersave rapi disalah satu folder rancangan, namun urung , urung, dan selalu urung dibuka. Alasannya : judul file ga nyambung sangat dengan apa yang sedang saya rancang. n saat  file tersebut tak sengaja terklik oleh tikus laptop, ternyataaaa…..proses dan bahan baku untuk surfaktan yang saya butuhkan tertawar begitu murah dan proses yang sangat – sangat sederhana..AllahuAkbar…… rezeki ..rezeki..Alhamdulillah, kepusingan  yang terlalu lama mendera akhirnya bisa diusaikan. flowsheet sebelumnya yang ukurannya sepanjang rel kereta api plus bahan kimia yang harus mengalami treatmen awal dan segala kerumitannya yang menjadikan kepala nyaris diantuk – antuk kedinding, bisa diringkas sekitar 60 %. Alhamdulillah…sungguh sesudah kesulitan ada kemudahan…..

bahan baku yang murahpun muncul, bandingkan saja harga metil ester yang merupakan bahan biodiesel, dimana untuk mendirikan pabrik deterjen saya ini berarti harus bersaing dengan pasokan bahan bakar nabati yangs edang gencar – gencarnya dikampanyekan oleh kalangan industri dan energi, bisa digantikan hanya dengan menggunakan bahan yang sangat alami, dan mudah didapatkan diAceh. jadi ga perlu repot – repot nyari lokasi pendirian pabrik diluar aceh….TEMPURUNG KELAPA , mohon kerjasamanya ( halah, aneh !!!!!)

oklah…. yang penting usaha alias ikhtiar harus selalu diiringkan hadirnya dengan karib setia ;Do’a….
coz Allah always with us.. hanya Dia yang tau apa yang terbaik dan kapan saatnya….

*ternyata firasat itu benar adanya
beberapa kali bisikan mengganti judul hadir, tapi aneh, bagaimana mungkin setahun ditabung lalu harus rela dilepas….n now , saya mengerti.sungguh paham,,,, satu ton kerumitan dijudul lama itulah yang mengakibatkan bisikan dan mimpi – mimpi tersebut dihadirkan-Nya…

Alhamdulillah, drop yang dulu sempat menghajar habis alur hidup, kini lenyap terkubur..semoga tidak bangkit lagi dari alam kuburnya..

*let’s nyambung gambar,,,,,,,,,,,, ….manfaatkan waktu sebaik mungkin
*ingat pulang, ingat ur mom, 3 sister cerewet yang selalu menikamkan rindu, meski umur kita jaoh2, juga dua ponaan yang sampai sekarang lupa dikirimkan kado ultah, berhubung belum sempat keloket…, kalo keloket bakalan ingat pulaaang….

dan si maher zain,zain bikha n ahmad bukhatirpun setia menjerit – jerit, semarakkan malam kesekian mengejar rancangan..(hampir lupa pR tulisan..). semoga malam ini beberapa agenda rancangan ini kelar…….
ingat ingat SIDANG = PULANG

Banda Aceh, 24  maret 2010
saat FB berhasil dideletkan dari agenda  *merasa bebas dari gangguan*

acehku, diusik lagi

entah bagaimana semua ini bermula. pertanda apa lagi ini. tak kunjung selesai rasanya. hari berikat bulan dan tahun lepas MOU yang berkabar akan status damai dinanggroe ini benar terjadi. satu persatu letupan senjata api berkurang, pelan dan lalu lenyap dari genderang telinga yang biasanya harus selalu siaga jika keadaan sedang memanas. jarang lelap bisa dicapai disuatu daerah yang terkenal sebagai basis.

kehidupanpun berlangsung menyenangkan, tak perlu khawatir lagi jika harus berkelana keluar kabupaten dan melintasi jalan raya, aman dan terkendali. :) , bahkan malampun tak sepadam beberapa tahun silam. rasa was – was lenyap sehelai demi sehelai, udara pagipun terasa lebih sejuk, tak kaku angin berhembus, tak lagi ada kabar aneh yang terbaca melalui angin yang sesekali hadir, hanya untuk berkabar dalam kebisuan.

