menyapa saja…
hari ini hari pertama di bulan juli, hari pertama yang penuh dengan rangkaian keanehan yang saling sahut menyahut.
terutama keanehan yang mendera saat berada di eskalator. mendadak saya yang dulunya memang anti dengan ketinggian, merasakan phobia yang sama, sampai harus berpegangan erat pada sisi eskalator saat ia beranjak naik. benar – benar di luar kebiasaan, apa mungkin ya perasaan takut sudah terkubur lamaaaaaaa sangat bisa muncul lagi, ? padahal tak ada gejolak apapun, tapi tetap saja rasa takut itu muncul lagi. Tak hanya di situ saja, dulu saya juga merasa ngeri jika harus ditebengi motor oleh teman saya, tak peduli kencang atau tidak laju yang dihasilkan. Dan hari ini , di hari yang sama dengan kebangkitan ketakutan akan ketinggian, ketakutan serupa saat melintas di jalan raya juga muncul kembali, (entah siapa pun yang ngundang).
dan akhirnya agar tidak banyak berfikiran dan menganalisa terlalu jauh (Kasihan Tugas akhir saya ntar ga teringat – ingat) akhirnya saya ambil kesimpulan sederhana sendiri : harus lebih banyak mengingat -Nya. buat apa takut dan cemas (meski ini adalah lumrahnya manusia) jika ternyata saya masih memiliki Sang Penggenggam Cemas.
OK..biar ga kosong….
postingan lama ini saya putar di sini..
semoga bermanfaat
———————————————————————
KEMATIAN DUA PEMBUNUH
“aku masih menyimpan erat mimpi itu “ kutarik nafas dalam, ” terantai dengan baik dalam setiap sel – sel yang ada di kepalaku, bahkan kuncinya sengaja kulempar ke laut agar tak seorangpun menghalau rencana kita”
kali ini dia hanya diam.
“kau masih ingat bincang terakhir kita, sebelum bumi ini benar – benar terbalik seperti sekarang?”
anggukan lemah yang kudapat.
“bagus, kukira ingatanmu sudah karatan”
“aku hanya tak ingin ada lagi yang tewas,” ekor mataku mengikuti bening yang meluncur ke atas tanah, “terlalu kejam.” dia bangkit lalu mengambil beberapa kerikil.
“kita mungkin hanya seperti ini,” matanya mengarah ke tiga kerikil di telapak tangannya. “kerikil ini bisa saja membunuh, membutakan dan juga merobek telapak kaki bila tak lihai”
“ya, aku setuju, lalu apa lagi yang kau ragu?”tanyaku menyelidik
“dunia sudah terbalik kawan, kau tak kenal siapa rekan dan siapa lawan”
“ah, persetan dengan ucapanmu, setelah misi ini mereka bilang kita bebas dan bisa melenggang keluar dari negeri ini, negeri para penipu ini”
“misi ini akan berakhir juga dengan kematian.” nafasnya berat.
“tentu saja kawan, kita ini pembunuh bayaran, kedok kita tertutup rapi dengan jabatan tinggi kita diperusahaan besar.”
“maksudku kematianmu kawan” door…
tembakannya meleset,aku limbung, sigap kuambil senapan yang ada di saku kananku.
door..aku berhasil, tepat sasaran. dia tersungkur.
“kawan, sepertinya kita memang diperdaya, aku juga ditugaskan menghabisimu”..pistol yang sama kuarahkan ke kepalaku.
door….
debu – debu terkejut dan terbang.
sunyi, darah tercecer dan basahi tanah
“mereka bodoh.. mau saja diperdaya oleh penguasa..”
diskusi ceceran darah
(catatan lama :banda aceh menjelang ashar, 21 april 2010)






makasih banyak ceritanya…menjadi pelajaran,,,
sama – sama
Phobia dan catatan lama yg bersemi kembali
hehehe
*kacau*
Pasti ada pemicunya lg deh….Boleh tahu ga kok bs fobia ketinggian ? Cerita lamanya bagus uy
ga tau juga kenapa..padahal ga pernah jatuh dari tempat tinggi, atau berada di gedung pencakar langit
waduh mati :O
:O
door ! phobia ketinggian ya
tu ceritanya kok mati semua yah
dulu…..
hehehe… biar ga repot – repot masukin kepenjara
Aku jg tkt ktggian.XP hoho
wah bunuh-bunuhan..
btw boleh gak kak tukeran link ?? kalau boleh kunjungin balik blog saya ya..
boleeeh..
ok.. linknya akan segera dipasang
takuuuuttttttttt…………………………………………
to much blood
^_^v kiddding ah
halo mbak shafiraaaaa
hohohoho.. tampung..tampung…
Artikel yang menarik sekali, semoga sukses selalu..thx,slm kenal
makasiih…
salam kenal kembali
belum ada bacaan baru.. *tengak-tengok* masih phobia ketinggiaan keknya
bukan phobia ketinggian, tapiii dikejar ma tugas akhir..
cilluuukkkkk…………………baaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
A’oooo mbak shafiraaaaaa
baaaaaaaaaaaa
negeri para penipu.. yuzzz
hihihiih.. hati2 ditipu