lalu beberapa waktu ini, kami sama tersontak, tak ada yang menyangka ada pihak yang memanfaatkan kedamaian yang masih hitungan jari umurnya, mengoyak perjuangan para srikandi perdamaian. Acehbesar menjadi sarang ternyaman mereka yang tak tau alamat. ya, mereka yang tak tau bagaimana menghargai air mata dan tetes peluh kami. entah siapa mereka..entahlah…  akhirnya cemas kembali lahir dari jiwa – jiwa kami.. terucap terimaksih untuk kalian yang hadirkan waspada kami, hadirkan aturan baru lagi disini, meski kami dilarang cemas, dilarang panik, tapi tetap saja bayangan masa – masa kelam hadir lagi..

adakah kalian pernah menghitung air mata kami?

Banda Aceh, 6 maret 2010

lihatlah sekitar, dan bersyukurlah…

angin masih hadir tipis- tipis, tak cukup usir peluh hari ini. panas diluar sana turut uapkan suhu ruangan ini. aku masih bisa mendengar desau diluar sana, bertemu dan bercengkrama dengan para dedaunan, daun – daun pisang yang pecah terkoyak dan juga beberapa lembar daun belimbing yang mendarat diatas coklat tanah.

inilah hidup teman… kita tak pernah benar – benar sendiri, jika tak ada manusia disekelilingmu detik ini, lihatlah diluar sana, makhluk – makhluk-Nya yang lain masih setia disekeliling, hadirkan celoteh yang lebih indah dari pada manusia sendiri, lihatlah mereka yang senantiasa tasbihkan keagungan Yang Maha Kuasa, sedangkan kita para manusia? ah, kurasa tak lupa ceracau sendiri mengeja keburukan orang lain yang sama artinya eja keburukan diri sendiri.

masih ada denting kebaikan yang bisa kita ikuti bersama, larutkan diri dalam melodi indahnya, melodi yang tertunai dari sebuah tutur baik, bukan sebuah umpatan. lihat lagi diluar sana, perang air dan batu disepanjang kali percikkan satu satu sisa air dan hasilkan padanan musik alam yang kian menawan. obat penegar hati yang cukup setia, lihat pula disekitarnya dedaunan hijau masih meliuk bersama nyiur, juga harum melati dan mawar yang usik indera penciuman…

masuklah kemimpiku teman, aku berjalan mengelilingi rimba, coba temukan zamrud, tapi  kusandarkan kepalaku pada batang – batang ilalang, . ahai, mengapa sedemikian jauh zamrud yang terambil?

karena ini yang kubutuhkan, ya, karena kita sering lupa mengeja syukur atas segala genggaman, genggaman yang nyatanya kita butuhkan , bukan sekedar permintaan hasil rapal berulang yang tak juga lahir didepan jendela.

ingatlah baik – baik duhai teman, aku bukan seorang hebat berkuasa ataupun adikuasa, aku hanya tak ingin terlalu larut dalam adonan keinginan yang bercampur bisikan setan, lihat dan syukuri saja rezeki yang hadir padamu, karean sungguh dia yang mampu membaca kebutuhan kita sesungguhnya, bukan kita sendiri yang sering buta terhadap dunia..

lihat dibawahmu teman, masih banyak yang jauh dari tangga teratas hidupmu..

dan aku akan menebas senja ini, baringkan kepala disisi ilalang, biar saja aneh, tapi aku butuh rehat sejenak, dan sekarang aku akan melangkah kepadang ilalang, hilangkan penatku..

banda Aceh, setelah ashar, 26 februari 2010

stop “menunda”

Asli, kesal kelas hiu, giliran dibutuhkan siprinter malah ngadat sangat. Walah, konsul perdana bakalan runyam kalau gambar flowsheet ini urung diprint, dan jika pagi-pagi  buta harus menuju rental, what?? Wah pergeseran jadwal lagi artinya..oh..no, no,…

Mendadak printer membisu

Kumat membeku tanpa tutur

Tanpa cetak aabjad terrekam

Oh, kau, kenapa lahirkan gugup

harus konsul perdana tertunda seminggu

haruskah berakhir lagi disudut sabtu

Yah, inilah tulisan yang lahir dari kepala yang mendadak mumet total, gambar flowsheet rancangan pabrik masih belum jelas rimbanya, masih harus diedit, tapi siprinter malah berulah.fokus terpecah belum lagi tulisan yang deadline nya sudah mengetok –  ngetok pintu. Bisa gagal ikutan lomba ne…

Padahal dua hari yang lalu siprinter masih baik – baik saja, tanpa kediaman apapun, masih mengeluarkan deritnya, bahkan lancar mencetak abjad, walah bener- benerlah, DILARANG MENUNDA PEKERJAAN. Ya, inilah yang saya petik.

Seingat saya dulu ketika selesai seminal hasil research, yang berulah adalah mr.laptop, subuh saat laporan research mau diedit , eh malah laptop hadirkan layar biru plus beberapa tulisan putih yang menandakan kondisinya tak normal, sampai – sampai silaptop harus dibedah, dan tentu saja menguras biaya ekstra berwujud pergantian hardisk yang kedua kalinya. Oalah ne benda sudah membangkrutkan saya diawal tahun. Baguus..cukup dua kali saja ya, kalo ketiga kalinya anda harus saya talak.

Satu hal yang membuat saya merenung agar tak lagi menunda pekerjaan saat itu adalah data research yang belum terselamatkan ada dilaptop dan laporan hasil deadlinenya sudah didepan mata. Wajarlah kalau dalam seminggu dibulan januari itu saya  mendadak menjadi manusia dalam kelas emosional tingkat tinggi. Padahal sehari dua hari sebelumnya sudah hadir niat agar segera memberesi laporan tersebut, n then….saat galau benar – benar sudah mencengkram hari demi hari akhirnya setelah dicek ulang masih ada pertinggal data dilaptop parnert, syukurlah jika tidak itu artinya saya harus mengetik dari awal. Bukan pekerjaan yang mudah, bisa gagal nilai tercetak diKHS  semester kemaren. hiks, ga jadi bayar spp setengahlah kalo gitu.

dan ternyata sianeh ini mengulangi kesalahan yang sama, dua hari yang lalu ingin segera mengprintkan beberapa bahan tambahan untuk rancangan pabrik, tapi urung dilaksanakan karena beberapa potong kemalasan menghidupkan printer, dan akhirnya harus mencari rental terdekat untuk mencetak beberapa abjad, dan juga gambar – gambar tangki.

ok, sekian dulu, harus bergegas menuju rental, (mana ada yang buka jam segini), ya, beberapa saat lagilah, mudah-mudahan.

pokoknya mulai sekarang sekecil apapun planning harus segera dilaksanakan jangan sampai ada alasan yang ujung- ujung berefek planning gagal total.

23 februari 2010

banda aceh, pagi yang masih sunyi

mengenang 12 tahun lalu, saat sang pahlawan pulang

sejumlah penat benar – benar hadir hari ini, lha ini kan week end sist? ya, mau bagaimana lagi, bayangan rancangan pabrik masih setia hadirkan potongan tanya, kapan pulang, kapan pulang, kapan pulang? :D

hari ini tepat 12 tahun kepergian seorang pemimpin keluarga, tepat 12 tahun lahir para yatim disebuah rumah  dikota kelahiran saya : kota langsa, dengan bungsu yang kala itu masih berseragam putih merah. sibungsu yang mencoba menjadi sosok paling tegar, bahkan saat gedoran pintu dikisaran pukul 3 dini hari, hanya beberapa tetes air mata yang terjuntai, ya, hanya beberapa saja.

entahlah sudah berapa lama airmata itu sisip ditabungan kelopak, hingga hari ini ternyata sebuah kesadaran lahir, beberapa tetes lama itu hanya kepuraan, : sembunyikan duka lalu pancarkan tegar, agar tak perlu pula seluruh kerabat usap air mata sibungsu. cukuplah duka sama kita rasa.

mozaik senja dan petang selalu menjadi milik berdua bersama sang ayah. kota langsa yang seberapa lebar terjelajahi bersama, kerap dengan sepeda ataupun sepeda motor. namun lebih dominan sepeda yang dikayuh perlahan oleh sang ayah demi menjaga agar anaknya tidak celaka.

ruko demi ruko dijelajahi, pajak pisang dideretan Ampera menjadi salah satu lokasi ramah, lalu beberapa ruko ditoko depan, jejeran toko buku dan mainan. sesekali sibungsu merengek minta dibelikan mainan, ya, meski hanya sejumlah hitungan jari. tak masalah tak ada buah tangan apa – apa, asalkan senja bisa tercipta dalam senyum bahagia.

ya, asal bahagia sibungsu tak dicegat kakak lainnya, tak ingin fotokopi sang ayah ini kehilangan kebersamaan bersama sang raja, sang pahlawan.

beberapa hitungan angka bulan, sang ayah mengunjungi sekolah mengajak keliling lagi dengan sepeda, menuju dokter gigi, tak lelah dirasa, padahal jarak terlampau jauh, tapi tak soal apapun baginya, demi sibungsu.

saat vespa masih menjadi harta titipan, saban minggu kuala langsa menjadi tujuan, tak lupa sekalipun, meski lelah oleh oleh lembur sekalipun. dan mata sibungsu semakin terpana dengan bakau yang memukau, hijau disepanjang jalan , bayangan pinus atau cemara yang sulit dibedakan sibungsu hadirkan juntaian melodi kecil, tebas angin yang menampar muka, dan jalan kian riang tecipta.

dan 12 tahun yang lalu sepetak tanah dikawasan blang paseh, kuburan keluarga yang berada tepat dibawah jembatan kecil, berdampingan dengan gudang barang yang acap digunakan untuk lahan qurban pada idul qurban, menerima penghuni baru dengan senang hati, tak riuh, tak usil. dan sibungsu yang ditarik sang paman akhirnya menyaksikan sendiri dengan mata kepala bagaimana sang pahlawan pulang kembali kepada Sang Pemilik. yah, kita sama dititipkan satu sama lain.

satu sesal yang masih hantui sibungsu, tak ada kecupan dikening sore sebelum jengukan terakhir dirumah sakit kota langsa, saat rekan sekamar inap, mengganggu sibungsu dengan ledekan kecil yang tak bermakna apa -apa, sayang sibungsu terlalau pemalu, hingga semua hanya terbungkus dalam kenangan, kecupan terakhir hadir saat jasad sang pahawan terbungkus kafan..

pelayat banjiri rumah sederhana berhalaman kecil di kp. meutia kala itu,  pun saat tahlilan semua sama banjiri halaman, tak hanya rombongan warga kp.meutia, beberapa rombongan jauh, dari sigli, simpang tiga, sampai beberapa dari desa yang sibungsu tak hapal namanya.

juga para rekan SD muhammadiyah yang berhambur menuju mesjid saat menangkap bayangan sibungsu  disana kala jenazah dishalatkan. berpetak – petak kekuatan disodorkan, yah, sibungsu mampu sembunyikan duka, hanya beberapa tetes saja meluncur.

dan kini, sibungsu mungkin tak sehebat sang ayah yang kian hari kian lapang kuburnya, kian memanjang hingga hadirkan takjub sahabat karib, pun sibungsu juga begitu.

lalu hantaman hadir satu demi satu, semua pengikut lenyap , hilang entah kerimba mana, dan sisalah para yatim yang tak jelas arah, hanya berbekal beberapa petuah agar tetap sabar dipasang. meski lahan dijajah, dan dikirimi sampah, namun sabar hadirkan sang penegak, muncul satu satu dari samudra yang tak bisa diberi nama, lalu kicaunya lenyapkan semua pengganggu.

duhai ayah, maafkan anakmu

tak mampu sering ziarahi kuburmu

hanya do’a terlantun dari jauh posisi

terlantun berikat pilu

tegar..tegar.tegar..jagan hadirkan tangis saat kepergian hadir didepan mata, yah, itu pesan terakhirmu untuk beberapa kepala penghuni rumah sederhana dikampung meutia itu, rumah yang selalu hadirkan rindu, rindu bersuamu

dan ternyata tegar yang kupasang 12 tahun lalu, palsu, gugur semua setelah 12 tahu, tak hanya bulir, namun liter terhitung bening hadir.

21 februari 2010, Banda Aceh

berharap lekas sapa langsa, ketuk pintu kp.meutia dan gegas pula lewati pagar kawat kuburan keluarga